LIPUTANEKONOMI.COM — Sebanyak 129 orang dari 243 penumpang KM Virgo Transport 8 masih belum ditemukan hingga Rabu (16/9) malam. Basarnas menyiapkan operasi salvage dengan mendatangkan tim ahli dari Hong Kong dan Amerika Serikat guna memperluas opsi pencarian korban di Laut Jawa. Langkah pengangkatan kapal diambil setelah cuaca buruk berulang kali menghambat penyelaman tim SAR.
BANJARMASIN — Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengumumkan tim ahli dari Hong Kong dan Amerika Serikat akan bergabung dengan tenaga ahli dalam negeri untuk mengobservasi dan mengasesmen kondisi KM Virgo Transport 8. Operasi salvage disiapkan sebagai jalur alternatif ketika pencarian bawah air tidak lagi memungkinkan akibat gelombang tinggi di perairan Masalembo.
Menurut Syafii, sebagian personel tim ahli sudah tiba di Banjarmasin, sementara sisanya dijadwalkan menyusul pada Kamis pagi. Mereka akan difasilitasi melakukan observasi udara sebelum menggelar rapat koordinasi untuk menentukan kebutuhan sarana dan prasarana operasi.
Mengapa Cuaca Memaksa Basarnas Beralih ke Salvage
Cuaca buruk di Laut Jawa menjadi kendala utama sejak hari pertama pencarian. Penyelam tidak dapat turun ke kedalaman untuk memeriksa lambung kapal yang terbalik, sehingga tim SAR kehilangan akses ke ruang-ruang di dalam kapal tempat korban diduga terjebak.
Syafii menyatakan operasi salvage memberi tim kemampuan menjangkau bagian dalam kapal tanpa bergantung sepenuhnya pada kondisi permukaan laut. "Berdasarkan pengetahuan dan pengalaman tim ahli, proses salvage membutuhkan waktu sekitar 24 jam apabila seluruh tahapan berjalan lancar, tetapi durasinya dapat bertambah apabila tim menghadapi kesulitan atau kondisi lain yang belum diketahui," ujarnya dalam konferensi pers di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin.
Balon untuk Membalikkan Posisi Kapal
Salah satu metode yang disiapkan adalah membalikkan posisi kapal menggunakan balon agar tim dapat masuk ke dalam badan kapal. Metode ini lazim dipakai dalam operasi penyelamatan kapal tenggelam, terutama ketika akses penyelam terbatas oleh arus dan gelombang.
Operasi salvage mencakup sejumlah tahapan: mengamankan posisi kapal, membalikkan badan kapal, membuka akses ke ruang interior, mengevakuasi korban, lalu menarik kapal dari lokasi kecelakaan. Peralatan pendukung dapat didatangkan dari Surabaya, wilayah Kalimantan, atau daerah lain sesuai hasil asesmen lapangan.
Setelah proses SAR dinyatakan selesai, kapal baru akan ditarik untuk kepentingan penyelidikan dan investigasi penyebab kecelakaan.
114 Korban Ditemukan, 129 Masih Dicari
Hingga Rabu (16/9) pukul 22.00 WITA, Basarnas mencatat 114 korban telah ditemukan, terdiri atas 108 orang selamat dan enam orang meninggal dunia. Dari 243 orang dalam manifes kapal, 129 lainnya masih dalam pencarian.
KM Virgo Transport 8 berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin pada 12 September 2026 dengan 243 orang di dalamnya. Kapal dilaporkan hilang kontak setelah diterjang cuaca buruk, lalu ditemukan dalam kondisi terbalik di perairan Masalembo pada 13 September 2026 pukul 01.00 WIB.
Opsi Lanjutan jika Salvage Tidak Berjalan Mulus
Syafii menegaskan pelaksanaan salvage akan menyesuaikan hasil observasi dan asesmen tim ahli terhadap kondisi aktual kapal. Jika tahapan awal menemui hambatan, Basarnas dapat mengubah urutan operasi atau menambah peralatan dari luar Kalimantan.
Tim ahli dari Hong Kong dan Amerika Serikat dipilih karena pengalaman mereka menangani evakuasi kapal terbalik di perairan dalam. Kombinasi keahlian internasional dan personel dalam negeri diharapkan mempercepat pencarian korban yang belum ditemukan.
Basarnas belum menetapkan tenggat resmi penyelesaian operasi. Seluruh keputusan lanjutan akan mengacu pada rekomendasi tim asesmen setelah observasi udara dan rapat koordinasi di Banjarmasin rampung.