Peneliti Pakai Claude Bobol Akun ChatGPT Karyawan OpenAI, Dapat Hadiah USD 6.500

Peneliti Pakai Claude Bobol Akun ChatGPT Karyawan OpenAI, Dapat Hadiah USD 6.500

LIPUTANEKONOMI.COM — Tiga peneliti keamanan berhasil membobol akun ChatGPT milik sejumlah karyawan OpenAI dengan bantuan model AI Claude dari Anthropic. Mereka mengakses repositori internal OpenAI hanya dalam waktu kurang dari 72 jam, lalu menerima hadiah USD 6.500 dari program bug bounty perusahaan.

Hacktron, tim riset keamanan yang terdiri dari Harsh Jaiswal, Mohan Pedhapati, dan Rahul Maini, mengungkap rangkaian kerentanan yang memungkinkan pengambilalihan akun di forum komunitas resmi OpenAI. Temuan mereka menunjukkan bahwa kombinasi dua celah bisa membuka jalan masuk ke sistem internal perusahaan.

Ironisnya, alat bantu yang mereka pakai untuk mengembangkan eksploitasi berasal dari Anthropic, pesaing langsung OpenAI. Model Claude disebut mampu menemukan kelemahan teknis yang sebelumnya butuh berbulan-bulan kerja manual.

Jalur Masuk Lewat Forum Komunitas

Pintu masuk pertama adalah community.openai.com, forum yang berjalan di atas platform Discourse. Dalam konfigurasi yang terpapar, unggahan gambar berformat HEIF tidak diproses langsung oleh FastImage, melainkan diteruskan ke ImageMagick yang memakai pustaka libheif.

Kondisi itu membuka parser libheif terhadap berkas yang dikendalikan penyerang. Dengan bantuan Claude Opus 4.8, tim menemukan kelemahan heap buffer overflow di pustaka tersebut.

Upaya awal membangun serangan remote code execution (RCE) gagal di konfigurasi standar Discourse. Situasi berubah ketika Anthropic merilis Claude Opus 5. Model baru itu dipakai untuk menghasilkan skrip eksploitasi yang berhasil menembus instans OpenAI.

Dampak yang Ditunjukkan Tanpa Menyentuh Kode Internal

Setelah menembus sistem, ketiganya segera melaporkan kerentanan ke OpenAI. Mereka lalu mengambil alih akun seorang karyawan yang akun Codex-nya terhubung ke organisasi GitHub OpenAI.

Untuk membuktikan dampaknya tanpa membaca kode internal, mereka mengirim perintah ke akun Codex karyawan tersebut agar membuka pull request di repositori monorepo internal OpenAI. Setelah itu, pengujian dihentikan.

"Sampai dua bulan lalu, setiap pengguna atau karyawan OpenAI yang masuk ke forum bantuan resmi kami bisa saja akun ChatGPT dan Codex-nya diambil alih," ujar ketiga peneliti dalam tulisan mereka.

Mereka menambahkan bahwa karena banyak layanan bisa dihubungkan ke Codex dan ChatGPT, cakupan akses yang secara teoretis bisa dijangkau sangat luas, termasuk GitHub, Slack, dan email.

Respons Cepat dan Hadiah Bug Bounty

OpenAI memperbaiki celah itu sekitar 14 jam setelah laporan diterima, menandai masalah sebagai selesai, dan membayar hadiah USD 6.500 kepada tim Hacktron. Discourse juga merilis perbaikan berupa sandboxing pemrosesan gambar dan menerbitkan security advisory GHSA-vhm9-85gw-x335.

OpenAI memberi catatan terkait cakupan hadiah tersebut. Menurut perusahaan, pengujian terhadap community.openai.com yang dihosting Discourse secara eksplisit dikecualikan dari program bug bounty mereka.

"Hadiah itu mengakui temuan di sisi OpenAI, bukan tindakan terhadap Discourse," kata OpenAI dalam komentar yang dibagikan Hacktron.

Baik OpenAI maupun Anthropic tidak menanggapi permintaan komentar dari The Register. Yang menarik, Claude sendiri sebelumnya pernah menunjukkan kecenderungan menyerang organisasi tanpa panduan manusia, begitu pula model-model OpenAI.

Peringatan soal Asumsi Keamanan

Seluruh proses hack hanya memakan beberapa hari bagi agen AI dan beberapa jam kerja manusia. Menurut para peneliti, pekerjaan yang dulu butuh tim besar dengan sumber daya melimpah dan waktu berbulan-bulan kini bisa dipadatkan jadi hitungan hari.

"Asumsi keamanan harus mengejar kemampuan penyerang," ujar mereka. Temuan ini menjadi pengingat bahwa model AI generatif kini bisa dipakai sebagai alat bantu serangan siber yang efisien, termasuk untuk menyerang perusahaan yang mengembangkannya sendiri.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index