LIPUTANEKONOMI.COM — Michigan State resmi mendapatkan komitmen Antonio Pemberton, point guard bintang lima yang masuk jajaran 25 besar nasional, setelah ia menolak Kansas, Tennessee, Marquette, dan Creighton. Kedatangan Pemberton memberi pelatih Tom Izzo amunisi baru untuk membangun roster Spartans di musim 2027-28.
Pemberton mengumumkan keputusannya pada Jumat sore, tak lama setelah melakukan kunjungan ke East Lansing saat Grind Week. Momen itu menjadi alat rekrutmen tersendiri karena sejumlah mantan bintang MSU berkumpul untuk berlatih bersama.
Guard berpostur 6 kaki 1 inci dengan berat 180 pon itu berasal dari Methuen, Massachusetts. Ia menempuh pendidikan basket di Brewster Academy, New Hampshire, lalu pindah ke Masters Academy International di kampung halamannya.
Profil Pemberton: Point Guard yang Juga Mesin Skor
Pemberton dikenal sebagai point guard yang mampu mencetak angka dari berbagai level, termasuk di bawah ring. Kemampuannya menciptakan tembakan sendiri membuatnya disebut sebagai pencetak poin murni oleh para pengamat.
Ada banyak kesamaan antara dirinya dan Carlos Medlock Jr., rekrutan freshman yang akan bergabung musim depan. Keduanya sama-sama nyaman mencetak angka dan menembak, sehingga berpotensi dimainkan bersamaan, bukan sekadar bergantian.
Syaratnya, salah satu dari mereka harus mampu bertahan melawan shooting guard bertubuh lebih besar. Kombinasi ini menjadi salah satu alasan mengapa perekrutan Pemberton dianggap penting.
Bergantung pada Siapa yang Bertahan
Setiap pemain di roster MSU saat ini, kecuali center transfer Anton Bonke, masih memiliki sisa satu tahun eligibilitas jika mereka menginginkannya. Itu termasuk senior Coen Carr dan redshirt junior Jeremy Fears Jr.
Artinya, keputusan Pemberton sangat bergantung pada siapa saja yang akan kembali. Kemungkinan besar Pemberton tidak akan bergabung jika Fears masih ada di musim kelimanya dan Medlock Jr. memasuki tahun kedua.
Kombinasi Medlock Jr. dan Pemberton di posisi point guard, bahkan berpotensi bermain berdampingan pada 2027-28, menjadi skenario yang paling masuk akal. Seberapa besar porsinya bergantung pada apakah Jasiah Jervis, Kur Teng, dan Jordan Scott masih bertahan.
Posisi Scott di sayap atau shooting guard juga bisa dipengaruhi oleh keberadaan pemain seperti Carr dan Kaleb Glenn. Meski demikian, Medlock dan Pemberton dinilai tetap saling melengkapi secara ofensif.
Izzo Masih Membangun Lewat Jalur SMA
Di usia 71 tahun, Tom Izzo masih menunjukkan kemampuan merekrut prospek SMA di level tinggi. Ia dan stafnya sebelumnya mendatangkan Jervis, Medlock, Ethan Taylor, serta Julius Avent dalam satu kelas yang kuat.
Yang menarik, Izzo tetap bisa membangun lewat kelas SMA di era portal transfer karena mampu mempertahankan banyak pemainnya. Banyak program lain enggan mengambil pemain SMA karena takut kehilangan mereka sebelum berkembang.
Pemberton menjadi komitmen MSU di kelas 2027 yang kemungkinan kecil jumlahnya, mengingat banyaknya pemain yang bisa kembali. Kehadirannya membuat roster Spartans di musim-musim mendatang jauh lebih menarik untuk diikuti.