Danantara Catat Penghasilan Naik 400 Persen, Laba BUMN Ikut Melonjak

Danantara Catat Penghasilan Naik 400 Persen, Laba BUMN Ikut Melonjak

LIPUTANEKONOMI.COM — Badan Pengelola Investasi Daya Anagara Nusantara (Danantara) mencatatkan pertumbuhan penghasilan 400 persen dalam satu setengah tahun sejak berdiri. Capaian itu disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam sambutannya di acara HUT ke-28 Partai Amanat Nasional. Lonjakan ini disebut sejalan dengan perbaikan laba sejumlah badan usaha milik negara.

Presiden Prabowo Subianto membeberkan capaian keuangan Danantara saat memberi sambutan di peringatan HUT ke-28 PAN. Menurut dia, badan pengelola investasi itu mengonsolidasikan seluruh kekayaan negara dan membukukan kenaikan penghasilan 400 persen.

Prabowo menyebut Danantara sebagai badan pengelola kekayaan pertama dalam sejarah Indonesia. Seluruh aset negara yang sebelumnya tersebar kini dipusatkan di bawah satu lembaga.

Apa Itu Danantara dan Mengapa Dibentuk

Danantara adalah Badan Pengelola Investasi yang mengelola kekayaan negara secara terpusat. Pemerintah membentuknya untuk mengonsolidasikan aset BUMN dan sumber daya negara lain agar pengelolaannya lebih efisien.

Dalam sambutannya, Prabowo menegaskan konsolidasi itu berdampak langsung pada penghasilan. "Danantara, pertama kali dalam sejarah Indonesia, Indonesia punya sekarang Danantara, kekuatan semua kekayaan negara kita pusatkan, kita konsolidasikan, dan penghasilannya dalam satu setengah tahun naik 400%," ujar Prabowo, dikutip dari YouTube PAN TV, Jumat (18/9/2026).

Laba BUMN Ikut Melonjak

Selain Danantara, Prabowo menyebut rata-rata pertumbuhan laba BUMN menembus dua digit. Sejumlah perusahaan pelat merah mencatat kenaikan signifikan.

PT Pupuk Indonesia (Persero) disebut berhasil membalikkan kerugian menjadi laba dengan pertumbuhan 252 persen. "PT Pupuk yang dari dulu mengalami kerugian, sekarang naik keuntungannya 252%. PT Pupuk Indonesia naik," jelasnya.

PT Perkebunan Nusantara (Persero) mencatat pertumbuhan laba 54 persen. PT Pertamina (Persero) mencatat kenaikan laba 86 persen.

PT Pegadaian juga membukukan kenaikan laba hingga 84 persen. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk mencatat pertumbuhan laba hingga 400 persen.

Dampak ke Masyarakat dan Pekerja BUMN

Perbaikan kinerja BUMN berpotensi berdampak pada setoran dividen ke negara. Dividen yang lebih besar bisa menambah ruang fiskal pemerintah untuk membiayai program publik.

Bagi pekerja BUMN, laba yang tumbuh membuka peluang kenaikan upah dan bonus tahunan. Namun besaran dampaknya bergantung pada kebijakan masing-masing perusahaan.

Masyarakat sebagai nasabah juga merasakan efek tidak langsung. Perusahaan yang sehat lebih mampu menjaga layanan, seperti penyaluran pupuk bersubsidi oleh Pupuk Indonesia atau layanan gadai oleh Pegadaian.

Pertumbuhan laba Pertamina dan Semen Indonesia turut memengaruhi penerimaan negara dari sektor energi dan konstruksi. Keduanya termasuk penyumbang setoran terbesar ke kas negara.

Angka 400 persen yang disebut Prabowo menggambarkan laju pertumbuhan, bukan nilai absolut penghasilan. Rincian nominalnya belum dipaparkan dalam sambutan tersebut.

Bagi investor pasar modal, kinerja BUMN menjadi sinyal penting. Sejumlah emiten pelat merah tercatat di Bursa Efek Indonesia dan pergerakan labanya memengaruhi harga saham.

Pemerintah belum merinci berapa setoran dividen yang akan diterima dari lonjakan laba ini. Realisasi dividen biasanya diumumkan lewat Rapat Umum Pemegang Saham masing-masing perusahaan.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index