BTN Terbitkan Obligasi Sosial Rp 2 Triliun, Kelebihan Permintaan 2,9 Kali

BTN Terbitkan Obligasi Sosial Rp 2 Triliun, Kelebihan Permintaan 2,9 Kali

LIPUTANEKONOMI.COM — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menetapkan nilai akhir penerbitan Obligasi Berwawasan Sosial Berkelanjutan I Tahap II Tahun 2026 menjadi Rp 2 triliun, naik dua kali lipat dari target awal Rp 1 triliun. Kenaikan itu terjadi setelah masa penawaran awal pada 1–14 September 2026 mencatat pemesanan Rp 2,9 triliun, atau 2,9 kali lipat dari yang dibutuhkan. Lonjakan permintaan ini menjadi sinyal bahwa investor semakin memburu instrumen pembiayaan yang punya dampak sosial nyata.

Direktur Utama BTN Nixon L.P. Napitupulu menyebut respons pasar itu tidak lepas dari kepercayaan investor terhadap perseroan. Menurut dia, minat yang tinggi juga mencerminkan pergeseran selera investor ke instrumen pembiayaan berdampak sosial.

"Bagi kami, respons positif ini tidak hanya mencerminkan kepercayaan investor terhadap BTN, tetapi juga menunjukkan semakin pentingnya pembiayaan yang memberikan dampak sosial bagi masyarakat," kata Nixon di Jakarta, seperti dikutip dari Antara, Jumat, 18 September.

Dua Seri dengan Kupon 7,05 Persen dan 7,25 Persen

Obligasi ini diterbitkan dalam dua seri. Seri A bernilai Rp 950 miliar dengan tenor 370 hari dan kupon 7,05 persen.

Adapun Seri B bernilai Rp 1,05 triliun, bertenor tiga tahun, dengan kupon 7,25 persen. Total keduanya mencapai Rp 2 triliun.

Masa penawaran awal atau bookbuilding adalah tahap ketika investor menyampaikan minat dan jumlah pemesanan sebelum nilai akhir penerbitan ditetapkan. Dari proses itulah BTN memutuskan menaikkan plafon penerbitan.

Dana Dipakai untuk Rumah Rakyat hingga UMKM

Dana hasil penerbitan obligasi sosial ini akan disalurkan ke sejumlah proyek berdampak sosial. Prioritas utamanya adalah penyediaan rumah terjangkau bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Selain itu, dana dipakai membangun infrastruktur dasar untuk perumahan rakyat dan membiayai sektor UMKM. BTN juga mengarahkan sebagian dana ke program yang mendukung penciptaan lapangan kerja dan kegiatan ekonomi masyarakat.

Langkah ini sejalan dengan penerapan prinsip lingkungan, sosial, dan tata kelola atau ESG dalam kegiatan perseroan. Bagi BTN, obligasi sosial bukan sekadar alat penghimpun dana, melainkan bagian dari model bisnis yang menyasar manfaat lebih luas.

"Social bond ini menjadi bagian dari perjalanan BTN dalam membangun bisnis yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan, tetapi juga menciptakan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat," ujar Nixon.

Target Dana Masuk 6 Oktober 2026

BTN menargetkan obligasi diterbitkan dan dana hasil penerbitan diterima pada 6 Oktober 2026. Penerbitan ini memperkuat sumber pendanaan perseroan untuk membiayai sektor-sektor dengan manfaat sosial.

Bagi investor, kupon 7,05–7,25 persen tergolong menarik di tengah pasar yang masih menanti arah suku bunga. Bagi masyarakat berpenghasilan rendah, dana obligasi ini menjadi salah satu jalur pembiayaan rumah yang bisa dieksekusi lebih cepat.

Penerbitan tahap II ini menegaskan posisi BTN sebagai bank yang fokus pada sektor perumahan rakyat. Kelebihan permintaan hampir tiga kali menunjukkan pasar obligasi domestik masih punya ruang besar untuk instrumen bertema sosial.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index