Jejak Akuisisi Haji Isam: dari KFC, Nikel PACK, hingga Incar 30% BYAN

Jejak Akuisisi Haji Isam: dari KFC, Nikel PACK, hingga Incar 30% BYAN

LIPUTANEKONOMI.COM — Haji Isam menandatangani perjanjian jual beli bersyarat untuk mengakuisisi 10 miliar saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN) atau setara 30% saham beredar. Langkah itu menambah daftar panjang ekspansi pengusaha asal Kalimantan Selatan tersebut lewat pembelian saham emiten, setelah sebelumnya masuk ke bisnis nikel dan jaringan restoran cepat saji.

PT Jhonlin Baratama, kendaraan usaha Haji Isam, menandatangani perjanjian jual beli saham bersyarat dengan Low Tuck Kwong dan putrinya, Elaine Low. Transaksi masih menunggu pemenuhan sejumlah kondisi pendahuluan, dan BYAN belum mengungkap nilai maupun harga kesepakatan dalam keterbukaan informasinya.

Bila rampung, kepemilikan 30% itu menempatkan Haji Isam sebagai salah satu pemegang saham terbesar BYAN setelah Low Tuck Kwong. Perjanjian ini juga menandai langkah terbaru Jhonlin Group memperluas pijakan di sektor batu bara, basis bisnis yang sudah lama digelutinya.

Masuk ke Nikel lewat PACK pada Mei 2026

Sebelum mengincar BYAN, Haji Isam membeli 6,83 miliar saham PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) di harga Rp 137 per saham pada 13 Mei 2026. Transaksi itu membuatnya menguasai 21,12% saham PACK dari sebelumnya nol.

Nilai pembelian saham PACK mencapai sekitar Rp 936,65 miliar. Dalam keterbukaan informasi, Haji Isam menyatakan tujuan transaksi adalah investasi dengan status kepemilikan saham secara langsung.

Langkah tersebut membawanya masuk ke bisnis nikel, di luar sektor yang selama ini menjadi fondasi Jhonlin Group seperti batu bara, perkebunan kelapa sawit, dan logistik.

Menguasai Rantai Pasok KFC Indonesia

Pada 2025, Haji Isam masuk ke bisnis makanan lewat akuisisi pengelola jaringan KFC Indonesia, PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST). Dia masuk melalui anak-anaknya, bukan atas nama pribadi.

FAST menjual 15% saham PT Jagonya Ayam Indonesia (JAI) kepada PT Shankara Fortuna Nusantara (SFN). SFN membeli 41.877 saham Seri A JAI dengan nilai transaksi Rp 54,44 miliar, efektif pada 30 Juni 2025.

SFN merupakan perusahaan milik putri Haji Isam, Liana Saputri. Liana menggenggam 45% saham SFN, sementara Putra Rizky Bustaman memegang 45% dan Bani Adityasuny Ismiarso 10%.

FAST menyatakan transaksi itu sebagai bagian dari strategi memperkuat struktur pendanaan sekaligus mendukung ekspansi dan operasional JAI.

Peta Kepemilikan di Sawit dan Logistik

Di sektor perkebunan kelapa sawit, Haji Isam merupakan penerima manfaat akhir dari kepemilikan saham PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR). Di PT Araya Agro Lestari dan PT Citra Agro Raya, pihak yang bertindak sebagai pengendali adalah PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN), terkait dengan dua anak Haji Isam yaitu Jhony Saputra dan Liana Saputri.

Haji Isam juga tercatat memiliki saham di PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE) melalui PT Dua Samudera Perkasa. Porsinya di Dua Samudera Perkasa mencapai 49%.

Jhonlin Group sendiri kini menaungi bisnis di pertambangan, perkebunan, biodiesel, dan logistik. Pada 25 Agustus 2025, Haji Isam menerima tanda kehormatan Bintang Mahaputera Utama dari Presiden Prabowo Subianto bersama sejumlah tokoh lain.

Apa Artinya bagi Investor Pasar

Pola akuisisi Haji Isam menunjukkan strategi diversifikasi yang agresif: dari batu bara ke nikel, pangan, hingga logistik. Bagi investor, langkah semacam ini biasanya disorot dari sisi struktur pemegang saham dan potensi perubahan arah bisnis emiten target.

Pada kasus BYAN, pasar masih menunggu harga transaksi dan jadwal penyelesaian kesepakatan. Tanpa angka itu, dampak ke valuasi BYAN maupun ke emiten-emiten lain di grup Jhonlin belum bisa dihitung secara pasti.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index