LIPUTANEKONOMI.COM — Mitsubishi Pajero terbaru resmi meluncur di Jepang, tapi calon pembeli di Indonesia sering keliru menganggapnya sekadar versi lain dari Pajero Sport. Padahal keduanya berada di kelas berbeda: Pajero adalah big SUV flagship, sementara Pajero Sport tetap medium SUV yang dijual resmi di Indonesia. Perbedaan dimensi, mesin, dan mode berkendara membuat keduanya menyasar pembeli yang tidak sama.
Peluncuran Pajero generasi terbaru di Jepang memunculkan pertanyaan lama yang belum tuntas di kalangan calon pembeli: apa sebenarnya beda Pajero dan Pajero Sport? Keduanya memang bagian dari keluarga SUV Mitsubishi Motors, tapi konsep produknya tidak bisa disamakan.
Pereli nasional yang juga brand ambassador Mitsubishi Motors Indonesia, Rifat Sungkar, menegaskan keduanya berada di kelas berbeda. Pajero adalah eksklusif SUV dengan bodi lebih besar, sedangkan Pajero Sport masuk kelas medium SUV.
Pajero: Warisan 12 Gelar Rally Dakar
Nama Pajero punya sejarah panjang sebagai mobil off-road yang dipakai di ajang balapan ketahanan Rally Dakar. Mitsubishi Pajero sudah mengoleksi 12 gelar di ajang tersebut dan menjadi pemenang terbanyak.
Di sejumlah negara, Pajero dijual dengan nama berbeda seperti Montero dan Shogun. Sementara Pajero Sport dikenal sebagai Challenger, Montero Sport, dan Shogun Sport.
Posisi Pajero dalam lineup Mitsubishi adalah sebagai big SUV alias SUV flagship. Pajero Sport ditempatkan di segmen medium SUV, kelas yang sejak awal jadi idola pecinta SUV di Indonesia.
Dimensi: Selisih 80 mm di Panjang, 110 mm di Lebar
Secara ukuran, Pajero terbaru lebih besar di hampir semua sisi dibanding Pajero Sport. Selisihnya cukup terasa untuk pengguna yang butuh kabin lega atau sering membawa penumpang penuh.
- Pajero terbaru: panjang 4.920 mm, lebar 1.925 mm, tinggi 1.910 mm, wheelbase 2.870 mm, ground clearance 230 mm
- Pajero Sport: panjang 4.840 mm, lebar 1.815 mm, tinggi 1.835 mm, wheelbase 2.800 mm, ground clearance 218 mm
Selisih ground clearance 12 mm dan wheelbase 70 mm membuat Pajero lebih unggul di medan berat. Pajero Sport tetap kompeten, tapi posisinya lebih ke pemakaian harian dengan sesekali jalan rusak.
Mesin dan Torsi: 470 Nm vs 430 Nm
Keduanya memakai basis mesin 2.4L, tapi outputnya berbeda. Pajero menggendong 2.4L Super High Power dengan torsi maksimal 470 Nm, sedangkan Pajero Sport menghasilkan torsi 430 Nm.
Selisih 40 Nm terasa saat menanjak atau menarik beban. Untuk pemakaian dalam kota, keduanya masih lebih dari cukup.
Soal sistem 4WD, Pajero dibekali S-AWC plus Super Select 4WD-II dengan mode 2H/4H/4HLc/4HLLc. Pajero Sport memakai Super Select 4WD-II dengan pilihan mode yang sama, minus S-AWC.
Mode Berkendara: 7 vs 4 Pilihan
Pajero menawarkan 7 mode berkendara: Normal, Eco, Gravel, Snow, Mud, Sand, dan Rock. Pajero Sport hadir dengan 4 mode: Mud/Snow, Gravel, Sand, dan Rock.
Selisihnya ada di mode Normal, Eco, dan Snow. Tiga mode ini yang membuat Pajero lebih fleksibel untuk pemakaian harian di berbagai kondisi jalan.
Fitur Keamanan dan Mitsubishi Connect
Pajero Sport sudah dilengkapi fitur ADAS, tapi versi di Pajero diklaim lebih canggih. Soal airbag, Pajero dibekali 8 airbag sementara Pajero Sport 7 airbag.
Pajero terbaru juga sudah mendapat fitur Mitsubishi Connect, layanan konektivitas yang belum tentu tersedia di Pajero Sport versi Indonesia.
Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Memilih
Pajero Sport tetap akan tersedia untuk pasar Indonesia, sementara Pajero terbaru baru diluncurkan di Jepang. Belum ada informasi resmi soal harga dan ketersediaan Pajero di Indonesia.
Calon pembeli perlu mempertimbangkan bahwa Pajero sebagai flagship big SUV biasanya dibanderol jauh lebih mahal dari Pajero Sport. Untuk kebutuhan keluarga dengan sesekali jalan rusak, Pajero Sport masih jadi pilihan rasional.
Kalau butuh kemampuan off-road serius, kabin lebih lega, dan tidak masalah dengan harga lebih tinggi, Pajero adalah jawabannya. Tapi untuk pemakaian harian di kota dengan biaya kepemilikan lebih terkendali, Pajero Sport tetap pilihan yang masuk akal.