LIPUTANEKONOMI.COM — Apple merilis Swift 6.4 dengan Swift Build kini menjadi mesin build default untuk Swift Package Manager. Integrasi ini menyatukan pengalaman pengembangan lintas platform, dari Xcode hingga command line, sehingga proses kompilasi di Linux, macOS, dan Windows berjalan dengan langkah yang identik.
Swift 6.4 resmi dirilis dengan pembaruan utama berupa penggabungan Swift Build sebagai mesin build default bagi Swift Package Manager (SwiftPM). Langkah ini menandai babak baru bagi bahasa buatan Apple tersebut dalam memperluas adopsinya di luar ekosistem macOS dan iOS.
Selama ini Swift identik dengan pengembangan aplikasi Apple. Namun komunitas open-source terus mendorong bahasa ini agar diterima sebagai bahasa multi-platform, bahkan lintas platform, di berbagai bidang di luar desain antarmuka pengguna.
Build Lebih Cepat dengan Satu Alur Kerja
Dengan integrasi ini, pengembang cukup menulis program dalam Swift dan Swift Build akan otomatis mengunduh serta memasang dependensi yang dibutuhkan. Sistem juga menguji kompatibilitas dependensi tersebut sebelum mengompilasi kode menjadi biner yang spesifik untuk CPU tertentu.
Hasilnya, seluruh proses build dapat dijalankan di lingkungan pengembang masing-masing. Baik melalui Xcode IDE milik Apple maupun command line, semua langkahnya sama persis untuk aplikasi Linux, macOS, atau Windows.
Pengembang juga bisa menjalankan build dari VS Code berkat ekstensi baru yang tersedia di Open VSX Registry. Paket terintegrasi ini turut menyertakan alat untuk menghasilkan SBOM (Software Bill of Materials) bagi setiap aplikasi, yang mencantumkan seluruh dependensi dalam format SPDX atau CycloneDX (SE-0509).
SBOM berguna untuk audit perangkat lunak dan pengecekan potensi celah keamanan. Kehadirannya di alur build Swift menjadi nilai tambah tersendiri bagi tim yang peduli pada keamanan rantai pasok perangkat lunak.
Mengikuti Jejak Cargo dan Go
Langkah Swift ini sejalan dengan apa yang sudah dilakukan Rust lewat Cargo dan Go lewat command line-nya. Keduanya berjalan sebagai unified toolchain, begitu pula Bun untuk JavaScript. Satu alur kerja terintegrasi kini bisa menggantikan pemanggilan manual satu alat demi satu alat untuk membawa kode ke produksi.
Swift Package Manager sendiri dibuat Apple pada 2015 sebagai alat otomasi command line dan manajemen dependensi. Sementara Swift Build adalah kumpulan alat pengembangan perangkat lunak yang saling teroperasi untuk mengorkestrasi kompilasi (menggunakan kompilator swiftc), linking, dan pengujian kode.
SwiftPM dapat bekerja dengan repositori git apa pun sebagai sumber kode Swift, termasuk layanan repositori privat seperti Bitbucket dan JFrog Artifactory. Yang paling menonjol, SwiftPM kompatibel dengan Swift Package Index (SPI), layanan pencarian artefak Swift yang dibuat pada 2020 dan diakuisisi Apple pada Juni lalu.
SPI saat ini menjadi repositori de facto bagi banyak pengembang Swift, dengan koleksi lebih dari 10.400 paket. Banyak yang menyukai cara registry ini menguji setiap dependensi untuk kompatibilitas dengan tiap platform dan versi Swift.
Debugging Lebih Hemat Penyimpanan
Rilis ini juga merampingkan bagian lain dari proses build, termasuk debugging. Pada Swift 6.4, debugger default LLDB kini punya cara yang lebih hemat penyimpanan untuk men-debug modul, yakni dengan mengidentifikasi jalur persis modul yang digunakan.
Sebelumnya, seluruh modul disematkan ke dalam berkas debugging sehingga menyebabkan pembengkakan ukuran. Kini debugger dapat mengikuti pointer dan memeriksa modul aslinya secara langsung.
Rilis ini juga membawa perbaikan interoperabilitas dengan C++, Java, JavaScript, bahkan WebAssembly yang kini memiliki SDK tersendiri. Bagi yang ingin memulai, toolchain Swift 6.4 dapat diunduh menggunakan command line Swiftly melalui halaman Install Swift.