JAKARTA - Perum Damri menyiapkan diri menghadapi lonjakan penumpang selama libur akhir tahun Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Perusahaan BUMN ini menargetkan 1,3–1,4 juta penumpang, meningkat sekitar 10 persen dibandingkan tahun lalu yang mencatat 1,2 juta penumpang.
Vice President Corporate Secretary Damri, Chrystian RM Pohan, menjelaskan bahwa hingga Oktober 2025, Damri telah melayani sekitar 51 juta penumpang dari berbagai segmen, baik angkutan perkotaan maupun rute komersial.
“Target kami selama Nataru kurang lebih satu juta penumpang akan kami layani di seluruh Indonesia,” ujarnya. Persiapan ini menjadi strategi penting untuk memastikan layanan tetap optimal dan aman selama periode padat liburan.
Rute-Rute Favorit yang Paling Diburu Penumpang
Sejumlah rute Damri menjadi favorit masyarakat saat libur akhir tahun. Dominasi perjalanan antarkota dan antarprovinsi menjadi pilihan utama para penumpang yang ingin pulang kampung atau berwisata.
Menurut Chrystian, rute Lampung–Jakarta menjadi salah satu yang paling banyak diminati, dengan frekuensi layanan harian yang padat.
Daftar rute favorit Damri yang banyak dicari penumpang antara lain:
Lampung–Jakarta
Jakarta–Surabaya–Malang
Jakarta–Wonosobo
Jakarta–Yogyakarta
Pontianak–Singkawang
Pontianak–Kuching (Malaysia)
Okupansi pada rute-rute ini hampir selalu penuh setiap harinya, menunjukkan tingginya permintaan. Rute Jakarta–Yogyakarta, misalnya, menjadi rute favorit karena tingkat keterisian penumpang nyaris sempurna. Selain itu, bus menuju Brunei Darussalam juga menjadi pilihan masyarakat yang ingin bepergian ke luar negeri pada musim liburan.
Kesiapan Layanan Bandara dan Penyesuaian Armada
Selain rute favorit, Damri juga memperhatikan layanan dari dan menuju bandara. Meskipun bukan rute utama, permintaan dapat meningkat mengikuti okupansi penerbangan. Chrystian menyebut, rata-rata jumlah penumpang menuju bandara selama Nataru mencapai 8.000–9.000 orang per hari.
“Kalau Damri bandara sebenarnya bukan favorit. Tapi jika okupansi pesawat melonjak, layanan kami juga akan meningkat,” jelasnya. Penyesuaian armada menjadi strategi penting untuk memastikan kenyamanan dan kelancaran perjalanan penumpang, terutama pada puncak arus mudik dan balik menjelang Natal dan Tahun Baru.
Persiapan ini termasuk koordinasi dengan pool Damri di berbagai kota untuk memastikan armada siap, rute berjalan lancar, dan layanan tetap prima. Semua langkah diambil agar masyarakat merasakan pengalaman bepergian yang aman dan nyaman, terutama bagi mereka yang bepergian jauh selama liburan.
Kontribusi Rute Favorit terhadap Pendapatan Perusahaan
Rute-rute favorit selama Nataru juga memberikan kontribusi signifikan terhadap pendapatan Damri. Chrystian menyebutkan bahwa rute-rute ini menyumbang sekitar 40–50 persen dari total pendapatan angkutan milik BUMN ini.
Dengan tingginya okupansi dan frekuensi perjalanan, Damri mampu menjaga stabilitas operasional sekaligus memberikan pelayanan optimal.
Periode Nataru 2025/2026 Damri berlangsung mulai 19 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026, dengan prediksi lonjakan penumpang paling tinggi menjelang Hari Natal 2025.
Layanan yang siap melayani penumpang dengan kapasitas maksimal diharapkan mampu mengakomodasi kebutuhan transportasi masyarakat, sekaligus menjadi salah satu solusi mobilitas aman dan nyaman selama musim liburan.
Chrystian menekankan, persiapan armada, rute, dan pelayanan merupakan upaya Damri untuk memastikan pengalaman perjalanan yang menyenangkan bagi penumpang, sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi BUMN.
Dengan strategi ini, Damri siap menghadapi periode Nataru dengan optimisme tinggi, sambil menyeimbangkan volume penumpang, kualitas layanan, dan keselamatan perjalanan.