Saham Mercari Melonjak 4% Usai Batasi Jual-Beli Kartu Pokemon

Minggu, 20 September 2026 | 10:01:00 WIB
Saham Mercari Melonjak 4% Usai Batasi Jual-Beli Kartu Pokemon

LIPUTANEKONOMI.COM — Saham Mercari melonjak lebih dari 4% pada perdagangan Jumat (18/9/2026), setelah marketplace Jepang itu membatasi sementara penjualan produk kartu Pokemon. Kebijakan yang mulai berlaku Rabu (16/9/2026) itu justru sempat membuat sahamnya anjlok 6,4% di hari yang sama, sebelum berbalik menguat.

Mercari menerapkan larangan sementara penayangan produk kartu Pokemon di platformnya. Manajemen beralasan kebijakan itu diambil untuk mengantisipasi lonjakan transaksi yang berpotensi memicu sengketa perdagangan hingga pelecehan antar pengguna.

Keputusan tersebut sempat menekan harga saham perseroan. Pada Rabu (16/9/2026), saham Mercari ditutup turun 6,4%, lalu berbalik menguat 1,4% keesokan harinya sebelum akhirnya melesat lebih dari 4% pada Jumat (18/9/2026).

Citibank Sebut Penurunan Saham Terlalu Berlebihan

Citibank menilai aksi jual yang menimpa saham Mercari sudah keterlaluan. Menurut analis bank investasi tersebut, pasar bereaksi terlalu pesimistis terhadap pengumuman pembatasan penjualan kartu Pokemon.

Citibank justru melihat penurunan harga saham sebagai peluang masuk bagi investor. Rekomendasi itu menjadi salah satu pemicu pemulihan harga saham Mercari dalam dua sesi setelahnya.

Kartu Pokemon Booming, Harga Melonjak 1.350% Sejak 2020

Fenomena kartu Pokemon memang tengah panas di pasar global dalam beberapa bulan terakhir. Permintaan tercatat terus melonjak, diikuti kenaikan harga jual di pasar sekunder.

Data sejumlah lembaga memberi gambaran seberapa besar gelombang permintaan itu:

  • Marketplace eBay mencatat kata kunci "Pokemon" dicari lebih dari enam juta kali sepanjang Juli.
  • Profesional Sports Authenticator, agensi penilaian kartu, mencatat harga jual kartu Pokemon melesat hingga 1.350% sejak 2020.
  • Influencer Logan Paul menjual kartu Pikachu Illustrator lebih dari US$16 juta (Rp 284,9 miliar) pada Februari, padahal membelinya US$5 juta (Rp 89 miliar) pada 2021.
  • Unggahan di media sosial X menyebut ada penjualan kartu Pokemon senilai US$2,7 juta (Rp 48 miliar) melalui lelang.

Mengapa Mercari Membatasi Penjualan

Lonjakan transaksi kartu Pokemon di Mercari membawa risiko operasional yang nyata. Manajemen menyebut potensi sengketa perdagangan dan pelecehan terhadap pengguna yang tengah bertransaksi sebagai alasan utama pembatasan sementara.

Kebijakan itu menyasar produk kartu Pokemon berusia 30 tahun. Penayangan produk tersebut dilarang sementara waktu hingga kondisi transaksi di platform dinilai lebih terkendali.

Langkah Mercari berbeda dari sebagian platform lain yang justru menangguk untung dari euforia kartu Pokemon. Pasar online eBay, misalnya, tetap membiarkan jual-beli kartu berjalan dan mencatat lonjakan pencarian kata kunci secara signifikan.

Apa Artinya bagi Investor

Reaksi pasar terhadap saham Mercari menunjukkan sentimen investor masih sensitif terhadap kebijakan operasional perseroan. Penurunan 6,4% pada Rabu (16/9/2026) berbalik menjadi kenaikan lebih dari 4% pada Jumat (18/9/2026) setelah Citibank menilai aksi jual berlebihan.

Bagi pelaku bisnis marketplace, kasus ini menjadi catatan soal trade-off antara menjaga volume transaksi dan melindungi pengguna. Pembatasan sementara bisa menekan aktivitas jual-beli jangka pendek, tetapi juga mengurangi risiko sengketa yang berpotensi merusak reputasi platform.

Pergerakan saham Mercari ke depan akan bergantung pada seberapa cepat pembatasan dicabut dan seberapa besar dampaknya terhadap pendapatan dari kategori koleksi. Investor perlu mencermati laporan kinerja berikutnya untuk melihat apakah euforia kartu Pokemon benar-benar berkontribusi signifikan terhadap pendapatan perseroan.

Terkini