Jayamas Medica

Jayamas Medica Siapkan Langkah untuk Mencapai Pendapatan Rp2,3 Triliun Secara Optimal

Jayamas Medica Siapkan Langkah untuk Mencapai Pendapatan Rp2,3 Triliun Secara Optimal
Jayamas Medica Siapkan Langkah untuk Mencapai Pendapatan Rp2,3 Triliun Secara Optimal

JAKARTA - PT Jayamas Medica Industri Tbk. (OMED) menatap tahun 2026 dengan optimisme tinggi. 

Perusahaan manufaktur dan distribusi alat kesehatan dengan merek OneMed menargetkan pendapatan Rp2,3 triliun. Target ini mencerminkan pertumbuhan tahunan (YoY) di kisaran 10%–15% yang realistis dan ambisius.

Direktur Marketing dan Sales OMED, Louis Hartanto, menyebut margin laba kotor akan dijaga pada kisaran awal 30%. Selain itu, perseroan menargetkan penjualan ekspor senilai US$1,0 juta–US$1,5 juta. Angka-angka ini menunjukkan strategi pertumbuhan yang seimbang antara pasar domestik dan internasional.

Prospek usaha 2026 didukung permintaan struktural di sektor kesehatan nasional. Segmen kesehatan swasta juga menjadi pendorong utama pertumbuhan. Dukungan pemerintah terhadap sektor kesehatan memperkuat fondasi pertumbuhan ini.

Dukungan Anggaran Kesehatan Nasional

Pemerintah meningkatkan anggaran kesehatan nasional sebesar 16% menjadi sekitar Rp244 triliun. Kenaikan ini dari Rp211 triliun pada 2025 menegaskan prioritas pemerintah di bidang kesehatan. Fokus utama tetap pada peningkatan aksesibilitas, keterjangkauan, dan keberlanjutan layanan kesehatan.

Kebijakan pemerintah juga diarahkan pada penguatan industri kesehatan dan farmasi dalam negeri. Hal ini menjadi kesempatan bagi perusahaan seperti OMED untuk memperluas kapasitas dan inovasi. Penguatan industri lokal diharapkan mendukung kualitas dan ketersediaan alat kesehatan nasional.

Meski program BPJS Kesehatan tetap vital, tekanan pendanaan tetap ada. Rasio klaim yang melampaui penerimaan iuran menjadi tantangan tersendiri. Segmen layanan kesehatan swasta diharapkan tetap resilien karena permintaan layanan kompleks terus meningkat.

Strategi Pertumbuhan dan Investasi Modal

OMED menyiapkan belanja modal sekitar Rp62 miliar pada 2026. Dana ini difokuskan untuk menambah mesin di fasilitas produksi Mojoagung, Jombang, dan Krian, Sidoarjo, Jawa Timur. Investasi ini bertujuan memperluas kapasitas produksi dan mendukung pertumbuhan jangka panjang.

Selain itu, pengembangan National Distribution Center (NDC) di Pulo Gadung, Jakarta, menjadi prioritas. NDC diharapkan meningkatkan efisiensi logistik dan kualitas layanan. Khususnya untuk wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat, distribusi alat kesehatan akan lebih cepat dan efektif.

Investasi ini juga menegaskan fokus OMED pada kesiapan operasional dan ekspansi strategis. Penguatan kapasitas produksi dan distribusi menjadi bagian dari strategi untuk menghadapi permintaan pasar yang terus bertambah. Langkah ini memperkuat posisi OMED di industri alat kesehatan nasional.

Fokus Pada Eksekusi Strategi dan Nilai Berkelanjutan

Manajemen OMED tetap memantau dinamika pasar saham dan faktor makroekonomi global. Meskipun volatilitas pasar bisa mempengaruhi jangka pendek, fokus utama tetap pada eksekusi strategi jangka panjang. Strategi ini mencakup penguatan kapasitas produksi, distribusi, dan layanan pelanggan.

Perseroan menekankan penciptaan nilai berkelanjutan sebagai prioritas. Hal ini mencakup efisiensi operasional, inovasi produk, dan ekspansi pasar. Fokus tersebut diharapkan mendukung pertumbuhan jangka panjang dan stabilitas finansial perusahaan.

Langkah-langkah ini juga mencerminkan kesiapan OMED menghadapi persaingan industri alat kesehatan. Kesiapan operasional dan logistik menjadi keunggulan kompetitif. Dengan strategi yang terencana, perusahaan mampu menjaga momentum pertumbuhan dan memenuhi target pendapatan Rp2,3 triliun.

Prospek Industri Kesehatan dan Ekspansi OMED

Permintaan alat kesehatan di Indonesia diperkirakan terus meningkat. Segmen layanan kesehatan swasta, produk consumable medis, dan infrastruktur kesehatan menjadi pendorong utama. Hal ini memberikan peluang signifikan bagi OMED untuk menambah penetrasi pasar.

Ekspansi NDC dan fasilitas produksi baru akan mendukung distribusi yang lebih cepat dan efisien. Selain itu, perusahaan dapat memenuhi permintaan yang meningkat dari rumah sakit, klinik, dan distributor medis. Strategi ini juga selaras dengan tren pertumbuhan industri kesehatan nasional.

OMED menegaskan bahwa fokus pada inovasi, kualitas layanan, dan ekspansi kapasitas menjadi kunci kesuksesan. Target pendapatan Rp2,3 triliun bukan sekadar angka, tetapi cerminan strategi yang terintegrasi. Keseluruhan langkah ini memperkuat posisi OMED sebagai pemain utama industri alat kesehatan nasional.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index