JAKARTA - Presiden Direktur PT Alam Sutera Realty Tbk., Joseph Sanusi Tjong, menambah kepemilikan sahamnya di ASRI.
Dia memborong 2 juta lembar saham dalam satu kali transaksi. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp322 juta.
Pembelian saham tersebut dilakukan dengan harga Rp161 per lembar. Dengan langkah ini, Joseph memperkuat posisinya sebagai pemegang saham langsung. "Tujuan dari transaksi tersebut adalah untuk investasi dengan kepemilikan secara langsung,” tulis Joseph dalam keterbukaan informasi
Setelah transaksi, jumlah saham yang dimiliki Joseph mencapai 3,42 juta lembar. Persentase hak suaranya kini 0,02%. Angka ini meningkat signifikan dibandingkan kepemilikan sebelumnya.
Profil Joseph Sanusi Tjong
Joseph Sanusi Tjong menjabat Presiden Direktur ASRI sejak Januari 2016. Sebelumnya, dia mengemban posisi Direktur pada 2007-2015. Pengalamannya yang panjang di industri properti menjadi nilai tambah bagi perusahaan.
Sebelum bergabung dengan ASRI, Joseph berkarier di PT Alfa Goldland Realty. Dia pernah menjabat sebagai Kepala Keuangan pada 2000-2003. Kariernya di perusahaan itu dimulai sebagai Project Manager pada 1994-2000.
Dari sisi akademik, Joseph meraih gelar Sarjana Teknik Sipil dari Universitas Indonesia pada 1987. Dia kemudian menyelesaikan studi Master of Business Administration (MBA) di International University of Japan pada 1993. Pendidikan ini menjadi bekal strategis dalam pengelolaan perusahaan properti.
Dampak Transaksi terhadap Kepemilikan
Transaksi terbaru Joseph meningkatkan sahamnya sebesar 2 juta lembar. Persentase hak suara yang dimilikinya meningkat dari 0,01% menjadi 0,02%. Hal ini menunjukkan komitmen Joseph terhadap pertumbuhan perusahaan.
Penambahan saham tersebut sekaligus memperkuat posisi Joseph dalam pengambilan keputusan strategis. Investasi langsung ini menunjukkan keyakinan pada prospek jangka panjang ASRI. Dampak transaksi terasa pada struktur kepemilikan dan stabilitas perusahaan.
Dengan kepemilikan yang meningkat, Joseph memiliki kontrol lebih besar atas keputusan strategis perusahaan. Langkah ini sejalan dengan visi pengembangan bisnis jangka panjang. Para pemegang saham lain juga mendapat sinyal positif tentang prospek ASRI.
Kondisi Pasar Saham ASRI
Di lantai bursa, saham ASRI mengalami tekanan harga pada penutupan sesi perdagangan. Harga tercatat turun 3,82% ke level Rp151 per lembar. Tren ini juga mencerminkan pelemahan 7,36% sepanjang tahun berjalan 2026.
Meskipun demikian, transaksi Joseph menunjukkan kepercayaan diri terhadap prospek perusahaan. Pembelian saham di tengah kondisi pasar yang melemah menunjukkan optimisme manajemen. Hal ini menjadi indikator positif bagi investor jangka panjang.
Penurunan saham ini juga menjadi peluang bagi pihak internal untuk menambah kepemilikan. Langkah strategis seperti ini memungkinkan penguatan struktur pemegang saham. Prospek pertumbuhan perusahaan tetap dijaga meski pasar sementara melemah.
Prospek dan Strategi Ke Depan
Dengan kepemilikan saham yang meningkat, Joseph berpotensi memengaruhi arah strategi perusahaan. Fokus tetap pada pengembangan proyek properti dan inovasi bisnis. Langkah ini diharapkan meningkatkan nilai perusahaan secara berkelanjutan.
Investasi langsung Joseph menjadi sinyal positif bagi pasar dan pemegang saham lainnya. Kepercayaan manajemen terhadap prospek jangka panjang perusahaan terlihat jelas. Strategi ini juga mendukung stabilitas perusahaan dalam menghadapi fluktuasi pasar.
Selain itu, penguatan kepemilikan saham mendorong perencanaan proyek baru. Hal ini akan memperkuat posisi ASRI dalam industri properti nasional. Keputusan strategis ke depan diharapkan mampu mendorong pertumbuhan dan meningkatkan daya saing perusahaan.