Sumaya Bawa Teqball Indonesia ke Final Asian Games 2026

Sabtu, 19 September 2026 | 18:58:31 WIB
Atlet teqball putri Indonesia Sumaya [FOTO: NET].

JAKARTA - Atlet teqball putri Indonesia, Sumaya, sukses mengantarkan kontingen Merah Putih menembus babak final nomor tunggal putri Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Pencapaian luar biasa ini diraihnya hanya dalam kurun waktu dua tahun setelah memutuskan beralih dari cabang olahraga sepak takraw.

Sumaya mengunci tiket ke laga pemungkas usai menumbangkan perlawanan wakil India, Quimcy Joaquim Dsouza, lewat pertarungan sengit tiga gim berkesudahan 7-12, 12-9, dan 12-7 di Nagoya City Higashi Sports Center, Nagoya, Jepang, Sabtu.

"Hasil ini sangat berarti bagi saya. Target kami adalah medali emas," kata Sumaya seusai pertandingan.

Kepastian medali yang sudah berada di tangan ini menjadi raihan tertinggi Sumaya sepanjang kariernya di kancah internasional.

 Sekaligus, pencapaian ini mempersembahkan medali pertama bagi Indonesia dari cabang olahraga teqball sepanjang sejarah keikutsertaan di ajang Asian Games.

Proses perjalanan Sumaya hingga menggapai partai puncak tergolong teramat singkat. Olahragawan berusia 21 tahun ini baru mulai mendalami teqball sekitar dua tahun lalu setelah sebelumnya fokus berkoalisi di cabor sepak takraw.

Semenjak berpaling ke teqball, Sumaya melahap porsi latihan secara intensif saban hari. Ia membeberkan bahwa porsi waktunya nyaris habis tercurah guna mengasah ketangkasan di atas lapangan.

"Kami terus berlatih. Hidup saya untuk teqball. Setiap hari, pagi, siang, dan sore," ujar Sumaya.

Komitmen dan ketekunan tersebut pada akhirnya membuahkan hasil manis di Asian Games Aichi-Nagoya. Meskipun mesti melalui babak repechage akibat finis sebagai runner-up Grup B, Sumaya sanggup menjaga konsistensi permainannya hingga melenggang ke partai final.

Di babak penyisihan grup, Sumaya sempat mengandaskan utusan Lebanon, Dandal Kamar, dengan skor 12-9, 12-11, sebelum dipaksa menyerah dari wakil Myanmar, Wai Khin Hnin, 10-12, 8-12. Ia lantas bangkit menundukkan pe-teqball Kirgizstan, Aidana Otorbaeva, lewat drama 6-12, 12-6, 12-6.

Rangkaian hasil tersebut menempatkan Sumaya di peringkat kedua Grup B sehingga harus melewati fase repechage. Pada fase penentuan itu, ia sukses menekuk wakil Kamboja, DY Koemyean, 12-8, 12-7 untuk memutaskan langkah ke babak empat besar.

Tatkala berhadapan dengan Dsouza di babak semifinal, Sumaya sempat kehilangan gim pertama. Atlet asal India itu langsung melesat 5-1 dan menjaga keunggulannya hingga menutup gim pertama dengan skor 12-7.

Akan tetapi, Sumaya sanggup membalikkan keadaan pada gim kedua. Seusai kejar-kejaran angka yang menegangkan hingga kedudukan 9-9, ia berhasil mengamankan tiga poin beruntun guna memaksakan hasil imbang.

Memasuki gim penentuan, Sumaya lagi-lagi tertinggal lebih dulu 3-0 dan 3-7. Namun, ia tetap tenang menjaga ketenangan dan sanggup menyapu empat poin berturut-turut demi menyamakan skor menjadi 7-7.

Usai membalikkan keadaan menjadi 8-7, Sumaya terus memegang kendali permainan hingga mengunci gim ketiga dengan kemenangan 12-7.

"Tenang dan fokus pada satu poin. Yang sudah berlalu, lebih baik ditinggalkan. Kami belajar dari latihan untuk tetap fokus pada setiap poin," kata Sumaya.

Ia mengakui bahwa Dsouza dibekali penguasaan teknik dan strategi yang ciamik, akan tetapi faktor rasa percaya diri menjadi kunci utamanya untuk bangkit setelah sempat kebobolan di gim pembuka.

"India punya permainan dan sentuhan taktik yang bagus, tetapi saya punya kepercayaan diri untuk kembali ke pertandingan," ujar Sumaya.

Selanjutnya di babak perbutan medali emas yang dijadwalkan bergulir pada Minggu (19/9/2026), Sumaya bakal kembali bertatap muka dengan rivalnya dari Myanmar, Wai Khin Hnin.

Tags

Terkini