Berobat Kanker Payudara Komprehensif di Mayapada Hospital Jaksel

Sabtu, 19 September 2026 | 18:49:32 WIB
Kanker Payudara [FOTO: NET].

JAKARTA - Banyak penderita memilih opsi pengobatan ke luar negeri sewaktu terdiagnosis kanker payudara demi memperoleh layanan medis yang komprehensif. Padahal, fasilitas kesehatan di dalam negeri saat ini telah dibekali ekosistem pelayanan medis yang mumpuni serta terintegrasi dalam satu atap.

Contohnya dapat dijumpai di Mayapada Hospital Jakarta Selatan.

"Melalui Mayapada Hospital Jakarta Selatan, kami mengembangkan komprehensif cancer care," ungkap Direktur Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr. Fiktorius Kuludong, MM, dalam konferensi pers penandatanganan kerja sama antara Mayapada Hospital Jakarta Selatan dan Lovepink Indonesia di Mayapada Hospital Jakarta Selatan, Jumat (18/9/2026).

Layanan medis yang terpadu dan menyeluruh ini menjamin setiap pasien memperoleh rute penyembuhan yang tepat sasaran, dimulai dari tahap skrining awal, tindakan kuratif, hingga agenda pemantauan rutin pascapengobatan.

"Kami penanganan cancer secara terpadu dari skrining, pengobatan. Kadang-kadang orang habis pengobatan pikir selesai, ternyata masih ada lanjutan," lanjut dr. Fiktorius.

Kecepatan Hasil Laboratorium dan Pemindaian Medis

Kecepatan serta ketepatan diagnosis menjadi fondasi krusial sebelum tim medis menentukan metode pengobatan. Salah satu parameter yang amat esensial ialah hasil Patologi Anatomi (PA) yang berfungsi memetakan karakteristik sel kanker secara spesifik.

Di fasilitas kesehatan ini, proses pemeriksaan biologis didorong guna memangkas waktu tunggu pasien. Hasil evaluasi jaringan diupayakan rampung dalam hitungan hari, bahkan jam, agar intervensi medis lanjutan tidak tertunda terlalu lama.

"Poin plus di patologi anatomi, biasanya lima sampai tujuh hari. Saya di sini mem-push itu satu sampai tiga hari untuk PA yang simpel. Saya harap sih dalam beberapa jam patologi anatominya itu udah keluar," papar dr. Fiktorius.

Selain hasil laboratorium, ketersediaan perangkat diagnostik berteknologi tinggi turut mempermudah proses pelacakan jejak penyebaran massa tumor di dalam tubuh. 

Fasilitas pemindaian canggih seperti PET scan dan SPECT scan telah tersedia guna memperjelas rute tindakan pengobatan selanjutnya.

Penanganan Presisi Melalui Diskusi Tumor Board

Begitu rincian diagnosis selesai ditegakkan, penentuan jalur terapi pada pasien tidak diputuskan secara sepihak oleh satu dokter spesialis saja. 

Seluruh tenaga ahli kedokteran dari beraneka disiplin ilmu akan duduk bersama guna merumuskan solusi pengobatan terbaik bagi kondisi pasien.

Wadah diskusi terstruktur bernama Tumor Board ini menjadi instrumen vital untuk membedah problem klinis dari berbagai sudut pandang spesialisasi kedokteran. 

Tindakan yang diberikan pada akhirnya menjadi jauh lebih presisi sekaligus meminimalkan area abu-abu dalam ranah medis.

"Tumor Board itu adalah diskusi medis mengenai penanganan cancer patient dengan multidisiplin. Ini artinya pasien itu tidak hanya ditangani oleh satu dokter, tetapi berbagai multidisiplin bidang keilmuan dari kedokteran itu berdiskusi," ucap dr. Fiktorius.

Setiap tenaga profesional kesehatan akan menimbang berbagai opsi pengobatan beserta kalkulasi efek sampingnya terhadap imunitas pasien. 

Eksekusi pengobatan baru diambil saat langkah kolaboratif tersebut dinilai memiliki tingkat efektivitas tertinggi dengan risiko yang rasional.

"Masing-masing terapi plus minusnya apa, yang pasti akan diambil nilai plusnya jauh lebih banyak daripada nilai minusnya, sehingga baru diputuskan," jelas dr. Fiktorius.

Kemitraan Strategis untuk Kemudahan Pembiayaan Pasien

Keberhasilan penanganan tumor ganas tidak sekadar bertumpu pada kompetensi dokter dan kecanggihan teknologi rumah sakit, melainkan juga dukungan finansial. 

Penyakit kronis membutuhkan kesinambungan perawatan jangka panjang yang umumnya membebani pikiran pasien maupun pihak keluarga.

Merespons kendala tersebut, kemitraan strategis dengan berbagai lembaga dan korporasi mulai dibangun secara luas. Langkah ini ditujukan supaya para penderita sanggup fokus memulihkan diri tanpa perlu merasa tertekan oleh tata cara pembiayaan yang berbelit.

"Mayapada harus ber-partnership dengan beberapa partner, which is insurance, korporasi, ataupun komunitas. Jadi mereka tidak akan worried dari sisi pendanaan," sebut Chief Operating Officer Mayapada Hospital Jakarta Selatan, Joyce Rahayu Kusumariyadi.

Kerja sama ini secara langsung menjembatani layanan medis dengan jaminan kemudahan administratif bagi pasien. Ekosistem perawat kesehatan yang saling menopang antarmitra inilah yang akhirnya mampu memberikan rasa aman bagi pejuang kanker payudara di negeri sendiri

Tags

Terkini