KAI

KAI Layani 4,9 Juta Perjalanan Selama Angkutan Lebaran 2026

KAI Layani 4,9 Juta Perjalanan Selama Angkutan Lebaran 2026
KAI Layani 4,9 Juta Perjalanan Selama Angkutan Lebaran 2026

JAKARTA - Mobilitas masyarakat selama masa libur Lebaran selalu mengalami peningkatan signifikan setiap tahunnya.

Perpindahan masyarakat dari kota ke kampung halaman maupun perjalanan kembali ke kota setelah libur panjang membuat berbagai moda transportasi dipadati penumpang, termasuk layanan kereta api.

Kereta api menjadi salah satu pilihan transportasi favorit masyarakat karena dinilai nyaman, tepat waktu, dan mampu mengangkut penumpang dalam jumlah besar.

Tidak heran jika setiap musim mudik dan arus balik Lebaran, jumlah pengguna layanan kereta api selalu meningkat dibandingkan hari-hari biasa.

Tingginya minat masyarakat menggunakan kereta api juga terlihat pada periode Angkutan Lebaran tahun ini. Data terbaru menunjukkan bahwa jutaan perjalanan telah dilayani oleh operator kereta api nasional selama masa angkutan tersebut.

PT Kereta Api Indonesia mencatat tingginya mobilitas masyarakat selama periode Angkutan Lebaran 2026. Dalam kurun waktu 20 hari, KAI melayani lebih dari 4,9 juta perjalanan pelanggan di berbagai wilayah di Indonesia.

Hingga 30 Maret 2026 pukul 15.00 WIB, pemesanan tiket Angkutan Lebaran untuk periode 11 Maret hingga 1 April 2026 mencapai 4.923.309 tiket, meningkat 25,7 persen dibandingkan realisasi Angkutan Lebaran 2025 sebanyak 3.915.546 pelanggan. 

Angka ini masih bersifat dinamis dan akan terus bertambah hingga akhir periode angkutan 1 April 2026.

Mobilitas masyarakat meningkat selama periode angkutan Lebaran

Lonjakan jumlah pelanggan selama Angkutan Lebaran 2026 mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat yang melakukan perjalanan menggunakan kereta api. 

KAI mencatat bahwa jutaan penumpang memanfaatkan layanan tersebut untuk berbagai keperluan perjalanan, baik mudik maupun arus balik.

Volume tersebut mencerminkan tingginya mobilitas harian masyarakat, dengan puncak layanan kereta api jarak jauh mencapai 247.025 pelanggan pada H+1 masa Angkutan Lebaran atau 23 Maret 2026 dengan okupansi mencapai 154,1%. Adapun kapasitas yang disediakan pada periode ini mencapai 4.498.696 tempat duduk.

Angka tersebut menunjukkan bahwa permintaan masyarakat terhadap layanan kereta api sangat tinggi, bahkan melampaui kapasitas tempat duduk yang tersedia pada beberapa waktu tertentu. 

Tingginya minat masyarakat ini menjadi salah satu indikator penting dalam melihat peran kereta api sebagai moda transportasi utama saat musim mudik.

“Perbedaan antara pertumbuhan kapasitas dan pemesanan menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap layanan kereta api selama Lebaran,” ungkap Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin.

Dominasi layanan kereta api jarak jauh

Dari total perjalanan yang tercatat selama periode Angkutan Lebaran, layanan kereta api jarak jauh menjadi moda yang paling banyak digunakan oleh masyarakat. Hal ini tidak terlepas dari kebutuhan masyarakat untuk melakukan perjalanan antar kota maupun antar provinsi saat mudik.

Dari total pemesanan tersebut, layanan KA Jarak Jauh mencatat 4.130.168 pelanggan, sedangkan KA Lokal sebanyak 793.141 pelanggan. 

Pergerakan pelanggan berlangsung bertahap sejak awal periode dan mencapai puncak pada fase arus balik dengan pola perjalanan yang lebih menyebar.

Data tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar penumpang memanfaatkan kereta api jarak jauh untuk perjalanan mudik ke berbagai daerah di Indonesia. 

Sementara itu, kereta lokal juga tetap menjadi pilihan masyarakat untuk mobilitas jarak pendek di wilayah tertentu.

Selama periode 11 hingga 29 Maret 2026, KAI telah melayani 4.493.485 pelanggan, terdiri atas 3.751.188 pelanggan KA Jarak Jauh dan 742.297 pelanggan KA Lokal. Pola mobilitas yang lebih merata memberikan ruang bagi operasional untuk tetap berjalan optimal.

Kinerja operasional tetap terjaga selama musim mudik

Di tengah tingginya volume penumpang, kinerja operasional kereta api tetap terjaga dengan baik. Hal ini menjadi salah satu indikator keberhasilan pengelolaan Angkutan Lebaran oleh KAI.

Sepanjang Angkutan Lebaran 2026, KAI mengoperasikan 8.844 perjalanan kereta api dengan tingkat ketepatan waktu keberangkatan sebesar 99,80 persen dan ketepatan waktu kedatangan sebesar 98,86 persen.

Capaian tersebut menunjukkan bahwa layanan kereta api tetap mampu berjalan sesuai jadwal meskipun menghadapi lonjakan jumlah penumpang yang cukup signifikan selama musim mudik.

Untuk keberangkatan pada 30 Maret 2026 hingga pukul 15.00 WIB, jumlah pelanggan KA Jarak Jauh mencapai 168.111 pelanggan dan masih berpotensi meningkat hingga malam hari.

Bobby menyampaikan bahwa capaian ini merupakan hasil dari perencanaan dan evaluasi yang dilakukan secara konsisten oleh seluruh jajaran KAI.

“Yang terlihat adalah pengalaman perjalanan pelanggan. Di balik itu, terdapat sistem yang terus bekerja dan Insan yang memastikan layanan berjalan aman dan tepat waktu. Setiap penyelenggaraan menjadi bahan evaluasi untuk peningkatan ke depan,” ujar Bobby.

Dampak mobilitas Lebaran bagi daerah tujuan

Selain memberikan kemudahan transportasi bagi masyarakat, mobilitas besar selama musim Lebaran juga memberikan dampak ekonomi bagi berbagai daerah tujuan. Pergerakan jutaan orang dari satu daerah ke daerah lain turut mendorong aktivitas ekonomi dan pariwisata.

Dalam kesempatan di Stasiun Pasar Senen pada 30 Maret 2026, Bobby juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh Insan KAI atas dedikasi selama periode Angkutan Lebaran.

Lebaran tahun ini turut menggerakkan aktivitas di berbagai daerah. Perjalanan masyarakat berkontribusi pada peningkatan aktivitas ekonomi dan pariwisata di kota-kota tujuan.

Mobilitas masyarakat yang tinggi selama periode tersebut tidak hanya berdampak pada sektor transportasi, tetapi juga memberikan efek positif bagi pelaku usaha lokal, sektor pariwisata, serta berbagai kegiatan ekonomi lainnya di daerah.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelanggan atas kepercayaan yang diberikan kepada KAI. Setiap masukan menjadi bagian penting untuk meningkatkan kualitas layanan ke depan,” tutup Bobby.

Dengan meningkatnya jumlah pelanggan setiap tahun, KAI diharapkan terus meningkatkan kualitas layanan serta kapasitas operasional agar mampu memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat di masa mendatang.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index