Revitalisasi Sekolah

Prabowo Rampungkan Revitalisasi Sekolah Nasional Hingga Maret 2026

Prabowo Rampungkan Revitalisasi Sekolah Nasional Hingga Maret 2026
Prabowo Rampungkan Revitalisasi Sekolah Nasional Hingga Maret 2026

JAKARTA - Upaya peningkatan kualitas pendidikan nasional terus menunjukkan progres signifikan di bawah pemerintahan Prabowo Subianto. 

Salah satu fokus utama yang kini mulai terlihat hasilnya adalah program revitalisasi sekolah, yang ditujukan untuk memperbaiki infrastruktur pendidikan di berbagai daerah. 

Hingga Maret 2026, ribuan sekolah telah rampung diperbaiki, menandai percepatan realisasi program yang semula ditargetkan lebih rendah.

Capaian ini tidak hanya menjadi indikator keberhasilan pelaksanaan program, tetapi juga mencerminkan komitmen pemerintah dalam memperkuat fondasi pendidikan nasional. 

Dengan kondisi fasilitas yang lebih layak, diharapkan proses belajar mengajar dapat berjalan lebih optimal dan merata di seluruh wilayah Indonesia.

Capaian Revitalisasi Sekolah Lampaui Target Awal

Kepala Staf Presiden (KSP) Muhammad Qodari melaporkan, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto telah menyelesaikan revitalisasi untuk 16.062 sekolah.

Qodari menjelaskan, program revitalisasi sekolah pada 2025 awalnya menargetkan 10.000 sekolah. Namun, kemudian ditambah menjadi 16.167 sekolah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 16.062 sekolah telah selesai dibangun.

“Program Revitalisasi Sekolah telah diberikan kepada 16.167 sekolah di tahun 2025. Hingga 11 Maret 2026, sebanyak 16.062 sekolah telah menyelesaikan pembangunan dan masih terdapat 105 satuan pendidikan yang dalam proses penuntasan pembangunan fisik,” kata Qodari.

Capaian ini menunjukkan bahwa realisasi program tidak hanya memenuhi target, tetapi hampir seluruh proyek berhasil diselesaikan dalam waktu yang relatif singkat.

Target Baru Dan Anggaran Pendidikan Tahun Berikutnya

Pada 2026, program revitalisasi di sektor pendidikan dasar dan menengah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 14,1 triliun dengan target 11.744 sekolah.

“Selain anggaran yang telah dialokasikan dan total sasaran yang telah ditetapkan untuk 2026, pemerintah juga berencana menambah sasaran hingga 60.000 satuan pendidikan,” jelas Qodari.

“Jadi, kalau 2025 dari 10.000 naik 16.000. Kalau di 2026 ini, yang sudah dialokasikan sekitar 11.000, direncanakan akan ditambah sehingga mencapai 60.000,” tambahnya.

Rencana peningkatan target ini menandakan adanya akselerasi kebijakan yang cukup agresif dalam memperbaiki sarana pendidikan, sekaligus menunjukkan skala program yang semakin luas ke depan.

Usulan Tambahan Anggaran Untuk Percepatan Program

Untuk mendukung rencana tersebut, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp 89,5 triliun yang saat ini masih dalam proses pembahasan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) 2026 di Kementerian Keuangan.

Tambahan anggaran ini menjadi faktor penting agar target ambisius pemerintah dapat terealisasi. Dengan cakupan hingga puluhan ribu sekolah, kebutuhan pembiayaan tentu meningkat secara signifikan.

Penguatan anggaran juga mencerminkan keseriusan pemerintah dalam menjadikan sektor pendidikan sebagai prioritas utama pembangunan nasional. Tidak hanya fokus pada kuantitas, tetapi juga kualitas infrastruktur yang dibangun.

Komitmen Pemerintah Perkuat Infrastruktur Pendidikan Nasional

“Jadi kalau kita lihat ini merupakan komitmen Presiden Prabowo untuk pendidikan sangat kuat, Pak Tito. Jadi, kata siapa kurang? Yang ada malah tambah. Itu dia, penting itu,” tegasnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya mempertahankan program yang ada, tetapi juga terus meningkatkan skala dan dampaknya. Revitalisasi sekolah menjadi salah satu langkah konkret untuk menjawab tantangan ketimpangan fasilitas pendidikan di berbagai daerah.

Dengan perbaikan infrastruktur, diharapkan akses pendidikan yang layak dapat dirasakan lebih merata oleh seluruh masyarakat. Hal ini menjadi fondasi penting dalam menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing di masa depan.

Secara keseluruhan, keberhasilan menyelesaikan revitalisasi lebih dari enam belas ribu sekolah hingga awal 2026 menunjukkan bahwa program ini berjalan sesuai rencana bahkan melampaui ekspektasi awal. 

Ke depan, tantangan terbesar terletak pada konsistensi pelaksanaan dan efektivitas penggunaan anggaran dalam menjangkau lebih banyak satuan pendidikan.

Dengan dukungan kebijakan dan pembiayaan yang memadai, program revitalisasi sekolah berpotensi menjadi salah satu tonggak penting dalam transformasi pendidikan Indonesia. Pemerintah pun diharapkan terus menjaga momentum ini agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan oleh generasi mendatang.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index