Mendukbangga

Mendukbangga Apresiasi Pemberdayaan UMKM Melalui Program MBG Cipanas

Mendukbangga Apresiasi Pemberdayaan UMKM Melalui Program MBG Cipanas
Mendukbangga Apresiasi Pemberdayaan UMKM Melalui Program MBG Cipanas

JAKARTA - Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga) sekaligus Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Wihaji, memberikan apresiasi terhadap upaya pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang berjalan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Cipanas Sindangjaya 5, Cianjur, Jawa Barat. 

Kunjungan Wihaji pada Rabu (4 Maret 2026) ini menunjukkan bahwa program tersebut tidak hanya fokus pada peningkatan gizi bagi masyarakat, tetapi juga berperan penting dalam pemberdayaan ekonomi lokal melalui UMKM.

SPPG yang terletak di dua desa, yakni Desa Sindangjaya dan Desa Cipanas, Cianjur, telah sukses memberdayakan lebih dari 2.860 siswa di 12 satuan pendidikan serta melayani sekitar 290 penerima manfaat dari kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (3B). 

Dengan adanya kolaborasi ini, Wihaji menilai bahwa SPPG Cipanas Sindangjaya 5 telah berhasil menerapkan hilirisasi yang berdampak positif bagi perekonomian setempat.

Pemberdayaan UMKM di Program Makan Bergizi Gratis

SPPG Cipanas Sindangjaya 5 berperan sebagai pusat distribusi makanan bergizi bagi masyarakat sekitar, yang sebagian besar bahan bakunya diambil dari produk lokal yang dipasok oleh UMKM. 

Hal ini tidak hanya mendukung kesehatan dan gizi masyarakat, tetapi juga memperkuat ekonomi daerah. Wihaji mengungkapkan, dengan memberdayakan UMKM di tingkat lokal, program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya bermanfaat untuk peningkatan gizi anak bangsa, namun juga turut berperan dalam menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar.

Menurut Wihaji, hal ini sangat sejalan dengan visi pemerintah untuk mendukung program MBG yang mengedepankan pemberdayaan masyarakat di setiap aspek. 

"Dengan memberdayakan UMKM di daerah, masyarakat tidak hanya mendapat manfaat secara gizi, tetapi juga merasakan dampak positif dalam peningkatan ekonomi lokal," jelas Wihaji.

SPPG Cipanas Sindangjaya 5: Memastikan Kualitas Makanan Siap Saji

Wakil Ketua Umum Bidang Peternakan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Cecep Muhammad Wahyudin turut menekankan pentingnya kualitas makanan yang disediakan oleh SPPG Cipanas Sindangjaya 5. 

Ia menjelaskan bahwa makanan yang disiapkan di sana bukanlah makanan ultra proses atau UPF, tetapi lebih banyak menggunakan bahan segar dengan komposisi yang tepat antara sayur dan protein. 

Cecep menambahkan bahwa di SPPG Cipanas Sindangjaya 5, sekitar 85% dari produk makanan siap saji terdiri dari sayur dan protein, sementara 25%-nya adalah bahan olahan yang digunakan untuk melengkapi menu.

Selain itu, SPPG juga bekerja sama dengan 18 UMKM yang menyuplai bahan baku utama bagi program MBG.

 "Kami memastikan bahwa rantai pasok dari 18 UMKM ini terjaga dengan baik, dan semakin banyak pemasok yang terlibat, semakin baik pula pemerataan ekonomi di masyarakat," ujar Cecep. 

UMKM yang dilibatkan dalam program ini tidak hanya mendapatkan keuntungan langsung dari penyediaan bahan baku, tetapi juga ikut berperan dalam pengembangan ekonomi daerah.

Insentif dan Dukungan untuk Tim Pendamping Keluarga

Kepala SPPG Cipanas Sindangjaya 5, Anggi Awaludin, juga menjelaskan bahwa pihaknya memberikan insentif kepada Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang mendistribusikan makanan bergizi gratis (MBG) untuk kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Insentif ini diberikan dua minggu sekali dengan jumlah yang dihitung berdasarkan jumlah distribusi yang dilakukan oleh para TPK.

"Insentif kami berikan setiap dua minggu sekali, yakni sebesar Rp1.000 per 'ompreng' sesuai dengan Peraturan Presiden. Ini berlaku untuk TPK yang mengantarkan makanan untuk 3B selama enam hari, bukan hanya dua kali saja," kata Anggi. 

Program ini bertujuan untuk memotivasi para TPK dalam menjalankan tugas mereka dengan lebih baik dan tepat waktu, sekaligus memastikan distribusi MBG sampai kepada penerima yang tepat.

SPPG Cipanas: Program Inovatif untuk Masyarakat dan Ekonomi Lokal

Kunjungan Menteri Wihaji ke SPPG Cipanas Sindangjaya 5 menunjukkan keberhasilan program tersebut dalam memberikan manfaat gizi kepada masyarakat serta memberdayakan UMKM lokal. 

Program MBG yang digagas oleh pemerintah ini telah berkembang dengan sukses, tidak hanya memberikan makanan bergizi bagi masyarakat, tetapi juga mengangkat perekonomian daerah melalui pemberdayaan UMKM.

SPPG Cipanas Sindangjaya 5 merupakan contoh nyata bahwa kolaborasi antara sektor kesehatan dan ekonomi dapat menciptakan dampak yang luas, tidak hanya dalam aspek kesehatan masyarakat, tetapi juga dalam memperkuat ekonomi lokal. 

Dengan adanya pemberdayaan UMKM, program ini dapat menjadi model yang diharapkan dapat diterapkan di daerah-daerah lain di Indonesia.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index