ADB

Dukungan ADB Perkuat Layanan Kesehatan Inklusif untuk Masyarakat Jawa

Dukungan ADB Perkuat Layanan Kesehatan Inklusif untuk Masyarakat Jawa
Dukungan ADB Perkuat Layanan Kesehatan Inklusif untuk Masyarakat Jawa

JAKARTA - Asian Development Bank (ADB) menyalurkan pinjaman senilai Rp 415 miliar untuk memperluas layanan kesehatan di Jawa Barat dan Jawa Tengah. 

Dana ini akan digunakan membangun rumah sakit baru di Batang serta menambah gedung rawat jalan di Cirebon. Langkah ini diharapkan meningkatkan akses layanan kesehatan yang berkualitas bagi masyarakat yang kurang terlayani.

Proyek ini difokuskan untuk mendukung pasien peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Kehadiran fasilitas baru akan memudahkan masyarakat mendapatkan layanan medis secara lebih cepat dan efisien. “Kami ingin memastikan layanan kesehatan berkualitas menjangkau komunitas yang paling membutuhkannya,” ujar pihak ADB.

ADB menilai rasio tempat tidur rumah sakit di beberapa wilayah Indonesia masih rendah dibanding negara Asia Tenggara lain. Jakarta dan kota besar relatif terlayani, tetapi kota sekunder masih menghadapi keterbatasan infrastruktur dan akses layanan spesialis. Proyek ini diharapkan mengatasi kesenjangan kritis tersebut melalui peningkatan kapasitas rumah sakit.

Perluasan Layanan Rawat Inap dan Rawat Jalan

Mitra Plumbon Healthcare akan menambah sekitar 350 tempat tidur baru untuk memperkuat layanan rawat inap dan rawat jalan. Investasi ini juga membuka peluang kerja bagi masyarakat lokal di sekitar rumah sakit. Dengan penambahan ini, kapasitas layanan kesehatan akan lebih merata di Jawa Barat dan Jawa Tengah.

Saat ini, Mitra Plumbon mengoperasikan tujuh rumah sakit dengan total lebih dari 2.700 tempat tidur. Lebih dari 80 persen pasien yang dilayani merupakan peserta JKN, menunjukkan komitmen perusahaan terhadap akses layanan publik. “Kami memastikan setiap pasien mendapatkan pelayanan yang aman, nyaman, dan profesional,” kata Festus Susilo.

Rumah sakit utama di Cirebon meraih akreditasi Joint Commission International (JCI), standar global untuk kualitas dan keselamatan rumah sakit. Pencapaian ini menegaskan Mitra Plumbon berkomitmen menjaga standar internasional. Hal ini juga menjadi fondasi bagi pengembangan layanan baru yang didukung ADB.

Skema Pinjaman Berbasis Keberlanjutan

Pinjaman dari ADB disusun sebagai sustainability-linked loan, mengaitkan insentif keuangan dengan pencapaian target keberlanjutan. 

Target meliputi pemasangan panel surya di rumah sakit, perekrutan dokter dan perawat perempuan, serta perluasan layanan bagi pasien JKN. Skema ini menjadi yang pertama di sektor kesehatan Indonesia dengan pendekatan berbasis kinerja lingkungan, sosial, dan gender.

Pendekatan berbasis keberlanjutan memastikan setiap dana yang dicairkan juga memberikan dampak positif jangka panjang. Rumah sakit baru dan fasilitas tambahan akan menerapkan praktik ramah lingkungan dan inklusif. “Kerja sama ini memungkinkan kami memperkuat praktik keberlanjutan sekaligus meningkatkan hasil kesehatan masyarakat,” ujar Festus.

Selain itu, sertifikasi dari pihak kedua memastikan target keberlanjutan dipantau secara objektif. Sistem evaluasi ini menjaga transparansi dan akuntabilitas proyek. Dengan begitu, setiap upaya pengembangan layanan kesehatan bisa diukur keberhasilannya secara jelas.

Dukungan Terhadap Kesehatan dan Keselamatan Pasien

Proyek ini juga mencakup penerapan protokol tanggapan terhadap kekerasan berbasis gender di rumah sakit baru. Tenaga kesehatan akan mendapatkan pelatihan khusus untuk menangani korban dengan aman dan bermartabat. Mekanisme rujukan disiapkan agar pasien mendapatkan pendampingan medis dan psikososial yang memadai.

Langkah ini menambah dimensi sosial dalam pengembangan layanan kesehatan. Rumah sakit tidak hanya fokus pada aspek medis, tetapi juga keselamatan dan perlindungan pasien. “Kami ingin setiap pasien merasa aman, dihargai, dan mendapat layanan yang menyeluruh,” jelas Chief Executive Officer Mitra Plumbon, Festus Susilo.

Kehadiran protokol ini menjadi bagian dari strategi Mitra Plumbon untuk membangun rumah sakit inklusif dan aman bagi semua. Dengan dukungan ADB, kapasitas layanan kesehatan bisa ditingkatkan tanpa mengabaikan aspek keselamatan pasien. Hal ini menunjukkan komitmen serius terhadap kualitas dan etika pelayanan kesehatan.

Manfaat Bagi Masyarakat dan Peningkatan Akses

Perluasan layanan rumah sakit di Jawa Barat dan Jawa Tengah memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Waktu tempuh menuju fasilitas kesehatan akan lebih singkat dan layanan lebih mudah diakses. Hal ini mendukung kesehatan masyarakat sekaligus memperkuat sistem layanan medis nasional.

Investasi ini juga berdampak positif pada ekonomi lokal. Penambahan fasilitas menciptakan lapangan kerja bagi tenaga medis, staf pendukung, dan masyarakat sekitar. Dengan lebih banyak rumah sakit berkualitas, masyarakat memiliki alternatif yang lebih baik untuk mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai.

Proyek ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan, yaitu memastikan masyarakat sehat dan produktif. Dengan akses layanan yang lebih merata, kesenjangan pelayanan kesehatan antarwilayah dapat dikurangi. “Kami optimis proyek ini akan memberikan hasil nyata bagi komunitas di Jawa Barat dan Jawa Tengah,” tutup Festus Susilo.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index