JAKARTA - Badan Pengelola Investasi Danantara akan memulai peletakan batu pertama atau groundbreaking untuk sejumlah proyek hilirisasi pada pekan depan.
Sekitar 10 proyek akan resmi dibangun, termasuk proyek dimetil eter (DME) dari gasifikasi batu bara yang melibatkan PT Bukit Asam Tbk (PTBA). Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendorong pengembangan hilirisasi energi dan industri nasional secara terpadu.
Chief Operating Officer Danantara, Dony Oskaria, menjelaskan bahwa proyek-proyek tersebut merupakan bagian dari total 21 proyek hilirisasi yang disiapkan dengan nilai investasi hampir Rp500 triliun.
Minggu lalu, enam proyek telah selesai di-groundbreaking, dan pekan depan giliran 10 proyek berikutnya. Dony menegaskan bahwa seluruh proyek diharapkan memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi.
Proyek DME melalui gasifikasi batu bara menjadi salah satu proyek unggulan yang akan segera dimulai. PTBA menjadi mitra strategis dalam pengembangan proyek ini. Dony menekankan, inisiatif ini merupakan langkah penting dalam memperkuat hilirisasi energi nasional.
DME dan Gasifikasi Batu Bara
“DME kita, gasifikasi daripada batu bara kita dengan Bukit Asam, yang baru akan kita groundbreaking minggu depan,” kata Dony. Proyek ini diharapkan mampu menambah nilai tambah sumber daya alam sekaligus mendukung pemanfaatan energi domestik. Gasifikasi batu bara menjadi teknologi strategis untuk menghasilkan bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan.
Investasi di sektor hilirisasi ini juga bertujuan membuka lapangan pekerjaan baru. Proyek DME diproyeksikan menyerap tenaga kerja lokal. Dony menegaskan, seluruh proyek sejalan dengan pembangunan berkelanjutan dan penguatan industri nasional.
Selain itu, keberadaan proyek DME menjadi langkah penting bagi ketahanan energi. Pengembangan teknologi gasifikasi batu bara memungkinkan diversifikasi sumber energi. Hal ini sejalan dengan target pemerintah untuk mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya alam secara efisien.
Proyek Hilirisasi Lainnya
Pekan lalu, Danantara telah memulai pembangunan beberapa proyek lain, termasuk smelter aluminium baru dan smelter grade alumina refinery (SGAR) 2 di Mempawah, Kalimantan Barat.
Langkah ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam mengembangkan industri hilir berbasis sumber daya mineral. Pembangunan smelter ini diharapkan meningkatkan nilai tambah produk lokal.
Selain itu, Danantara juga memulai proyek bioetanol Glenmore fase I di Banyuwangi dan pabrik biorefinery penghasil bioavtur di Cilacap, Jawa Tengah. Inisiatif ini menandai pengembangan industri bioenergi dan energi terbarukan. Proyek-proyek tersebut mendukung diversifikasi energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.
Perusahaan juga memperluas pembangunan sektor peternakan unggas terintegrasi di berbagai wilayah, termasuk Malang, Gorontalo Utara, Lampung Selatan, Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, dan Nusa Tenggara Barat.
Langkah ini bertujuan meningkatkan produktivitas pangan dan menciptakan rantai pasok yang lebih efisien. Proyek peternakan terintegrasi diharapkan memberi kontribusi signifikan terhadap ketahanan pangan nasional.
Pembangunan Infrastruktur Pendukung
Di sektor lainnya, Danantara melakukan groundbreaking pabrik garam di Sampang, Madura, serta kawasan Manyar dan Segoromadu 2 di Gresik. Pembangunan ini menjadi bagian dari penguatan industri hilir dan sektor pangan. Proyek pabrik garam diharapkan memperkuat pasokan domestik dan mendukung kemandirian nasional.
Selain itu, proyek infrastruktur mendukung penciptaan lapangan kerja dan peningkatan keterampilan tenaga kerja lokal. Dony menegaskan, seluruh proyek bersifat strategis dan memiliki dampak luas bagi perekonomian.
Langkah ini menunjukkan komitmen Danantara dalam mendorong pembangunan berkelanjutan dan peningkatan nilai tambah sumber daya alam.
Pengembangan kawasan industri juga dilakukan secara terpadu dengan pendekatan ramah lingkungan. Hal ini memastikan keberlanjutan proyek sekaligus memenuhi standar operasional modern. Pendekatan ini penting untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan.
Dampak Ekonomi dan Lapangan Kerja
Dony menekankan bahwa seluruh proyek hilirisasi akan mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia secara signifikan. Investasi besar di sektor hilirisasi diharapkan menciptakan lapangan pekerjaan yang luas bagi masyarakat. Proyek ini juga memperkuat nilai tambah sumber daya alam dan mendorong pembangunan nasional.
Dengan dimulainya 10 proyek pekan depan, Danantara menunjukkan keseriusan dalam pengembangan industri hilir. Selain memberikan manfaat ekonomi, proyek hilirisasi ini membuka peluang inovasi teknologi dan peningkatan produktivitas. Strategi ini menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing industri nasional di tingkat global.
Proyek DME dan seluruh proyek hilirisasi lainnya diharapkan memberikan kontribusi jangka panjang. Pengembangan industri berbasis sumber daya alam ini sejalan dengan target pemerintah dalam mendorong pembangunan berkelanjutan.
Danantara Resmikan 10 Proyek Pekan Depan, Ada DME Batu Bara PTBA menjadi tonggak penting transformasi industri hilir nasional.