Makanan

Waspada!! 9 Makanan Terlihat Sehat Ini Ternyata Tinggi Gula

Waspada!! 9 Makanan Terlihat Sehat Ini Ternyata Tinggi Gula
Waspada!! 9 Makanan Terlihat Sehat Ini Ternyata Tinggi Gula

JAKARTA - Kesadaran masyarakat terhadap bahaya konsumsi gula berlebih terus meningkat. Banyak orang mulai mengurangi kue, permen, dan minuman manis demi menjaga kesehatan. 

Sayangnya, upaya tersebut kerap tidak sepenuhnya efektif karena gula justru tersembunyi dalam berbagai makanan dan minuman yang selama ini dianggap sehat.

Tanpa rasa manis yang mencolok, produk-produk tertentu tetap mengandung gula tambahan dalam jumlah signifikan. Gula inilah yang sering luput dari perhatian karena dikemas sebagai makanan praktis, bernutrisi, atau pendukung gaya hidup sehat. Padahal, konsumsi gula berlebih dapat memicu berbagai gangguan kesehatan dalam jangka panjang.

Dampak Konsumsi Gula Berlebih Bagi Tubuh

Gula sebenarnya dibutuhkan tubuh sebagai sumber energi. Gula alami yang berasal dari makanan utuh seperti buah dan susu masih memiliki manfaat karena disertai serat, vitamin, dan mineral. Masalah muncul ketika tubuh menerima terlalu banyak gula tambahan yang berasal dari makanan olahan.

Mengutip berbagai sumber kesehatan, konsumsi gula tambahan yang tinggi dapat menyebabkan lonjakan kadar gula darah secara cepat. Jika berlangsung terus-menerus, kondisi ini meningkatkan risiko resistansi insulin, peradangan sistemik, hingga penyakit metabolik seperti diabetes tipe dua dan gangguan jantung.

Ironisnya, sebagian besar gula tambahan justru berasal dari makanan yang tidak selalu terasa manis. Inilah yang membuat banyak orang tidak sadar bahwa asupan gula hariannya sudah melampaui batas aman.

Makanan Dan Minuman Yang Terlihat Sehat

Berikut beberapa jenis makanan dan minuman yang sering dikira sehat, tetapi ternyata menyimpan kandungan gula cukup tinggi:

1. Yogurt berperisa

Yogurt kerap dipilih sebagai menu sarapan atau camilan sehat. Namun, varian yogurt berperisa, terutama yang menggunakan rasa buah, sering mengandung gula tambahan dalam jumlah besar. Kandungan gulanya bahkan bisa melebihi gula alami dari buah segar.

2. Sup kalengan

Sup kalengan memang praktis dan mengenyangkan, tetapi selain tinggi natrium, produk ini juga kerap mengandung gula tambahan. Sup berbasis tomat termasuk yang paling sering diberi gula untuk menyeimbangkan rasa asam.

3. Saus salad

Salad identik dengan pola makan sehat, tetapi sausnya bisa menjadi sumber gula tersembunyi. Dalam satu porsi kecil saus salad, kandungan gula dapat mencapai beberapa gram, tergantung jenis dan mereknya.

4. Saus tomat kemasan

Meski berbahan dasar sayuran, saus tomat kemasan biasanya diberi gula tambahan. Tujuannya untuk mengurangi rasa asam sekaligus memperpanjang masa simpan. Dalam setengah cangkir, kandungan gulanya bisa mencapai beberapa gram.

5. Jus buah

Jus buah sering diasosiasikan dengan vitamin dan kesegaran. Namun, banyak jus kemasan mengandung gula tambahan meski berlabel buah asli. Tanpa serat alami seperti pada buah utuh, gula dalam jus lebih cepat diserap tubuh dan memicu lonjakan gula darah.

Selain makanan utama, camilan dan minuman pendamping aktivitas juga kerap menjadi sumber gula tersembunyi yang tidak disadari.

6. Granola dan snack bar

Granola dan snack bar sering dipilih sebagai camilan praktis atau pengganti sarapan. Sayangnya, beberapa produk mengandung gula setara dengan permen atau cokelat batang. Tanpa membaca label nutrisi, konsumen bisa mengira produk ini sehat padahal tidak.

7. Buah kering

Buah kering terdengar alami dan bernutrisi, tetapi proses pengeringan membuat kadar gulanya menjadi lebih terkonsentrasi. Bahkan, beberapa produk ditambahkan gula untuk meningkatkan rasa. Dalam satu genggam kecil, kandungan gulanya bisa jauh lebih tinggi dibanding buah segar.

8. Minuman olahraga

Minuman olahraga sering dikaitkan dengan aktivitas fisik dan kebugaran. Padahal, dalam satu botol ukuran sekitar enam ratus mililiter, kandungan gulanya bisa setara dengan beberapa sendok teh gula, sehingga kurang ideal untuk olahraga ringan.

9. Susu cokelat

Susu cokelat mengandung gula tambahan yang cukup tinggi akibat pemanis dan perisa. Dalam satu gelas, gula tambahan yang terkandung bisa mencapai hampir tiga sendok teh. Jika dikonsumsi rutin, asupan gula harian bisa meningkat tanpa disadari.

Pentingnya Membaca Label Nutrisi

Daftar tersebut menunjukkan bahwa gula tersembunyi dapat berasal dari makanan dan minuman yang tampak sehat. Oleh karena itu, penting untuk membiasakan diri membaca label informasi gizi pada kemasan sebelum membeli produk.

Sebisa mungkin, batasi konsumsi makanan dan minuman olahan. Jika harus mengonsumsinya, pilih produk dengan kandungan gula rendah atau tanpa tambahan gula. Mengganti jus dengan buah utuh, memilih yogurt tawar, serta membuat saus sendiri di rumah dapat menjadi langkah sederhana untuk mengurangi asupan gula.

Dengan lebih teliti terhadap apa yang dikonsumsi, risiko penyakit akibat gula berlebih dapat ditekan. Pola makan sehat bukan hanya soal menghindari rasa manis, tetapi juga memahami sumber gula tersembunyi dalam makanan sehari-hari.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index