UMKM Perempuan Belitung Perkuat Bisnis Lewat Literasi Finansial Digital

Jumat, 03 April 2026 | 13:21:56 WIB
UMKM Perempuan Belitung Perkuat Bisnis Lewat Literasi Finansial Digital

JAKARTA - Peran perempuan dalam sektor usaha mikro, kecil, dan menengah semakin terlihat nyata dalam beberapa tahun terakhir.

Tidak hanya sekadar membantu kebutuhan rumah tangga, banyak perempuan kini menjadikan usaha sebagai sumber penghasilan utama sekaligus ruang untuk menunjukkan kemampuan memimpin dan mengelola bisnis secara mandiri. 

Fenomena ini terlihat jelas di berbagai daerah, termasuk di Belitung, di mana para pelaku UMKM perempuan terus mengembangkan usaha mereka dengan semangat belajar dan beradaptasi terhadap perkembangan bisnis.

Data menunjukkan bahwa sekitar 60 persen pengusaha UMKM di Indonesia adalah perempuan. Angka ini menegaskan bahwa perempuan memiliki kontribusi besar dalam roda perekonomian, baik di tingkat keluarga maupun masyarakat. 

Melalui usaha yang mereka bangun dari rumah, banyak perempuan mampu membuka peluang kerja bagi lingkungan sekitar sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Salah satu kisah datang dari seorang pelaku UMKM di Belitung, Ibu Zulyanti. Perempuan yang akrab disapa Yanti ini memulai usahanya dari skala kecil di rumah dengan memanfaatkan bahan baku sederhana, yakni buah nanas. 

Dari tangan kreatifnya, buah tersebut diolah menjadi berbagai produk makanan ringan kemasan seperti Opak Nanas, Dodol Nanas, serta olahan nanas lainnya.

Perjalanan Usaha Rumahan Menjadi Penopang Ekonomi Keluarga

Awal mula usaha yang dijalankan Yanti sebenarnya sangat sederhana. Ia hanya ingin mencari tambahan penghasilan untuk membantu kebutuhan rumah tangga. Namun seiring berjalannya waktu, usaha kecil tersebut justru berkembang dan menjadi sumber pemasukan yang paling konsisten bagi keluarganya.

“Awalnya tahun 2022 itu, saya hanya ingin menambah pemasukan supaya bisa bantu kebutuhan rumah tangga. Tapi lama-lama, justru dari usaha ini yang paling rutin ada,” kata Yanti di sela-sela pelatihan dengan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) Kementerian UMKM. 

Pelatihan ini turut menggandeng ShopeePay dan SeaBank belum lama ini.

Usaha yang awalnya hanya dijalankan dengan modal terbatas kini telah berkembang menjadi kegiatan produksi yang lebih teratur. Yanti perlahan mulai mengelola bisnisnya dengan lebih serius, mulai dari proses produksi hingga pemasaran produk. 

Dari usaha rumahan tersebut, ia mampu membantu menopang kebutuhan ekonomi keluarganya.

Perjalanan tersebut menunjukkan bahwa bisnis kecil yang dimulai dari rumah dapat berkembang jika dikelola dengan tekun dan konsisten. Semangat untuk terus belajar dan memperbaiki cara mengelola usaha menjadi kunci agar bisnis tetap berjalan.

Memberi Peluang Kerja Bagi Lingkungan Sekitar

Selain membantu perekonomian keluarga, usaha yang dirintis Yanti juga membawa dampak bagi masyarakat di sekitarnya. Ia mulai melibatkan beberapa ibu rumah tangga di lingkungan tempat tinggalnya untuk membantu proses produksi.

Keputusan tersebut tidak hanya membantu memperlancar usaha, tetapi juga memberikan kesempatan bagi para perempuan lain untuk mendapatkan tambahan penghasilan. Beberapa di antaranya adalah ibu rumah tangga yang harus memenuhi kebutuhan keluarga dalam kondisi yang tidak mudah.

“Yang pertama dirasakan itu saya dapat berbagi ke tetangga. Seperti beberapa ibu yang suaminya sudah tidak ada lagi. Mempekerjakan mereka dengan upah yang sesuai kesepakatan,” ujar Yanti.

Langkah sederhana ini menunjukkan bagaimana UMKM memiliki peran sosial yang penting di masyarakat. Usaha kecil yang berkembang dapat membuka lapangan kerja sekaligus memperkuat solidaritas di lingkungan sekitar.

Kehadiran UMKM yang dikelola perempuan juga sering kali menciptakan ekosistem ekonomi lokal yang lebih inklusif. Dari dapur rumah hingga menjadi tempat produksi kecil, aktivitas ekonomi dapat tumbuh dan memberikan manfaat bagi banyak pihak.

Kisah Usaha Camilan Rumahan yang Terus Bertahan

Cerita serupa juga datang dari pelaku UMKM lain bernama Ningsih. Ia menjalankan usaha produksi camilan dari dapur rumahnya. Setiap bulan, ia memproduksi berbagai makanan ringan seperti kacang bawang dan camilan lainnya yang dibuat dengan resep khas miliknya.

Usaha tersebut bermula dari kegiatan sederhana. Ningsih hanya mencoba membuat camilan untuk dijual secara kecil-kecilan. Meski tidak langsung berkembang pesat, ia tetap menjalankannya secara konsisten.

“Memang tidak langsung besar, tapi yang penting jalan terus. Setiap bulan pasti ada produksi dan ada pemasukan, jadi lebih tenang karena ada yang bisa dipegang,” kata Ningsih.

Dalam kesehariannya, ia menjalankan berbagai peran sekaligus. Selain mengurus rumah tangga, ia juga mengawasi proses produksi dan melayani pelanggan. Semua kegiatan tersebut dilakukan secara bersamaan sebagai bagian dari usaha yang dijalankannya.

Ketekunan dalam menjalankan usaha menjadi salah satu faktor penting yang membuat bisnis kecil tetap bertahan. Meski dimulai dari skala terbatas, usaha tersebut mampu memberikan pemasukan yang stabil bagi keluarga.

Pentingnya Literasi Finansial Bagi Pelaku UMKM

Melalui pelatihan yang diikuti bersama PLUT, Ningsih mendapatkan banyak pengetahuan baru mengenai pengelolaan usaha. Salah satu hal yang paling ia rasakan manfaatnya adalah pemahaman mengenai pencatatan keuangan yang lebih teratur.

Ia menyadari bahwa setiap transaksi penjualan seharusnya dicatat dengan rapi agar kondisi keuangan usaha dapat dipantau dengan jelas. Pengelolaan finansial yang baik menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan bisnis.

Menurut Ningsih, pemilik usaha perlu memastikan bahwa pendapatan dan pengeluaran dikelola secara seimbang. Dengan demikian, usaha dapat terus berjalan tanpa menimbulkan masalah keuangan di kemudian hari.

Pelatihan yang melibatkan ShopeePay dan SeaBank juga memberikan wawasan baru mengenai perencanaan keuangan yang lebih matang. Literasi finansial dinilai penting agar pelaku UMKM dapat mengambil keputusan yang tepat dalam mengembangkan usaha.

“Kita kan juga sudah beli alat produksi seperti mesin dan kulkas tuh belum lama ini. Ternyata penting juga dicatat. Supaya ke depan tidak kacau lagi keuangannya,” kata dia.

Pemahaman mengenai pencatatan keuangan sederhana menjadi langkah awal bagi pelaku UMKM untuk mengelola bisnis secara lebih profesional. Dengan manajemen yang lebih baik, usaha kecil memiliki peluang lebih besar untuk berkembang dan bertahan dalam jangka panjang.

Terkini