JAKARTA - Hubungan bilateral Indonesia dan Jepang kembali mendapat sorotan dalam kunjungan kerja Presiden Prabowo Subianto ke Tokyo.
Agenda tersebut menjadi momentum penting bagi kedua negara untuk memperkuat kerja sama strategis di berbagai sektor, terutama dalam bidang ekonomi, energi, hingga keamanan kawasan.
Dalam rangkaian kunjungan kenegaraan tersebut, Presiden Prabowo Subianto melakukan pertemuan dengan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi.
Pertemuan berlangsung di Akasaka Palace, salah satu lokasi penting bagi agenda kenegaraan Jepang yang kerap digunakan untuk menyambut pemimpin negara sahabat.
Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan diplomatik sekaligus membahas berbagai peluang kerja sama strategis antara Indonesia dan Jepang di masa mendatang.
Kedua negara diketahui telah memiliki hubungan ekonomi yang kuat selama puluhan tahun, khususnya dalam bidang investasi dan perdagangan.
Presiden Prabowo Subianto bertemu dengan Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi di Akasaka Palace, Tokyo, Jepang, pada Senin. Keduanya akan melangsungkan pertemuan bilateral untuk membahas kerja sama strategis.
Dikutip dari tayangan Kompas TV, kedatangan Prabowo disambut langsung oleh PM Sanae.
Prosesi Penyambutan Kenegaraan di Akasaka Palace
Kunjungan Presiden Prabowo ke Akasaka Palace diawali dengan prosesi penyambutan resmi yang berlangsung khidmat. Kedua pemimpin negara tersebut terlihat memasuki area istana yang menjadi lokasi pertemuan bilateral.
Keduanya lalu memasuki ruangan Istana yang didominasi oleh warna putih, kuning, dan gorden merah yang menjuntai di antara jendela-jendela besar.
Prabowo dan Sanae lalu menuju mimbar kehormatan. Ia terlihat mengenakan setelan jas rapi dilengkapi dengan dasi garis-garis dan peci hitam.
Sementara Sanae mengenakan setelan berwarna biru dengan rok selutut. Di belakang keduanya, bendera besar Indonesia dan Jepang dipasang.
Setelahnya, lagu Indonesia raya dikumandangkan sebagai bagian dari upacara penghormatan tamu kenegaraan, usai pasukan memberikan penghormatan.
Kemudian, lagu kebangsaan Jepang turut diperdengarkan. Dalam momen khidmat itu, Prabowo tampak berdiri dengan sikap hormat, sementara Sanae menaruh tangan kanan di dada.
Usai lagu kebangsaan selesai diperdengarkan, keduanya melakukan inspeksi pasukan yang telah berjajar rapi di dalam ruangan.
Delegasi Menteri Turut Mendampingi Pertemuan
Setelah prosesi penyambutan kenegaraan selesai, agenda dilanjutkan dengan sesi perkenalan delegasi dari masing-masing negara yang turut hadir dalam pertemuan tersebut.
Usai upacara penyambutan, Prabowo dan Sanae memperkenalkan para menteri maupun delegasi masing-masing yang ikut.
Sejumlah menteri Indonesia terlihat mendampingi Prabowo, mereka adalah Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, CEO Danantara Rosan Perkasa Roeslani, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri KP Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Kehadiran para pejabat tersebut menunjukkan bahwa pembahasan kerja sama bilateral antara Indonesia dan Jepang mencakup berbagai sektor strategis yang melibatkan sejumlah kementerian terkait.
Pertemuan tersebut juga diharapkan mampu memperkuat koordinasi antara kedua negara dalam mengembangkan proyek kerja sama yang telah disepakati sebelumnya.
Fokus Pembahasan Kerja Sama Strategis
Rencana pertemuan bilateral antara Presiden Prabowo dan Perdana Menteri Sanae sebelumnya telah disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Sugiono. Ia menyebutkan bahwa agenda utama dalam pertemuan tersebut adalah membahas sejumlah kerja sama strategis yang telah dirintis sebelumnya.
Sebelumnya, rencana pertemuan tersebut sudah diungkapkan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono. Ia mengungkapkan, pertemuan tersebut akan membahas kerja sama strategis di sejumlah bidang.
Sebagian besar, kata Sugiono, adalah kerja sama ekonomi untuk menindaklanjuti kesepakatan yang diteken hari ini.
Diketahui, kedua negara telah menyepakati kerja sama ekonomi senilai 22,6 miliar dollar AS dalam acara business session yang dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto.
"Saya kira sebagian besar urusan ekonomi mengenai apa yang tadi sudah ditandatangani. Di sektor energi dan mineral kritis, kemudian pariwisata, maritim dan keamanan, kemudian juga pendidikan," ucap Sugiono.
Pembahasan tersebut menjadi penting mengingat hubungan ekonomi Indonesia dan Jepang memiliki peran besar dalam pengembangan industri, investasi, serta perdagangan di kawasan Asia.
Isu Global dan Regional Turut Dibahas
Selain kerja sama ekonomi, pertemuan bilateral tersebut juga membuka peluang pembahasan terkait berbagai isu global dan regional yang tengah berkembang.
Lebih lanjut ia menyampaikan, pertemuan akan membahas mengenai konservasi.
Ia juga tidak menutup kemungkinan pertemuan akan membahas kondisi geopolitik dunia, yakni perang antara Iran dan Israel.
"Biasanya dalam setiap pertemuan bilateral, pasti dibahas berbagai materi. Khususnya juga akan dibahas situasi global dan regional. Dan saya kira itu juga akan menjadi bahan pembicaraan besok," jelas Sugiono.
Sebagai informasi, Presiden Prabowo Subianto melawat ke Jepang sejak Minggu malam.
Kepala Negara mengawali kunjungan kerja dengan bertemu Kaisar Jepang Naruhito di Istana Kekaisaran Jepang, Tokyo, dan menghadiri business forum pada Senin.
Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat hubungan diplomatik serta membuka peluang kerja sama yang lebih luas antara Indonesia dan Jepang di berbagai sektor strategis.
Melalui pertemuan tersebut, kedua negara diharapkan dapat memperdalam kolaborasi yang tidak hanya berdampak pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga pada stabilitas kawasan serta hubungan bilateral jangka panjang.