Kemenhub Optimalkan Lalu Lintas Truk Demi Kelancaran Aktivitas Pelabuhan Nasional

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:14:35 WIB
Kemenhub Optimalkan Lalu Lintas Truk Demi Kelancaran Aktivitas Pelabuhan Nasional

JAKARTA - Masa pembatasan angkutan barang telah resmi berakhir, sehingga potensi antrean truk di pelabuhan meningkat. 

Kementerian Perhubungan telah menyiapkan langkah strategis untuk mengatur arus truk agar tidak menumpuk di gerbang pelabuhan. Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan, menjelaskan bahwa optimasi dilakukan melalui buffer zone dan delaying system di lokasi tertentu.

“Tujuannya agar truk tidak menumpuk langsung di area gerbang pelabuhan,” ujar Aan. Truk akan ditahan sementara di buffer zone yang telah ditentukan, seperti di KM 43 dan KM 68 untuk arah Merak, ketika pelabuhan mulai penuh. Sistem ini memastikan kedatangan truk tetap terukur sehingga operasional pelabuhan lebih lancar.

Selain itu, Kemenhub melakukan penyaringan tiket agar setiap truk yang menuju pelabuhan sudah memiliki tiket kapal terpesan melalui sistem Ferizy. Langkah ini penting untuk mencegah antrean panjang akibat kendaraan yang datang tanpa persiapan. “Dengan sistem screening, kami bisa memprioritaskan kendaraan yang sudah siap berlayar,” tambahnya.

Manajemen Kapal dan Dermaga Agar Tidak Macet

Selain buffer zone, manajemen operasional kapal dan dermaga menjadi fokus utama. Kapal dengan kapasitas besar disiagakan untuk mempercepat pengosongan area parkir pelabuhan. Hal ini diharapkan dapat mengurangi kepadatan kendaraan yang menunggu untuk menyeberang.

“Kami bersama stakeholder menambah frekuensi dan kapasitas kapal,” jelas Aan. Pola percepatan port time juga diterapkan untuk mempersingkat proses bongkar muat di dermaga. Dengan demikian, sirkulasi kendaraan di area pelabuhan menjadi lebih dinamis dan terkontrol.

Jika antrean sangat padat, Kemenhub akan menerapkan pola TBB (tiba-bongkar-berangkat) untuk mempercepat proses. Strategi ini memastikan kapal tidak menunggu terlalu lama dan kendaraan bisa segera meninggalkan dermaga. Pendekatan ini dianggap efektif untuk menahan laju antrean di pelabuhan yang ramai.

Pengaturan Arus Lalu Lintas di Jalur Akses

Selain pengelolaan pelabuhan, pengaturan arus lalu lintas di jalur akses menjadi langkah penting. Kepolisian melakukan rekayasa lalu lintas untuk mengarahkan kendaraan agar tidak menumpuk di jalan menuju pelabuhan. Kemenhub juga memprioritaskan angkutan komoditas pokok seperti sembako dan energi agar distribusi tidak terganggu.

Pemantauan arus kendaraan dilakukan secara rutin untuk mengetahui kepadatan di jalur akses. “Kami fokus memastikan kendaraan berjalan lancar hingga masuk buffer zone,” kata Aan. Strategi ini membantu menjaga ritme layanan dan mengurangi risiko kemacetan di pelabuhan maupun jalan tol.

Dengan pengaturan yang tepat, kendaraan umum dan truk besar dapat bergerak sesuai prioritas. Sistem ini memastikan seluruh proses angkutan barang tetap efisien dan terukur. Hal ini juga menjadi antisipasi bila v-ratio mendekati angka kritis.

Pelaksanaan di Rute Ketapang–Gilimanuk

Di rute Ketapang–Gilimanuk, antrean kendaraan pada jam sibuk bisa mencapai panjang beberapa kilometer. Pemantauan menunjukkan kendaraan kecil, truk sedang, truk besar, dan bus besar terus bergerak menuju pelabuhan. Operator kapal bersama PT ASDP Indonesia Ferry mengoperasikan total 34 kapal untuk melayani penyeberangan.

Sebanyak 22 kapal menerapkan pola TBB di dermaga utama, sementara empat kapal tambahan disiapkan sebagai kapal perbantuan. Hal ini mempercepat rotasi kapal dan menjaga ritme layanan tetap stabil. “Kami mengatur ritme kendaraan sejak di sisi darat, sehingga kedatangan ke dermaga tetap terukur,” jelas General Manager ASDP Cabang Ketapang, Arief Eko.

Langkah ini membantu kendaraan tidak menumpuk di area pelabuhan. Dengan buffer zone, kedatangan kendaraan tetap aman dan tidak menimbulkan antrean panjang di dermaga. Sistem TBB dan tambahan kapal juga menjaga layanan tetap efisien dan cepat.

Panduan dan Dampak Positif bagi Masyarakat

Masyarakat dan pengusaha angkutan barang diuntungkan dari sistem ini. Proses bongkar muat yang lebih cepat membuat waktu tunggu kendaraan berkurang. Hal ini juga mengurangi risiko kerusakan barang akibat antrean panjang di pelabuhan.

“Dengan pengaturan yang baik, distribusi komoditas pokok tetap lancar dan tidak terganggu,” ujar pengusaha logistik lokal. Selain itu, kapasitas kapal yang besar dan jadwal lebih banyak membantu kendaraan segera menyeberang. Dampak positifnya terlihat pada kelancaran arus logistik, meski pembatasan angkutan telah berakhir.

Kemenhub memastikan koordinasi dengan seluruh pihak terkait berjalan optimal. Langkah-langkah ini mencerminkan kesiapan pemerintah menghadapi lonjakan angkutan barang. Dengan strategi buffer zone, TBB, dan manajemen arus, pelabuhan tetap lancar dan kendaraan bergerak efisien.

Terkini