JAKARTA - Permintaan asuransi perjalanan meningkat signifikan selama musim mudik 2026.
Hal ini seiring tingginya mobilitas masyarakat melalui transportasi darat, laut, dan udara. Fasilitas pembelian digital memudahkan masyarakat untuk membeli polis kapan saja dan di mana saja.
Lonjakan Permintaan Selama Libur Panjang
GEGI mencatat pertumbuhan premi sekitar 30 persen selama periode mudik dibandingkan sebelumnya. Lonjakan ini terutama didorong oleh perjalanan mudik dan libur panjang yang membuat masyarakat lebih memilih asuransi perjalanan. Linggawati Tok menjelaskan kemudahan pembelian melalui kanal digital ikut mendorong tren positif ini.
Masyarakat kini semakin menyadari pentingnya perlindungan tambahan saat bepergian. Individu yang membeli polis melalui mitra agen perjalanan maupun bundling digital berkontribusi besar pada pertumbuhan premi. Faktor keamanan dan kenyamanan menjadi pertimbangan utama dalam memilih produk asuransi perjalanan.
Kinerja Premi dan Pendapatan Perusahaan
GEGI mencatat pendapatan premi bruto mencapai Rp 214,29 miliar pada Februari 2026. Angka ini meningkat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 180,86 miliar. Lonjakan pendapatan menandakan adanya peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap produk asuransi perjalanan.
Pertumbuhan premi didorong kombinasi pembelian individu dan paket bundling digital. Meskipun nilai nominal premi tidak diungkap, tren pertumbuhan menunjukkan peluang bisnis yang terus meningkat. Perusahaan menilai momentum mudik dan libur panjang menjadi momen strategis untuk meningkatkan penetrasi pasar.
Tren Klaim dan Pengelolaan Risiko
Volume klaim asuransi perjalanan masih dalam batas yang dapat dikelola perusahaan. Klaim dominan meliputi kecelakaan, pengobatan selama perjalanan, serta keterlambatan atau pembatalan perjalanan dan bagasi. Sebagian besar klaim diajukan setelah perjalanan selesai, sehingga proses pemantauan masih berjalan.
GEGI menekankan bahwa risiko klaim terkait transportasi udara cukup tinggi, namun dapat ditangani dengan sistem manajemen risiko yang baik. Volume klaim yang terkendali menunjukkan sistem klaim perusahaan berjalan efektif. Hal ini meningkatkan kepercayaan nasabah untuk tetap menggunakan asuransi perjalanan di masa mendatang.
Perubahan Perilaku Masyarakat Pasca Pandemi
Tren asuransi perjalanan meningkat sejak pascapandemi. Masyarakat kini lebih terbiasa membeli polis sebagai proteksi tambahan ketika bepergian. Kesadaran akan risiko perjalanan mendorong perilaku konsumen agar lebih bijak dalam memilih produk asuransi.
Asuransi perjalanan tidak lagi dianggap opsional, tetapi menjadi kebutuhan penting. Lonjakan permintaan mencerminkan perubahan pola konsumsi masyarakat dalam menghadapi risiko perjalanan. Kebiasaan baru ini memberi peluang bagi perusahaan untuk meningkatkan penetrasi di segmen pasar yang lebih luas.
Tantangan dan Strategi Ke Depan
Meski permintaan meningkat, penjualan asuransi perjalanan masih bersifat musiman. Tantangan utama adalah menjadikan asuransi perjalanan lebih berkelanjutan sepanjang tahun. Linggawati menekankan pentingnya inovasi produk dan edukasi nasabah agar asuransi perjalanan tidak hanya dikaitkan dengan momen mudik dan libur panjang.
Perusahaan perlu mendorong strategi digital marketing dan kerjasama dengan berbagai kanal distribusi. Langkah ini diharapkan bisa meningkatkan kesadaran masyarakat untuk membeli polis secara rutin. Dengan pengelolaan risiko yang tepat, pertumbuhan asuransi perjalanan bisa terus meningkat dan menjadi produk keuangan yang lebih stabil.