JAKARTA - Pergerakan harga pangan nasional kembali menjadi perhatian masyarakat setelah sejumlah komoditas utama tercatat mengalami level harga yang cukup tinggi di pasar eceran.
Cabai rawit merah menjadi salah satu komoditas yang paling menonjol karena menembus angka Rp68.100 per kilogram, sementara daging ayam ras tercatat berada di level Rp40.500 per kilogram.
Kenaikan dan pergerakan harga bahan pangan seperti ini kerap menjadi acuan penting bagi masyarakat, terutama dalam mengatur pengeluaran rumah tangga sehari-hari.
Data tersebut tercermin dalam catatan Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia. Informasi yang dirilis pada Senin pagi pukul 09.20 WIB di Jakarta menunjukkan sejumlah bahan pangan pokok masih berada pada kisaran harga yang bervariasi di tingkat pedagang eceran secara nasional.
Selain cabai rawit merah dan daging ayam ras, beberapa komoditas lain seperti bawang, beras, daging sapi, gula, minyak goreng, hingga telur ayam ras juga tercatat mengalami dinamika harga yang menjadi perhatian konsumen.
Secara umum, data PIHPS memberikan gambaran mengenai kondisi harga pangan yang beredar di pasar ritel. Informasi ini menjadi penting tidak hanya bagi masyarakat, tetapi juga bagi pelaku usaha dan pemangku kepentingan untuk memantau stabilitas harga kebutuhan pokok.
Dari kelompok cabai hingga protein hewani, seluruh komoditas tersebut memiliki peran besar dalam konsumsi harian masyarakat Indonesia.
Cabai Rawit Merah Dan Daging Ayam Jadi Sorotan
Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia mencatat harga pangan komoditas cabai rawit merah tembus Rp68.100 per kilogram (kg), sedangkan daging ayam ras Rp40.500 per kg.
Berdasarkan data dari PIHPS yang dilansir di Jakarta, Senin pukul 09.20 WIB, selain daging ayam dan cabai rawit merah, tercatat harga pangan di tingkat pedagang eceran secara nasional lainnya juga menunjukkan variasi pada sejumlah komoditas penting.
Untuk komoditas cabai, selain cabai rawit merah, PIHPS juga mencatat harga cabai merah besar mencapai Rp45.150 per kg, cabai merah keriting Rp45.950 per kg, dan cabai rawit hijau Rp39.850 per kg.
Angka tersebut menunjukkan bahwa kelompok cabai masih menjadi salah satu komoditas dengan harga yang cukup fluktuatif dan sering menjadi perhatian konsumen.
Terutama cabai rawit merah yang menempati posisi paling tinggi dibanding jenis cabai lainnya dalam data terbaru tersebut.
Sementara itu, daging ayam ras yang menjadi salah satu sumber protein hewani utama masyarakat tercatat di harga Rp40.500 per kg.
Harga ini menjadi salah satu indikator penting bagi kebutuhan rumah tangga karena daging ayam merupakan komoditas yang paling sering dikonsumsi secara luas.
Harga Bawang Dan Beras Masih Bervariasi
Selain kelompok cabai dan daging ayam, PIHPS juga mencatat harga bawang merah di angka Rp50.100 per kg, sedangkan bawang putih berada di harga Rp43.400 per kg.
Kedua komoditas ini menjadi bagian penting dalam kebutuhan dapur sehari-hari. Karena hampir seluruh masakan rumah tangga maupun usaha kuliner menggunakan bawang merah dan bawang putih, perubahan harganya sering kali ikut memengaruhi beban belanja masyarakat.
Pada kelompok beras, variasi harga juga terlihat cukup jelas berdasarkan kualitasnya. Beras kualitas bawah I tercatat di harga Rp15.350 per kg, sedangkan beras kualitas bawah II berada di angka Rp14.950 per kg.
Untuk kategori beras kualitas medium, PIHPS mencatat beras kualitas medium I di harga Rp16.300 per kg, sementara beras kualitas medium II berada di harga Rp16.450 per kg.
Adapun untuk kategori beras kualitas super, beras kualitas super I tercatat di harga Rp17.700 per kg, sedangkan beras kualitas super II berada di angka Rp16.650 per kg.
Rentang harga beras tersebut menunjukkan bahwa masyarakat memiliki beberapa pilihan sesuai kebutuhan dan daya beli. Sebagai makanan pokok utama, harga beras selalu menjadi perhatian utama dalam pemantauan harga pangan nasional.
Daging Sapi Hingga Gula Ikut Tercatat Dalam Pemantauan
Pada kelompok protein hewani lainnya, PIHPS juga mencatat harga daging sapi kualitas I berada di level Rp145.000 per kg. Sementara itu, daging sapi kualitas II tercatat di harga Rp137.850 per kg.
Harga daging sapi yang lebih tinggi dibanding daging ayam menunjukkan perbedaan segmentasi konsumsi di pasar. Meski begitu, komoditas ini tetap menjadi salah satu bahan pangan penting yang dipantau karena banyak dibutuhkan masyarakat, terutama pada momen tertentu.
Untuk komoditas gula, PIHPS mencatat gula pasir kualitas premium berada di harga Rp19.600 per kg. Sementara itu, gula pasir lokal tercatat di angka Rp18.400 per kg.
Perbedaan harga antara gula premium dan gula lokal memberikan gambaran variasi kualitas serta preferensi konsumen di pasar. Gula pasir menjadi salah satu bahan pokok yang hampir selalu dibutuhkan dalam konsumsi rumah tangga maupun usaha makanan dan minuman.
Data ini menunjukkan bahwa tidak hanya bahan pangan segar yang mengalami pergerakan harga, tetapi juga komoditas kebutuhan dasar lain yang memiliki pengaruh besar terhadap pengeluaran masyarakat sehari-hari.
Minyak Goreng Dan Telur Ayam Lengkapi Daftar Harga Pangan
Sementara itu, untuk komoditas minyak goreng, PIHPS mencatat minyak goreng curah di harga Rp20.400 per liter. Lalu, minyak goreng kemasan bermerek I berada di harga Rp23.200 per liter, sedangkan minyak goreng kemasan bermerek II tercatat Rp21.800 per liter.
Perbedaan harga pada produk minyak goreng ini memperlihatkan variasi pilihan yang tersedia di pasar, baik dari sisi kemasan maupun kategori merek. Minyak goreng sendiri merupakan kebutuhan pokok yang sangat penting bagi rumah tangga maupun pelaku usaha kuliner.
Selain itu, PIHPS juga mencatat harga komoditas telur ayam ras berada di angka Rp32.000 per kg. Telur ayam ras menjadi salah satu sumber protein yang paling terjangkau dan paling banyak dikonsumsi masyarakat, sehingga perubahan harganya selalu menjadi perhatian.
Secara keseluruhan, data PIHPS Nasional yang dikelola Bank Indonesia memperlihatkan bahwa harga pangan di tingkat pedagang eceran nasional masih bergerak beragam di berbagai komoditas.
Cabai rawit merah menjadi komoditas dengan sorotan utama karena menembus Rp68.100 per kg, sementara daging ayam ras tercatat Rp40.500 per kg.
Di sisi lain, bawang, beras, daging sapi, gula, minyak goreng, dan telur ayam ras juga tetap menjadi komoditas penting yang dipantau karena berpengaruh langsung terhadap kebutuhan konsumsi masyarakat sehari-hari.