Kereta Api Tetap Jadi Pilihan Utama Transportasi Pemudik Tahun 2026

Rabu, 25 Maret 2026 | 12:33:05 WIB
Kereta Api Tetap Jadi Pilihan Utama Transportasi Pemudik Tahun 2026

JAKARTA - Kereta api kembali menjadi moda transportasi favorit pemudik pada Lebaran 2026. 

Pergerakan penumpang angkutan umum tetap tinggi, namun kondisi masih terkendali. Data menunjukkan kereta api menjadi pilihan utama dibanding moda lain.

Menurut catatan Kementerian Perhubungan, jumlah penumpang angkutan umum pada hari H Lebaran mencapai ratusan ribu orang. Arus kendaraan juga masih tinggi di sejumlah simpul transportasi. Hal ini menunjukkan mobilitas masyarakat tetap tinggi meski pengaturan perjalanan sudah dilakukan.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Ernita Titits Dewi menegaskan, kereta api tetap menjadi moda utama bagi pemudik. “Moda transportasi terbanyak yang digunakan masih dengan moda kereta api,” ujarnya. Pernyataan ini menegaskan peran penting kereta api dalam arus mudik nasional.

Distribusi Penumpang Berdasarkan Moda Transportasi

Pada hari H Lebaran, pergerakan penumpang kereta api mencapai 364.649 orang. Angka ini terbagi menjadi 205.335 penumpang antar-kota dan 159.314 penumpang perkotaan regional. Keberangkatan melalui angkutan udara mencapai 206.785 orang, termasuk domestik dan internasional.

Angkutan laut dan penyeberangan mencatat jumlah penumpang masing-masing 21.141 dan 177.564 orang. Sementara bus antarkota mengangkut 103.777 penumpang. Angka-angka ini menunjukkan keragaman pilihan transportasi masyarakat sesuai kebutuhan dan jarak tempuh.

Data kumulatif sejak H-8 hingga hari H Lebaran menunjukkan total penumpang angkutan umum mencapai 10.887.584 orang. Jumlah ini naik 8,58% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan terlihat signifikan pada semua moda transportasi.

Kenaikan Jumlah Penumpang Per Moda Transportasi

Moda kereta api mencatat 3.349.343 penumpang, naik 13,46% dari tahun sebelumnya. Angkutan udara mengangkut 2.397.192 orang, meningkat 2,95% dibandingkan periode sebelumnya. Kenaikan penumpang menandakan kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi tetap tinggi.

Angkutan penyeberangan mencapai 2.664.004 orang, naik 14,01%. Angkutan bus mencatat 1.693.931 penumpang, meningkat 9,37%. Angkutan laut tercatat 783.114 orang, menunjukkan semua moda mengalami pertumbuhan penumpang.

Kenaikan ini tidak hanya terlihat pada jumlah penumpang, tetapi juga pada kinerja operasional. Moda transportasi berhasil mengelola jumlah penumpang dengan baik meskipun volume arus mudik meningkat.

Pergerakan Kendaraan di Gerbang Tol dan Arteri

Selain angkutan umum, arus kendaraan pribadi juga tetap tinggi. Kendaraan yang keluar dari gerbang Tol Jakarta mencapai 193.237 unit, sedangkan yang masuk 122.074 unit. Total pergerakan kendaraan di gerbang Tol Jabodetabek tercatat 380.753 unit.

Kendaraan di gerbang Tol Non-Jabodetabek mencapai 353.546 unit. Sementara itu, di ruas arteri Jabodetabek, kendaraan yang keluar tercatat 601.275 unit dan yang masuk 460.089 unit. Arus kendaraan di arteri Non-Jabodetabek tercatat 607.366 unit.

Data ini menunjukkan mobilitas masyarakat tetap tinggi meski pengaturan lalu lintas dan transportasi telah dilakukan. Arus kendaraan yang terpantau membantu pemerintah menyesuaikan strategi pengendalian lalu lintas.

Kinerja Ketepatan Waktu Angkutan Umum

Kementerian Perhubungan juga mencatat ketepatan waktu (on time performance/OTP) angkutan umum. Kereta api antar-kota mencatat OTP sebesar 97,70% dan kereta api regional 99,40%. Angkutan udara domestik sebesar 88,09% dan internasional 69,31%.

Moda angkutan laut mencatat OTP 95,92%, penyeberangan 93,20%, dan angkutan darat 64,97%. Data ini menunjukkan sebagian besar moda transportasi berhasil mempertahankan jadwal meski jumlah penumpang meningkat.

“Pemudik dapat mengandalkan layanan transportasi publik dengan ketepatan waktu yang tinggi,” kata Ernita. Hal ini menegaskan bahwa pelayanan transportasi tetap optimal meski menghadapi lonjakan penumpang.

Terkini