JAKARTA - Pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, menorehkan sejarah dengan meraih podium ketiga di ajang Moto3 Brasil.
Balapan berlangsung di Autodromo Internacional de Goiania – Ayrton Senna, dan menjadi tonggak penting bagi pembalap Tanah Air. Veda memulai balapan dari posisi ke-4 dan sempat mengalami restart setelah insiden yang melibatkan Scott Ogden, sehingga seluruh pembalap harus tampil agresif sejak awal.
Pada restart, Veda sempat berada di posisi ke-10. Dengan konsistensi dan strategi yang matang, ia perlahan naik ke posisi ke-8, kemudian ke posisi ke-4 memasuki dua lap terakhir. Di lap terakhir, Veda menyalip Alvaro Carpe dan mengamankan podium ketiga, menjadi pembalap Indonesia pertama yang mencapai posisi ini di kelas Moto3.
“Ini balapan terbaik saya sejauh ini. Meskipun sempat kesulitan menjaga ban belakang sebelum bendera merah, akhirnya saya finis di tiga besar. Terima kasih kepada masyarakat Indonesia, keluarga, dan sponsor atas dukungannya,” ungkap Veda.
Pencapaian ini menjadi bukti bahwa pembalap Indonesia mampu bersaing di level dunia dengan kerja keras dan latihan intensif. Momentum ini juga meningkatkan optimisme terhadap potensi talenta muda dalam olahraga otomotif nasional.
Mandalika Sebagai Basis Pembinaan Pembalap Nasional
Kesuksesan Veda tidak lepas dari latihan intensif di Pertamina Mandalika International Circuit. Sirkuit ini berperan penting dalam mengasah kemampuan teknis dan mental balap bagi pembalap Indonesia.
“Kami bangga dengan prestasi Veda. Mandalika berperan sebagai bagian dari ekosistem motorsport nasional yang mendorong pembalap Indonesia bersaing di level global,” ujar Maya Watono, Direktur Utama InJourney Holding.
Selain itu, fasilitas Mandalika menyediakan program pembinaan berkelanjutan. Program ini meliputi track-day, latihan bebas, serta Kejurnas Pertamina Mandalika Racing Series, yang menyiapkan pembalap menghadapi standar homologasi sirkuit internasional. Ahmad Fajar, Plt Direktur Utama ITDC, menambahkan, “Prestasi Veda menegaskan keberhasilan Mandalika sebagai ekosistem sportainment yang mampu melahirkan talenta berdaya saing internasional.”
Priandhi Satria, Direktur Utama MGPA, menekankan pentingnya standar internasional dalam fasilitas Mandalika. Hal ini memungkinkan pembalap untuk membiasakan diri dengan regulasi dan kondisi sirkuit global. Mandalika menjadi laboratorium latihan yang mendorong pengembangan skill teknis dan mental bagi pembalap muda Indonesia.
Jejak Karier Veda Menuju Panggung Internasional
Veda memulai kiprahnya di Mandalika sejak 2021 melalui Asia Talent Cup sebagai wildcard. Ia berhasil meraih kemenangan ganda pada 2022 dan keluar sebagai juara Asia Talent Cup 2023. Keberhasilan ini menjadi batu loncatan sebelum tampil di ajang yang lebih tinggi seperti Pertamina Mandalika Racing Series dan Asia Road Racing Championship (ARRC).
Pada 2023, Veda aktif di kelas 250cc Pertamina Mandalika Racing Series, lalu naik ke kelas 600cc pada 2024. Prestasi ini membuktikan kemampuannya menyesuaikan diri dengan kapasitas motor yang lebih tinggi dan level kompetisi yang meningkat. Di ARRC 2024, ia bahkan berhasil menempati podium kedua, memperlihatkan konsistensi performa di level regional.
Tahun 2025 menjadi langkah penting sebelum debutnya di Moto3. Veda menjadi runner-up Red Bull Rookies Cup, ajang yang dikenal sebagai batu loncatan pembalap muda menuju kejuaraan dunia. Kesuksesan di Rookies Cup menjadi indikator bahwa latihan dan pengalaman di Mandalika telah membekali Veda untuk menghadapi kompetisi internasional.
Strategi dan Mentalitas di Balapan
Kunci keberhasilan Veda di Moto3 Brasil terletak pada strategi balapan dan mental yang kuat. Meskipun posisi awal tidak ideal, ia mampu membaca ritme balapan dan memanfaatkan peluang saat lawan melakukan kesalahan. Konsistensi dan fokus dalam setiap lap membantunya meraih podium ketiga, menunjukkan ketahanan mental yang luar biasa.
Pengelolaan ban dan kecepatan motor menjadi faktor penting dalam meraih posisi puncak. Veda mengaku sempat kesulitan menjaga ban belakang sebelum restart, namun berhasil menyesuaikan strategi balapan. “Ini balapan terbaik saya sejauh ini. Meskipun sempat kesulitan menjaga ban belakang sebelum bendera merah, akhirnya saya finis di tiga besar,” ungkapnya.
Kemenangan ini juga menjadi motivasi bagi pembalap muda Indonesia lain untuk menembus level internasional. Mental juara, keberanian mengambil risiko, dan pengalaman menghadapi tekanan tinggi menjadi kombinasi penting dalam meraih prestasi global.
Dampak dan Harapan bagi Motorsport Indonesia
Podium Veda menjadi bukti bahwa pembalap Indonesia memiliki potensi bersaing di dunia. Prestasi ini diharapkan memicu motivasi bagi generasi muda untuk menekuni motorsport. Pihak Mandalika dan ekosistem sportainment nasional akan terus mendukung pembinaan talenta dengan fasilitas dan program latihan berstandar internasional.
Keberhasilan Veda juga menegaskan bahwa pendekatan sistematis dalam pembinaan atlet, dari latihan intensif hingga pengalaman internasional, mampu menghasilkan prestasi dunia. Ia menjadi contoh nyata bahwa talenta lokal, jika dibina dengan baik, bisa menembus panggung global.
Kesuksesan ini membawa kebanggaan bagi Indonesia dan membuka jalan bagi prestasi pembalap muda di masa mendatang.
Dengan pencapaian ini, Veda kini menjadi simbol keberhasilan program pembinaan di Mandalika. Podium di Moto3 Brasil menjadi awal dari perjalanan panjang menuju level lebih tinggi. Fokus latihan, pengalaman balapan internasional, dan mental kuat akan menjadi modal utama untuk menorehkan prestasi selanjutnya bagi Indonesia di dunia motorsport.