DKP DIY Latih Dapur Gizi Olah Ikan Dukung Program MBG

Selasa, 10 Maret 2026 | 10:00:37 WIB
DKP DIY Latih Dapur Gizi Olah Ikan Dukung Program MBG

JAKARTA - Upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat terus dilakukan melalui berbagai program strategis. 

Salah satu langkah yang kini menjadi perhatian adalah pemanfaatan bahan pangan bergizi tinggi dalam penyediaan makanan sehari-hari, terutama bagi kelompok penerima program pemerintah. 

Dalam konteks ini, ikan menjadi salah satu sumber protein yang dinilai sangat penting karena kandungan gizinya yang tinggi dan manfaatnya bagi kesehatan tubuh.

Di Daerah Istimewa Yogyakarta, pemerintah daerah melalui Dinas Kelautan dan Perikanan berupaya mendorong pemanfaatan ikan sebagai bahan utama dalam menu makanan bergizi. Langkah ini juga berkaitan dengan dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok yang membutuhkan.

Agar pelaksanaan program tersebut berjalan optimal, pengelola dapur yang terlibat dalam penyediaan makanan perlu memiliki keterampilan yang memadai. Tidak hanya soal memasak, mereka juga perlu memahami cara memilih bahan baku yang baik serta mengolahnya menjadi menu yang sehat, aman, dan menarik untuk dikonsumsi.

Melalui kegiatan pelatihan yang terstruktur, pemerintah berharap para pengelola dapur dapat meningkatkan kapasitas mereka dalam mengolah ikan menjadi berbagai jenis hidangan. Dengan demikian, program peningkatan gizi masyarakat dapat berjalan lebih efektif dan memberikan manfaat yang lebih luas.

Pelatihan Pengolahan Ikan Untuk Dukung Program Gizi

Dinas Kelautan dan Perikanan DIY mendorong optimalisasi olahan produk ikan di masyarakat untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG). Pada 2026, sebanyak 90 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Daerah Istimewa Yogyakarta mendapatkan bimbingan teknis (bimtek) pengolahan ikan.

Kepala DKP DIY Hery Sulistio Hermawan menjelaskan sepanjang tahun ini terdapat 30 paket bimtek yang disiapkan untuk SPPG.

“Satu paket itu tiga dapur SPPG. Berarti tiga dapur dikali 30, ada 90 dapur SPPG ini kelompok sasarannya,” ujarnya.

Pelatihan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk meningkatkan kemampuan pengelola dapur dalam mengolah bahan pangan laut. Dengan keterampilan yang lebih baik, diharapkan menu yang dihasilkan dapat lebih bervariasi dan bernilai gizi tinggi.

Peningkatan Keterampilan Pengelola Dapur Gizi

Bimbingan teknis ini tidak hanya diperuntukkan bagi satu kelompok tertentu. Program tersebut menyasar seluruh unsur yang terlibat dalam pengelolaan dapur SPPG, terutama penjamah makanan dan koordinator dapur.

Selain memberikan pemahaman terkait teknik pengolahan ikan, peserta juga mendapatkan referensi variasi menu berbahan dasar ikan. Hal ini penting agar menu yang disajikan tidak monoton dan tetap menarik bagi masyarakat yang mengonsumsinya.

“Kami juga menyampaikan bagaimana memilih ikan yang baik, segar dan berkualitas, lalu bagaimana mendistribusikannya,” katanya.

Melalui pelatihan ini, peserta juga diharapkan dapat memahami proses penanganan bahan baku secara tepat. Dengan begitu, kualitas makanan yang disajikan tetap terjaga mulai dari proses pemilihan hingga pengolahan.

Pentingnya Konsumsi Ikan Bagi Kesehatan

Menurut Hery, langkah ini penting karena ikan menjadi salah satu sumber protein yang dapat dimasukkan dalam menu MBG. Program ini sekaligus menjadi upaya untuk meningkatkan konsumsi ikan masyarakat di DIY yang saat ini masih berada di bawah rata-rata nasional.

“Kegiatan ini merupakan upaya untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam mengolah hasil perikanan menjadi berbagai menu yang bergizi, aman dikonsumsi, serta menarik bagi masyarakat,” ungkapnya.

Ia menambahkan peningkatan konsumsi ikan memiliki peran penting dalam memperbaiki gizi masyarakat. Konsumsi ikan secara rutin dapat membantu memenuhi kebutuhan protein serta asam lemak esensial yang berperan dalam perkembangan otak dan sistem kekebalan tubuh.

Dengan kandungan nutrisi yang lengkap, ikan menjadi salah satu bahan pangan yang sangat direkomendasikan untuk mendukung pola makan sehat. Oleh karena itu, pengolahan ikan secara tepat menjadi faktor penting agar manfaat gizinya dapat dirasakan secara maksimal.

Penguatan Rantai Pasok Bahan Baku Ikan

Terkait suplai bahan baku, DKP DIY memastikan ketersediaan ikan untuk kebutuhan SPPG relatif aman. Sejumlah dapur SPPG juga telah menjalin kerja sama dengan berbagai produsen ikan di DIY.

“Sudah banyak yang bekerja sama, tapi saya belum ada detailnya karena masih terus berkembang,” jelasnya.

Produsen tersebut terdiri dari pembudidaya ikan, nelayan, hingga pelaku usaha pengolahan hasil perikanan. Dalam praktiknya, satu produsen dapat memasok kebutuhan ikan ke lebih dari satu dapur SPPG.

“Ada pelaku yang bisa bekerja sama dengan 35 dapur, ada yang 32 dapur, ada yang 20-an, ada yang di bawah 10, tergantung karakteristik masing-masing,” ujarnya.

Melalui kontrak kerja sama tersebut, setiap pihak diharapkan memperoleh kepastian dalam rantai pasok.

“Nelayan harus dipastikan bahwa produknya dibeli. SPPG pun harus memiliki kepastian bahwa bahan baku ikan akan didistribusikan,” katanya.

Melalui bimtek ini, diharapkan sinergi antara pemerintah, pengelola dapur layanan gizi, serta pelaku usaha perikanan semakin kuat sehingga mampu mendukung terciptanya generasi yang sehat, kuat, dan cerdas.

Terkini