Gentengisasi Prabowo Ubah Kawasan Padat Penduduk Menjadi Lingkungan Lebih Sehat

Kamis, 26 Februari 2026 | 13:14:54 WIB
Gentengisasi Prabowo Ubah Kawasan Padat Penduduk Menjadi Lingkungan Lebih Sehat

JAKARTA - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) memulai program gentengisasi untuk memperbaiki kawasan padat permukiman. 

Tahap awal dilaksanakan di Menteng Tenggulun, Jakarta Pusat, dengan target 52 rumah direnovasi agar layak huni. Direktur Jenderal Perumahan Perkotaan, Sri Haryati, menyatakan, “Insyaallah nanti ada 52 rumah yang direnovasi menjadi layak huni.”

Dari jumlah tersebut, 23 rumah milik pelaku UMKM akan diperbaiki, sementara 10 UMKM lain akan dibina untuk pembiayaan. 

Semua renovasi dan penataan lorong dilakukan melalui dana CSR secara gotong royong antara warga, pemerintah, dan dunia usaha. Program ini menjadi tahap awal mengentaskan rumah tidak layak huni sekaligus meningkatkan fasilitas sanitasi dan perekonomian lokal.

Sri menekankan bahwa proyek ini bukan sekadar renovasi fisik, tetapi juga menumbuhkan semangat kerja sama antarwarga. Menteng Tenggulun dipilih sebagai contoh bagaimana kawasan padat bisa berubah menjadi lingkungan sehat dan tertib. “Kami ingin Menteng Tenggulun menjadi contoh lingkungan yang berdaya ekonomi,” katanya.

Sinergi Lintas Sektor dalam Pelaksanaan

Proyek gentengisasi terlaksana berkat kolaborasi Kementerian PKP, Pemprov DKI Jakarta, perbankan, pengelola dana CSR, dan Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jakarta. Sinergi ini memungkinkan perencanaan dan pelaksanaan berjalan lebih efektif dan transparan. Anggaran awal diperkirakan mencapai Rp5 miliar yang sepenuhnya bersumber dari dana CSR.

Pengerjaan fisik diagendakan bergulir pasca-Lebaran 2026 dan diproyeksikan selesai bertahap antara Juni hingga Juli 2026. Konsepnya tidak hanya memperbaiki rumah, tetapi juga membangun gotong royong antarwarga. Sri menambahkan, pendekatan ini diharapkan memperkuat rasa kepemilikan masyarakat terhadap lingkungan mereka.

Selain itu, proyek ini turut memugar akses gang dan memfasilitasi destinasi wisata kuliner berbasis UMKM lokal. Langkah tersebut diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis masyarakat. Menteng Tenggulun, yang sering dipandang sebagai permukiman padat di jantung Menteng, dijadikan percontohan nasional.

Peran UMKM dalam Pemberdayaan Ekonomi

Program gentengisasi memberi perhatian khusus pada UMKM sebagai penggerak ekonomi lokal. Rumah pelaku UMKM menjadi sasaran renovasi, sementara 10 UMKM lainnya dibina agar memiliki akses pembiayaan. “Semua pembiayaan renovasi rumah dan penataan lorong dilakukan melalui dana CSR secara gotong royong,” jelas Sri.

Kegiatan ini diharapkan menumbuhkan ekosistem ekonomi lokal yang sehat. UMKM akan mendapatkan manfaat ganda dari hunian layak dan akses usaha yang lebih tertata. Dengan demikian, proyek ini menegaskan hubungan antara perbaikan infrastruktur permukiman dan pemberdayaan ekonomi warga.

Selain itu, program ini membuka peluang pengembangan wisata kuliner dan kreatif di kawasan padat. UMKM dapat memanfaatkan akses jalan yang lebih tertata untuk menjangkau konsumen. Hal ini akan memperkuat ekonomi mikro sekaligus mendukung program pemerintah dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Target Nasional Program Gentengisasi

Presiden Prabowo Subianto memperkenalkan program gentengisasi sebagai upaya mempercantik permukiman dan meningkatkan kenyamanan hunian rakyat. Program ini ditargetkan membuat Indonesia bebas atap seng dalam tiga tahun ke depan. Proyek gentengisasi menjadi pilar Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah).

Dalam Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah 2026, Prabowo menekankan pentingnya mengganti genteng seng yang panas dan mudah berkarat. “Tidak mungkin Indonesia indah kalau semua genteng dari seng,” ujarnya. Dengan pendekatan ini, estetika permukiman dan kesehatan penghuni dapat meningkat secara signifikan.

Program ini juga menekankan pembangunan berkelanjutan yang memperhatikan lingkungan. Hunian yang layak, akses sanitasi memadai, dan fasilitas penunjang di lorong-lorong akan memperkuat kualitas hidup warga. Dengan begitu, transformasi kawasan padat menjadi model lingkungan urban yang sehat dapat terwujud.

Pelaksanaan dan Proyeksi Dampak

Pelaksanaan proyek akan dilakukan secara bertahap mulai pasca-Lebaran 2026 hingga Juli 2026. Renovasi fisik, pembenahan lorong, dan pemberdayaan UMKM dilakukan bersamaan untuk menciptakan efek sinergi. Sri menegaskan, keberhasilan proyek tidak hanya diukur dari jumlah rumah direnovasi, tetapi juga dari dampak sosial dan ekonomi.

Proyek ini diharapkan menjadi model nasional untuk kawasan permukiman padat lain di Indonesia. Dengan dukungan CSR, sinergi pemerintah, dan partisipasi masyarakat, Menteng Tenggulun bisa menjadi laboratorium urban bagi transformasi permukiman. Sri menambahkan, “Konsepnya membangun semangat gotong royong antarwarga, pemerintah, dan dunia usaha.”

Selain itu, program ini dapat memicu replikasi gentengisasi di daerah lain untuk memperbaiki kondisi permukiman padat secara nasional. 

Peningkatan kualitas hunian dan akses usaha UMKM diyakini akan mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Dengan langkah ini, pemerintah menunjukkan komitmen menghadirkan lingkungan yang sehat, tertib, dan berdaya ekonomi.

Terkini