Proyeksi Jasa Marga Mudik Lebaran 2026 Capai 3,6 Juta Kendaraan

Rabu, 11 Februari 2026 | 15:34:14 WIB
Proyeksi Jasa Marga Mudik Lebaran 2026 Capai 3,6 Juta Kendaraan

JAKARTA - PT Jasa Marga (Persero) Tbk memproyeksikan bahwa pada mudik Lebaran 2026, sekitar 3,6 juta kendaraan akan meninggalkan wilayah Jabodetabek. 

Angka ini diprediksi akan tercapai karena panjangnya masa libur Lebaran yang memberikan kesempatan lebih luas bagi masyarakat untuk bepergian ke kampung halaman. 

Direktur Utama Jasa Marga, Rivan Achmad Purwantoro, menjelaskan bahwa proyeksi ini berdasarkan data historis lalu lintas yang dimiliki oleh perusahaan, yang terus dievaluasi dan disesuaikan dengan pola pergerakan kendaraan pada periode-periode libur sebelumnya.

Perkiraan ini mencerminkan besarnya antusiasme masyarakat untuk melakukan perjalanan jarak jauh, dengan sebagian besar kendaraan menuju berbagai arah melalui jalan tol. Untuk itu, persiapan optimal terus dilakukan oleh Jasa Marga, terutama terkait pengelolaan arus kendaraan yang diperkirakan akan meningkat tajam pada periode mudik Lebaran tersebut.

Pembagian Proyeksi Arus Kendaraan Berdasarkan Arah

Dari total 3,6 juta kendaraan yang diprediksi meninggalkan Jabodetabek, sekitar 50% diperkirakan akan menuju arah timur, sementara 28% lainnya akan bergerak ke arah barat menuju Merak, dan 20,7% sisanya menuju arah selatan melalui Ciawi.

 Rivan Achmad Purwantoro menyatakan bahwa arah timur menjadi perhatian utama, mengingat sebagian besar kendaraan akan mengalir melalui ruas Tol Trans Jawa, yang menghubungkan Jabodetabek dengan kota-kota besar di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Dari 50% kendaraan yang menuju arah timur, sekitar 57% diproyeksikan akan melewati Trans Jawa, yang saat ini telah dilengkapi dengan jalan tol yang memadai untuk mempermudah arus kendaraan. 

Sementara itu, sekitar 42% kendaraan lainnya diperkirakan akan menuju Bandung, yang menjadi salah satu tujuan favorit bagi masyarakat yang berasal dari Jabodetabek. 

Proyeksi ini juga didasarkan pada pengalaman sebelumnya dalam mengelola arus lalu lintas pada periode Natal dan Tahun Baru (Nataru), yang memiliki pola serupa meski dengan volume kendaraan yang lebih kecil.

Tingkat Akurasi Data Lalu Lintas Jasa Marga

Jasa Marga, dengan pengalaman dan data yang dimilikinya, merasa yakin dengan proyeksi yang dibuat. Rivan Achmad Purwantoro menyebutkan bahwa tingkat akurasi perhitungan lalu lintas Jasa Marga pada periode Nataru 2025 mencapai hampir 100%, dengan angka mencapai 90,9%. Hal ini memberi kepercayaan diri bahwa proyeksi untuk mudik Lebaran 2026 juga dapat dipertanggungjawabkan dengan akurasi yang tinggi.

Selain itu, Jasa Marga juga menyatakan bahwa mereka akan terus memantau kondisi lalu lintas secara real-time, serta menyediakan berbagai layanan tambahan seperti titik pemberhentian istirahat yang memadai dan bantuan darurat di sepanjang ruas jalan tol. 

Dengan pengalaman yang dimiliki, mereka akan terus melakukan evaluasi dan penyesuaian terhadap sistem pengaturan lalu lintas selama periode mudik untuk memastikan kenyamanan dan keselamatan para pengendara.

Proyeksi Arus Balik yang Tidak Kalah Signifikan

Tidak hanya arus mudik yang diprediksi melonjak, arus balik pada Lebaran 2026 juga diharapkan akan mencapai sekitar 3,5 juta kendaraan. Pola pergerakan arus balik diperkirakan akan relatif sama dengan pola mudik, dengan 50% kendaraan akan kembali ke Jabodetabek dari arah timur, 28% dari arah barat, dan 20,7% sisanya dari arah Ciawi. 

Namun, pada arus balik ini, porsi kendaraan yang kembali melalui Trans Jawa diperkirakan sedikit berkurang menjadi sekitar 55%, dibandingkan dengan sekitar 57% pada arus mudik.

Penurunan ini terjadi karena adanya kemungkinan penundaan waktu kepulangan, di mana masyarakat mungkin akan memilih waktu kembali yang lebih fleksibel, tergantung pada kondisi di lapangan dan kebijakan pemerintah terkait dengan hari libur. 

Jasa Marga menyadari bahwa arus balik seringkali lebih padat karena banyaknya kendaraan yang mulai kembali pada waktu yang bersamaan, sehingga mereka mempersiapkan berbagai strategi untuk memastikan kelancaran pergerakan kendaraan.

Strategi Jasa Marga untuk Mengelola Arus Lalu Lintas

Untuk mengatasi lonjakan arus kendaraan yang besar pada mudik dan arus balik Lebaran 2026, Jasa Marga telah menyiapkan berbagai langkah strategis. 

Perseroan akan memaksimalkan penggunaan jalur tol yang ada dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan semua fasilitas jalan tol dapat berfungsi dengan baik. 

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menyediakan jalur tambahan, jika diperlukan, untuk menghindari kemacetan yang berpotensi terjadi, terutama pada titik-titik tertentu yang rawan macet.

Selain itu, Jasa Marga juga akan menyiapkan tim yang siap memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pengguna jalan tol, mulai dari bantuan darurat hingga titik istirahat yang memadai. 

Mereka juga akan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan keamanan dan kelancaran arus lalu lintas selama periode mudik dan arus balik Lebaran. Ke depannya, Jasa Marga berkomitmen untuk terus meningkatkan layanan bagi para pengendara dengan memperhatikan kenyamanan dan keselamatan selama perjalanan.

Persiapan Optimal Jasa Marga untuk Mudik Lebaran

Dengan proyeksi 3,6 juta kendaraan yang akan meninggalkan Jabodetabek pada mudik Lebaran 2026, PT Jasa Marga (Persero) Tbk terus berkomitmen untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas dan memastikan keselamatan para pengendara. 

Berdasarkan pengalaman sebelumnya, perusahaan optimis dapat mengelola arus kendaraan dengan efisien, sekaligus memberikan layanan terbaik bagi pengguna jalan tol. Persiapan yang matang dan strategi yang disusun dengan cermat akan menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan besar selama musim mudik dan arus balik Lebaran tahun 2026.

Terkini