Kinerja Keuangan PEP Zona 4 Terus Solid Berkat Produksi Migas

Rabu, 11 Februari 2026 | 10:56:51 WIB
Kinerja Keuangan PEP Zona 4 Terus Solid Berkat Produksi Migas

JAKARTA - PT Pertamina EP Zona 4 berhasil menjaga kinerja keuangan yang solid sepanjang tahun 2025 berkat peningkatan produksi minyak dan gas bumi yang signifikan. Pencapaian tersebut tidak hanya didorong oleh volume produksi yang meningkat, tetapi juga oleh strategi efisiensi biaya yang dijalankan dengan baik. 

General Manager PEP Zona 4, Djudjuwanto, menjelaskan bahwa efisiensi operasional tetap menjadi prioritas utama meskipun tantangan industri energi terus berdatangan. 

Produksi migas yang lebih tinggi, ditambah dengan pengelolaan biaya yang efisien, menjadi pendorong utama dalam menjaga stabilitas keuangan perusahaan.

Peningkatan ini sangat penting, mengingat tantangan yang ada di sektor energi global yang selalu berubah. Melalui kinerja yang solid ini, PEP Zona 4 berhasil memberikan kontribusi yang maksimal terhadap pasokan energi nasional. 

Djudjuwanto menekankan bahwa perusahaan tetap berfokus pada efisiensi dan keandalan operasi agar bisa menjaga kinerja keuangan yang sehat, dengan tetap memperhatikan pasokan energi yang stabil.

Peningkatan Kinerja Keuangan Melampaui Target

Kinerja keuangan PT Pertamina EP Zona 4 sepanjang 2025 menunjukkan hasil yang menggembirakan. Pendapatan sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) tercatat sebesar 887,44 juta dolar AS atau sekitar Rp 14,65 triliun. Capaian ini melampaui target yang ditetapkan perusahaan sebelumnya, yaitu 865,96 juta dolar AS atau sekitar Rp 14,29 triliun. 

Keberhasilan ini menandakan bahwa pengelolaan operasi produksi migas yang efisien dan strategi biaya yang terkendali berhasil memberikan dampak positif terhadap kinerja keuangan perusahaan.

Salah satu faktor yang berperan besar dalam pencapaian ini adalah pengelolaan biaya yang lebih efisien dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan berbagai upaya untuk menekan biaya operasional, PEP Zona 4 berhasil menjaga biaya tetap berada di bawah target yang ditetapkan, sambil tetap meningkatkan aktivitas produksi di berbagai wilayah kerja. 

Pendapatan yang lebih tinggi dibandingkan dengan biaya yang lebih rendah memungkinkan perusahaan untuk memperoleh margin usaha yang lebih baik, yang pada gilirannya mendukung stabilitas keuangan perusahaan.

Efisiensi Biaya dan Pengelolaan Produksi yang Tepat

Salah satu pencapaian penting yang mendukung kinerja keuangan perusahaan adalah efisiensi biaya yang berhasil dicapai. Biaya produksi migas pada 2025 tercatat sebesar 9,37 dolar AS per barrel setara minyak (BOE) atau sekitar Rp 154.605 per BOE, lebih rendah dibandingkan dengan 2024 yang tercatat di angka 10,49 dolar AS per BOE atau sekitar Rp 173.085 per BOE. 

Biaya operasi juga mengalami penurunan, tercatat sebesar 11,18 dolar AS per BOE atau sekitar Rp 184.470 per BOE, dibandingkan dengan tahun sebelumnya yang mencapai 11,63 dolar AS per BOE atau Rp 191.895 per BOE.

Pengelolaan biaya yang lebih efisien ini tidak hanya memberikan dampak positif bagi margin usaha, tetapi juga membantu perusahaan untuk tetap menjaga daya saing di pasar migas yang sangat kompetitif. 

Strategi optimalisasi lapangan migas yang dijalankan oleh perusahaan secara berkelanjutan juga berperan besar dalam menekan biaya dan meningkatkan produktivitas. PEP Zona 4 terus memprioritaskan efisiensi biaya, serta fokus pada keberlanjutan dan keberhasilan operasi jangka panjang.

Peningkatan Produksi Migas yang Meningkatkan Kontribusi Zona 4

Kinerja keuangan yang solid sepanjang 2025 tidak terlepas dari peningkatan produksi migas yang tercatat di Zona 4. Produksi minyak mencapai 27.642 barrel per hari (BOPD), meningkat 6,6 persen dibandingkan dengan tahun sebelumnya. 

Selain itu, produksi gas bumi juga mengalami kenaikan, dengan volume mencapai 530,9 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD), yang memperkuat kontribusi Zona 4 terhadap pasokan energi nasional.

Pertumbuhan produksi migas ini menjadi fondasi yang sangat penting bagi kinerja keuangan perusahaan, karena pendapatan dari penjualan migas merupakan sumber utama bagi PT Pertamina EP Zona 4. 

Peningkatan volume produksi yang signifikan ini tercapai melalui pengelolaan lapangan migas yang lebih optimal, yang memungkinkan perusahaan untuk meningkatkan hasil produksi tanpa mengorbankan efisiensi biaya. 

Dengan terus berfokus pada pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan, PEP Zona 4 mampu menjaga kinerja operasional dan keuangan tetap stabil di tengah ketidakpastian pasar energi.

Kontribusi PEP Zona 4 Terhadap Energi Nasional

Sebagai bagian dari PHR Regional Sumatra Zona 4, PT Pertamina EP Zona 4 memiliki peran penting dalam pasokan energi nasional. Dengan mengoperasikan tujuh wilayah kerja, seperti PEP Prabumulih Field, PEP Limau Field, dan PEP Pendopo Field, Zona 4 memberikan kontribusi besar terhadap produksi minyak dan gas bumi di Indonesia. 

Wilayah-wilayah kerja tersebut tersebar di beberapa kabupaten di Sumatra Selatan dan berkoordinasi dengan SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Selatan untuk memastikan operasional yang optimal.

Kontribusi ini sangat penting mengingat kebutuhan energi di Indonesia yang terus meningkat. Dengan menjaga keberlanjutan pasokan energi, PT Pertamina EP Zona 4 membantu mendorong pertumbuhan ekonomi dan memastikan kestabilan pasokan energi yang dibutuhkan oleh masyarakat dan industri. 

Oleh karena itu, peningkatan produksi migas di Zona 4 bukan hanya memberikan dampak positif bagi kinerja perusahaan, tetapi juga berperan penting dalam mendukung perekonomian nasional.

 Kinerja Solid yang Terus Berlanjut

Peningkatan produksi migas yang signifikan dan efisiensi biaya yang berhasil dijalankan oleh PT Pertamina EP Zona 4 pada 2025 menunjukkan bahwa perusahaan ini memiliki fondasi yang kuat untuk menghadapi tantangan industri energi di masa depan. 

Dengan tetap menjaga operasional yang efisien dan berkelanjutan, PEP Zona 4 akan terus mendukung pasokan energi nasional dan menjaga kinerja keuangan yang solid. 

Kinerja yang terus meningkat ini juga memberikan dampak positif terhadap sektor energi Indonesia, memastikan pasokan energi yang stabil dan mendukung pertumbuhan ekonomi negara.

Terkini