KAI Siapkan Lebaran 2026 dengan Diskon Kursi 30 Persen

Rabu, 11 Februari 2026 | 08:51:25 WIB
KAI Siapkan Lebaran 2026 dengan Diskon Kursi 30 Persen

JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) menyiapkan lebih dari 1,2 juta tempat duduk untuk mendukung Angkutan Lebaran 2026, sejalan dengan kebijakan pemerintah yang memberikan diskon tarif transportasi sebesar 30 persen. 

Kebijakan ini berlaku untuk perjalanan pada periode 14–29 Maret 2026, sebagai bagian dari stimulus ekonomi nasional triwulan pertama 2026.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menegaskan bahwa seluruh tiket dapat diakses masyarakat melalui sistem penjualan resmi. 

“Dalam mendukung kebijakan diskon stimulus 30 persen dari pemerintah, KAI menyiapkan lebih dari 1,2 juta tempat duduk selama Angkutan Lebaran yang dapat dimanfaatkan masyarakat melalui kanal resmi penjualan mulai sore ini,” ujar Anne.

Stimulus ini tidak hanya bertujuan meringankan biaya mudik masyarakat, tetapi juga mengoptimalkan mobilitas di masa libur Lebaran agar tetap tertib dan aman. KAI mendorong masyarakat untuk merencanakan perjalanan sejak dini guna mengurangi kepadatan di hari-hari puncak.

KAI Tambah Kursi untuk Perluas Pilihan Perjalanan

Selain kuota utama, KAI menyiapkan sekitar 660 ribu kursi tambahan. Tujuannya untuk memberikan fleksibilitas pilihan perjalanan bagi masyarakat serta membantu pengelolaan arus mudik dan balik. 

Tiket tambahan ini mulai dapat dipesan melalui platform resmi, termasuk aplikasi Access by KAI, mulai 11 Februari 2026 pukul 00.01 WIB.

Hingga 10 Februari 2026 pukul 07.00 WIB, tercatat 848.188 tiket reguler telah terjual untuk periode keberangkatan 11–27 Maret 2026. Data penjualan sementara menunjukkan puncak pemesanan terjadi pada 24 Maret sebanyak 69.724 tiket, disusul 23 Maret (68.904 tiket), 19 Maret (66.201 tiket), dan 18 Maret (64.127 tiket). 

Hal ini menunjukkan antusiasme masyarakat untuk memanfaatkan diskon tarif dan memastikan keberangkatan lebih nyaman.

Relasi Favorit Tetap Dominasi Perjalanan Mudik

Rute favorit masih didominasi koridor utama di Pulau Jawa, seperti Gambir–Yogyakarta, Gambir–Semarang Tawang, dan Pasarsenen–Lempuyangan. Tren ini memperlihatkan peran strategis kereta api sebagai tulang punggung mobilitas antarkota selama mudik Lebaran.

Anne Purba menekankan bahwa KAI mendukung penuh kebijakan pemerintah dalam pengelolaan Angkutan Idulfitri 2026. “Kami mengajak masyarakat untuk merencanakan perjalanan sejak dini agar mudik berlangsung tertib, aman, dan nyaman,” katanya.

Selain itu, adanya penambahan kursi dan penataan rute juga berfungsi mengurangi kepadatan di stasiun dan kereta, sehingga perjalanan lebih lancar. 

KAI menekankan penggunaan sistem tiket resmi sebagai salah satu upaya menghindari antrean panjang dan transaksi ilegal yang dapat merugikan penumpang.

Diskon Transportasi sebagai Stimulus Ekonomi Nasional

Kebijakan diskon tarif transportasi ini merupakan bagian dari stimulus ekonomi triwulan I-2026 yang digulirkan pemerintah, dengan anggaran total Rp911,16 miliar dari APBN dan sumber non-APBN. 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI, Airlangga Hartarto, menjelaskan bahwa pemerintah menargetkan optimalisasi mobilitas masyarakat pada Hari Besar Keagamaan Nasional, termasuk Idulfitri, melalui kebijakan diskon tarif transportasi.

Berdasarkan evaluasi mobilitas pada Lebaran 2025, tercatat 154,62 juta orang bepergian, sedangkan periode Natal dan Tahun Baru mencapai 110,43 juta orang, dengan pertumbuhan tahunan sekitar 5,11 persen. 

Stimulus transportasi ini diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi, terutama pada sektor transportasi dan pariwisata lokal.

Dengan adanya kebijakan ini, masyarakat dapat menikmati perjalanan mudik lebih hemat tanpa mengurangi kenyamanan dan keselamatan. KAI menekankan bahwa seluruh proses pemesanan tiket dilakukan melalui kanal resmi, termasuk aplikasi, loket, dan website KAI, untuk memastikan keamanan dan ketertiban pemesanan.

Selain itu, KAI juga menekankan pentingnya disiplin protokol perjalanan dan pemantauan arus penumpang selama masa Angkutan Lebaran. Kombinasi antara penambahan kursi, sistem pemesanan digital, dan diskon tarif diharapkan mampu menciptakan pengalaman mudik yang lebih nyaman dan efisien bagi jutaan masyarakat Indonesia.

Terkini