Wanita Golongan Darah Tertentu Perlu Waspada Risiko Diabetes Lebih Tinggi

Senin, 09 Februari 2026 | 15:50:49 WIB
Wanita Golongan Darah Tertentu Perlu Waspada Risiko Diabetes Lebih Tinggi

JAKARTA - Studi Temukan Wanita dengan Golongan Darah Ini Lebih Berisiko Diabetes menjadi sorotan baru. 

Selama ini, diabetes tipe 2 sering dikaitkan dengan pola makan dan aktivitas fisik. Namun, temuan terbaru menunjukkan faktor lain juga berperan.

Gaya hidup memang berpengaruh terhadap risiko diabetes tipe 2. Meski demikian, bukan satu-satunya faktor yang menentukan. Ada indikasi bahwa karakter biologis turut berkontribusi.

Diabetes merupakan sindrom metabolik akibat kadar gula darah tinggi. Jika tidak ditangani, kondisi ini dapat memicu komplikasi serius. Penyakit jantung menjadi salah satu risiko lanjutan.

Hubungan Golongan Darah dan Penyakit Metabolik

Sejumlah penelitian sebelumnya telah mengaitkan golongan darah dengan risiko kesehatan tertentu. Salah satunya adalah risiko stroke pada golongan darah tertentu. Temuan tersebut mendorong penelitian lanjutan.

Para peneliti meyakini pola serupa dapat terjadi pada diabetes tipe 2. Hubungan antara golongan darah dan penyakit metabolik dinilai masuk akal. Faktor genetik dianggap memiliki peran.

Penelitian ini berangkat dari hipotesis tersebut. Para ahli ingin mengetahui apakah golongan darah berpengaruh terhadap diabetes. Fokus utama diarahkan pada perempuan.

Analisis Data Puluhan Ribu Wanita

Penelitian dilakukan oleh tim epidemiologi di Prancis. Data yang dianalisis berasal dari 82 ribu wanita. Rentang pengamatan berlangsung selama bertahun-tahun.

Selama periode tersebut, informasi dikumpulkan melalui kuesioner kesehatan. Data mencakup riwayat medis dan kondisi metabolik. Pendekatan ini memungkinkan analisis jangka panjang.

Hasilnya, ditemukan 3.553 wanita didiagnosis diabetes tipe 2. Angka tersebut menjadi dasar pengolahan data lanjutan. Peneliti kemudian mengelompokkan berdasarkan golongan darah.

Perbedaan Risiko Berdasarkan Golongan Darah

Hasil analisis menunjukkan perbedaan risiko yang cukup jelas. Wanita dengan golongan darah A memiliki risiko 10 persen lebih tinggi. Risiko ini dibandingkan dengan golongan darah O.

Golongan darah B menunjukkan risiko lebih besar. Kelompok ini memiliki kemungkinan 21 persen lebih tinggi terkena diabetes. Sementara itu, golongan darah AB juga menunjukkan peningkatan risiko.

Wanita dengan golongan darah AB memiliki risiko 17 persen lebih tinggi. Temuan ini memperkuat dugaan adanya hubungan biologis. Golongan darah O dinilai paling rendah risikonya.

Peneliti juga menilai faktor Rhesus. Analisis dilakukan pada Rhesus positif dan negatif. Hasilnya tidak menunjukkan perbedaan signifikan.

Kombinasi Golongan Darah dan Rhesus

Ketika golongan darah dan Rhesus digabungkan, hasilnya lebih spesifik. Wanita dengan golongan darah B positif memiliki risiko 35 persen lebih tinggi. Perbandingan tetap menggunakan golongan darah O.

Golongan darah AB positif memiliki risiko 26 persen lebih tinggi. Sementara itu, golongan darah A negatif mencatat risiko 22 persen lebih tinggi. Golongan darah A positif berada pada angka 17 persen.

"Temuan kami mendukung adanya hubungan yang kuat antara golongan darah dan risiko diabetes, di mana peserta dengan golongan darah O memiliki risiko lebih rendah terkena diabetes tipe 2," ujar Fagherazzi.

Meski hasilnya konsisten, peneliti menekankan kehati-hatian. Hubungan ini belum bersifat kausal. Masih diperlukan kajian lanjutan.

Penelitian tambahan dibutuhkan untuk memastikan mekanismenya. Faktor genetik dan metabolik perlu diteliti lebih dalam. Temuan ini diharapkan membuka arah pencegahan baru.

Kesadaran akan faktor risiko menjadi penting. Informasi ini dapat melengkapi pendekatan gaya hidup sehat. Pencegahan dini tetap menjadi kunci utama.

Terkini