KAI Group Catat Lonjakan Signifikan Jumlah Penumpang Sepanjang Tahun

Senin, 09 Februari 2026 | 12:22:51 WIB
KAI Group Catat Lonjakan Signifikan Jumlah Penumpang Sepanjang Tahun

JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat pertumbuhan signifikan pada layanan angkutan perkotaan sepanjang tahun 2025. 

Jumlah penumpang yang memanfaatkan layanan berbasis rel meningkat menjadi 442.111.779 orang. Kenaikan ini setara dengan tambahan 36.086.925 pengguna dibandingkan tahun sebelumnya.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan bahwa angkutan perkotaan KAI Group menjadi bagian dari aktivitas harian masyarakat.

Pertumbuhan jumlah pengguna mencerminkan mobilitas yang semakin terhubung di berbagai kota. Hal ini sekaligus menjadi dasar bagi KAI untuk terus meningkatkan kualitas layanan, kenyamanan, dan integrasi antarmoda.

Peningkatan penumpang menegaskan posisi KAI sebagai penyedia transportasi perkotaan yang andal. Pengguna tidak hanya berasal dari Jabodetabek, tetapi juga wilayah operasional lain seperti Bandung, Surabaya, Yogyakarta, Sumatera, dan Palembang. Hal ini menunjukkan bahwa layanan kereta perkotaan KAI Group semakin relevan dengan kebutuhan mobilitas masyarakat.

KAI Commuter sebagai Kontributor Utama

KAI Commuter menjadi penyumbang terbesar volume penumpang dengan total 400.737.915 orang sepanjang 2025. Angka ini meningkat tajam dibandingkan 374.484.307 pengguna pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini memperlihatkan dominasi KAI Commuter dalam transportasi perkotaan.

Commuter Line Jabodetabek melayani 349.311.251 penumpang di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Kepadatan wilayah ini membuat transportasi rel menjadi pilihan utama masyarakat. Sementara itu, Commuter Line Area II Bandung melayani 18.727.643 orang, sedangkan Area VIII Surabaya mencapai 16.020.323 penumpang.

Di Yogyakarta, Commuter Line Area VI melayani 9.015.768 penumpang, termasuk wisatawan. Layanan kereta lokal KA Prameks di koridor Yogyakarta–Solo digunakan 1.113.023 orang. Data ini menunjukkan distribusi penumpang yang merata di berbagai kota besar, memperkuat posisi KAI sebagai solusi mobilitas perkotaan.

Moda Transportasi Modern LRT dan KA Bandara

LRT Jabodebek yang menghubungkan kawasan penyangga dengan Jakarta melayani 28.816.787 penumpang. Peningkatan signifikan ini mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap moda transportasi modern. Layanan ini menjadi alternatif bagi masyarakat yang ingin perjalanan cepat dan nyaman.

Di Sumatera, KA Srilelawangsa melayani 4.115.680 penumpang sepanjang tahun 2025. Sedangkan LRT Sumatera Selatan di Palembang digunakan oleh 4.626.481 orang. Lonjakan pengguna pada layanan ini menegaskan pentingnya pengembangan transportasi perkotaan berbasis rel di wilayah Sumatera.

Selain itu, layanan KA BIAS yang menghubungkan bandara dengan kota mencatatkan 769.490 penumpang. Hal ini menunjukkan peran strategis kereta bandara dalam memudahkan mobilitas penumpang. Sementara KA Batara Kresna di Jawa Tengah digunakan 179.697 penumpang untuk perjalanan lokal.

KAI Group dan Sistem Mobilitas Perkotaan

Executive Vice President Sekretaris Perusahaan KAI, Wisnu Pramudya, menekankan pentingnya penguatan layanan angkutan perkotaan. KAI Group berperan dalam membangun sistem mobilitas yang efisien, terjangkau, dan relevan dengan kebutuhan masyarakat. Fokus ini mencakup integrasi antarmoda serta peningkatan kenyamanan penumpang.

Peningkatan layanan juga mencakup fasilitas, jadwal yang lebih teratur, serta kepastian keamanan dan keselamatan perjalanan. Hal ini sejalan dengan tren urbanisasi yang mendorong mobilitas masyarakat semakin tinggi. Dengan layanan yang andal, KAI Group mampu mendukung produktivitas warga kota.

KAI juga terus mengembangkan rute baru dan memperkuat jaringan transportasi yang sudah ada. Integrasi ini bertujuan mengurangi kemacetan dan mempermudah akses masyarakat ke pusat kegiatan. Dengan demikian, kereta perkotaan tidak hanya menjadi sarana transportasi, tetapi bagian dari gaya hidup urban modern.

Dampak Positif terhadap Mobilitas dan Kehidupan Masyarakat

Lonjakan 36 juta penumpang pada 2025 menunjukkan tingginya ketergantungan masyarakat pada layanan KAI. Transportasi rel kini menjadi bagian penting dari mobilitas harian masyarakat. Hal ini juga mendorong pengembangan infrastruktur yang lebih modern dan efisien.

KAI Group berhasil meningkatkan layanan transportasi publik yang lebih nyaman dan tepat waktu. Peningkatan jumlah penumpang memperkuat posisi perusahaan sebagai tulang punggung mobilitas perkotaan. Dampak positifnya terasa bagi produktivitas warga, pengurangan kemacetan, dan kualitas hidup masyarakat.

Dengan data pertumbuhan ini, KAI Group memiliki landasan kuat untuk merancang strategi layanan tahun 2026. Fokus tetap pada integrasi antarmoda, kenyamanan, keamanan, dan efisiensi perjalanan. Langkah-langkah ini diharapkan semakin mengokohkan KAI sebagai solusi transportasi perkotaan terpercaya.

Terkini