Transjakarta dan Jakarta Bersiap Capai Target 10.000 Bus Listrik 2029

Senin, 09 Februari 2026 | 12:22:39 WIB
Transjakarta dan Jakarta Bersiap Capai Target 10.000 Bus Listrik 2029

JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan percepatan elektrifikasi armada Transportasi Jakarta. 

Target semula 10.000 bus listrik pada 2030 kini dimajukan menjadi 2029. Langkah ini sejalan dengan upaya meningkatkan layanan transportasi publik ramah lingkungan dan efisien di Jakarta.

Direktur Utama PT Transportasi Jakarta Welfizon Yuza menegaskan percepatan target armada listrik mengikuti arahan gubernur. Keputusan percepatan tersebut tetap sejalan dengan kebijakan sebelumnya yang tercantum dalam kepgub. Dengan begitu, perencanaan penambahan armada listrik dapat dilakukan lebih cepat dan terstruktur.

Pramono menegaskan, tujuan percepatan tidak hanya memenuhi kuota bus listrik tetapi juga meningkatkan kualitas layanan. Hal ini diharapkan mampu mendorong masyarakat beralih ke transportasi publik yang lebih ramah lingkungan. Selain itu, percepatan ini menunjukkan komitmen Jakarta dalam menghadapi tantangan mobilitas perkotaan modern.

Fokus Elektrifikasi Bus Besar

Menurut Welfizon, bus besar menjadi prioritas utama dalam elektrifikasi. Pola operasional dan spesifikasi bus besar sudah matang sehingga bisa langsung ditambahkan. Sementara itu, bus ukuran sedang dan mikrotrans masih dalam tahap uji coba untuk memastikan kesiapan operasional.

Welfizon menambahkan, beberapa unit bus sedang listrik dan mikrotrans listrik sudah beroperasi secara terbatas. Langkah ini menjadi bagian dari pengujian teknis sebelum diterapkan secara luas. Dengan demikian, semua jenis armada dapat beralih ke listrik secara bertahap tanpa mengganggu pelayanan publik.

Peremajaan armada ke depan juga diarahkan menggunakan bus listrik. Penambahan armada baru akan mengikuti prinsip elektrifikasi secara menyeluruh. Mikrotrans dan bus ukuran sedang akan dilibatkan secara bertahap untuk memastikan kesiapan operasional di seluruh jaringan Transjakarta.

Rencana Penambahan Armada 2026

Direktur Operasional dan Keselamatan PT TJ Daud Joseph mengungkapkan, tahun ini TJ akan menambah 116 unit bus baru. Rinciannya terdiri atas 30 unit bus listrik ukuran besar dan 86 unit bus ukuran sedang. Penambahan ini dilakukan untuk memperluas layanan serta menggantikan armada lama.

Bus besar nantinya digunakan untuk membuka rute-rute baru yang telah direncanakan. Sedangkan bus sedang ditujukan untuk menggantikan armada lama dan mendukung rute Transjabodetabek. Strategi ini memastikan keberlanjutan layanan sekaligus meningkatkan kapasitas transportasi publik di Jakarta.

Penambahan armada juga selaras dengan kebutuhan mobilitas masyarakat. Dengan jumlah bus listrik yang terus bertambah, waktu tunggu penumpang dapat dikurangi. Hal ini sekaligus mendukung kenyamanan dan efisiensi perjalanan warga ibu kota.

Perkembangan Bus Listrik Hingga 2025

Berdasarkan data PT TJ, hingga saat ini total bus listrik yang beroperasi di Jakarta mencapai 470 unit. Jumlah ini terdiri atas 100 unit bus listrik low floor sejak 2023. Selanjutnya, 200 unit bus listrik high deck mulai beroperasi pada 2024 dan 170 unit high deck lainnya pada 2025.

Pertumbuhan jumlah bus listrik ini menunjukkan komitmen berkelanjutan Jakarta dalam menghadirkan transportasi publik hijau. Peningkatan jumlah armada diharapkan dapat memfasilitasi masyarakat untuk beralih dari kendaraan pribadi ke transportasi umum. Dampaknya, kemacetan di jalan utama kota dapat ditekan secara signifikan.

Selain itu, distribusi armada listrik yang merata menjadi kunci dalam memperluas jangkauan pelayanan. Bus listrik kini tidak hanya beroperasi di rute utama tetapi juga di jalur pendukung. Hal ini memungkinkan pemenuhan kebutuhan transportasi di berbagai kawasan Jakarta secara lebih merata.

Manfaat Elektrifikasi Bagi Lingkungan dan Masyarakat

Percepatan elektrifikasi armada Transjakarta juga membawa dampak positif bagi lingkungan. Penggunaan bus listrik dapat menekan emisi gas rumah kaca dan polusi udara di Jakarta. Hal ini sejalan dengan upaya kota besar menurunkan jejak karbon serta mendukung kualitas udara lebih bersih.

Selain itu, masyarakat mendapat keuntungan dari layanan transportasi lebih nyaman dan modern. Bus listrik cenderung lebih senyap dan memiliki performa stabil sehingga pengalaman perjalanan lebih menyenangkan. Penambahan armada listrik juga mendukung ketersediaan transportasi publik yang lebih handal dan tepat waktu.

Strategi percepatan ini menegaskan Jakarta sebagai kota yang progresif dalam transportasi berkelanjutan. Elektrifikasi armada memberikan solusi jangka panjang untuk mobilitas perkotaan. Dengan target 10.000 bus listrik pada 2029, Jakarta siap menghadirkan transportasi publik ramah lingkungan yang efisien dan handal bagi warganya.

Terkini