Prabowo Janji Turunkan Biaya Haji dengan Program Inovatif Kampung Haji

Senin, 09 Februari 2026 | 11:16:22 WIB
Prabowo Janji Turunkan Biaya Haji dengan Program Inovatif Kampung Haji

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmennya untuk meringankan biaya haji masyarakat Indonesia. 

Pemerintah menyiapkan strategi melalui pembangunan Kampung Haji di Kota Suci Mekkah. Langkah ini diharapkan dapat menekan beban biaya tanpa mengurangi kualitas pelayanan bagi jemaah.

Dalam acara Mujahadah Kubro 1 Abad Nahdlatul Ulama, Prabowo menyampaikan, “Saya bertekad menurunkan biaya haji untuk rakyat Indonesia.” Pernyataan ini disampaikan di hadapan para ulama dan keluarga besar NU secara virtual. Komitmen ini menjadi sinyal bahwa pemerintah serius memperbaiki sistem penyelenggaraan haji.

Upaya pemerintah termasuk perbaikan fasilitas hunian agar lebih terkelola dan pasti. Dengan langkah ini, kualitas akomodasi jemaah dapat dijamin. Selain itu, biaya perjalanan yang selama ini tinggi bisa ditekan secara bertahap.

Bangun Kampung Haji di Mekkah

Presiden menjelaskan pembangunan Kampung Haji Indonesia di Kota Suci Mekkah. Kawasan ini akan difungsikan sebagai pusat hunian bagi jemaah haji dan umrah asal Indonesia. Prabowo menegaskan fasilitas ini akan memberikan kenyamanan optimal bagi semua jemaah.

“Nanti dijamin semua jamah akan mendapat hunian yang layak tempat yang baik,” ujarnya. Hunian ini disiapkan agar jemaah merasa aman dan nyaman selama menjalankan ibadah. Penataan kawasan juga meliputi infrastruktur pendukung dan layanan yang terorganisir.

Program ini bertujuan memastikan jemaah mendapatkan fasilitas yang tidak bergantung pada pihak ketiga. Kehadiran kampung haji akan memudahkan koordinasi dan pengawasan pelayanan. Dengan demikian, pelayanan haji menjadi lebih sistematis dan profesional.

RI Miliki Lahan di Kota Suci

Prabowo menekankan bahwa Indonesia memperoleh hak istimewa memiliki lahan di Mekkah. Hal ini menjadikan Indonesia sebagai negara pertama yang diizinkan memiliki properti di Kota Suci. Presiden menyebut ini sebagai bentuk penghormatan Kerajaan Arab Saudi kepada bangsa Indonesia.

“Kita mendapat kehormatan mendapatkan hak untuk kita bisa memiliki lahan di Kota Suci di Mekkah. Mereka merombak undang-undang mereka khusus untuk memberi penghormatan kepada bangsa Indonesia,” ujarnya. Izin ini menjadi bukti hubungan erat antara Indonesia dan Arab Saudi. Kepemilikan lahan memungkinkan pemerintah mengatur fasilitas haji sendiri.

Langkah ini diharapkan meningkatkan kontrol pemerintah terhadap kualitas pelayanan jemaah. Dengan kepemilikan lahan, biaya akomodasi dapat ditekan lebih efektif. Selain itu, jemaah mendapat jaminan tempat tinggal yang layak dan nyaman.

Target Pembangunan Kampung Haji

Prabowo memaparkan bahwa pembangunan Kampung Haji akan dilakukan secara bertahap. Dalam beberapa bulan ke depan, sekitar 1.000 kamar ditargetkan tersedia bagi jemaah Indonesia. Program ini dimaksudkan untuk memberikan hunian sementara yang layak dan terorganisir.

Pemerintah menargetkan Kampung Haji berdiri lengkap dalam tiga tahun. Setelah selesai, kawasan ini akan menjadi hunian permanen bagi jemaah haji dan umrah. Dengan kepemilikan fasilitas sendiri, pelayanan diharapkan lebih optimal dan terstruktur.

Langkah ini juga memungkinkan pemerintah mengelola fasilitas sesuai kebutuhan jemaah. Penataan hunian dan layanan dilakukan agar setiap jemaah mendapatkan perhatian maksimal. Program ini diharapkan menjadi inovasi berkelanjutan dalam penyelenggaraan haji.

Harapan Masyarakat dan Jemaah

Program Kampung Haji diharapkan diterima baik masyarakat dan jemaah. Kehadiran fasilitas ini memberi kemudahan bagi keluarga yang ingin menunaikan ibadah. Selain itu, langkah ini juga menurunkan kekhawatiran terkait biaya haji yang tinggi.

Masyarakat dapat menunaikan ibadah dengan lebih nyaman dan terjangkau. Peningkatan kualitas hunian juga memberikan rasa aman selama berada di Kota Suci. Dengan dukungan pemerintah, ibadah haji menjadi lebih terjangkau, aman, dan berkualitas.

Prabowo menekankan pentingnya program ini untuk jangka panjang. Selain biaya lebih terjangkau, pelayanan yang profesional akan memperkuat citra penyelenggaraan haji Indonesia. Dengan demikian, masyarakat bisa menunaikan ibadah dengan fokus dan nyaman.

Terkini