OJK Proyeksikan Aset Dana Pensiun Tumbuh Stabil Tahun 2026

Sabtu, 07 Februari 2026 | 11:46:28 WIB
OJK Proyeksikan Aset Dana Pensiun Tumbuh Stabil Tahun 2026

JAKARTA - Stabilitas ekonomi dan kinerja investasi menjadi faktor utama yang menentukan arah pertumbuhan industri dana pensiun di Indonesia. 

Memasuki 2026, optimisme terhadap peningkatan nilai aset masih terjaga, meskipun dinamika global tetap menjadi variabel yang perlu diwaspadai. 

Proyeksi dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan bahwa sektor ini berpotensi mencatat pertumbuhan moderat, didukung arus iuran yang konsisten serta pengelolaan investasi yang adaptif terhadap perubahan pasar.

Pandangan tersebut sejalan dengan penilaian pelaku industri yang melihat peluang pertumbuhan tetap terbuka selama kondisi makroekonomi relatif stabil. 

Kombinasi antara disiplin pengelolaan portofolio dan strategi investasi yang hati-hati dinilai menjadi kunci menjaga keberlanjutan kinerja dana pensiun di tengah ketidakpastian global.

Proyeksi Pertumbuhan Aset Dana Pensiun Nasional

OJK memproyeksikan aset industri dana pensiun akan tumbuh sekitar 10% hingga 12% secara tahunan pada 2026. Perkiraan ini mencerminkan keyakinan regulator terhadap daya tahan sektor keuangan jangka panjang, khususnya pada instrumen yang berorientasi pada perlindungan hari tua.

Direktur Utama Dana Pensiun BCA Budi Sutrisno menilai target tersebut masih berada dalam kisaran realistis, selama kondisi ekonomi dan pasar keuangan tidak mengalami gejolak signifikan.

"Jika suku bunga bergerak lebih kondusif dan pasar obligasi maupun saham relatif stabil, target tersebut memungkinkan untuk dicapai," ungkapnya.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa faktor eksternal tetap memiliki pengaruh besar terhadap kinerja investasi. Perubahan suku bunga global maupun arus modal asing dapat memengaruhi valuasi portofolio dana pensiun.

"Jadi, proyeksi tersebut bisa terealisasi, tetapi tetap bergantung pada dinamika pasar sepanjang tahun," tuturnya.

Kinerja Aset Dana Pensiun BCA Hingga Akhir Tahun

Pada akhir 2025, aset Dana Pensiun BCA tercatat sebesar Rp 6,11 triliun dengan pertumbuhan 3,61% secara year on year. Pergerakan tersebut terutama dipengaruhi oleh hasil investasi selama periode berjalan serta kondisi pasar obligasi dan saham yang membentuk nilai portofolio.

Selain faktor investasi, arus kas iuran dan pembayaran manfaat juga memberi dampak signifikan terhadap posisi aset. Saat ini, pembayaran manfaat tercatat lebih besar dibandingkan iuran yang diterima sehingga terjadi defisit operasional.

"Ditambah, arus kas iuran dan pembayaran manfaat, yang mana saat ini pembayaran manfaat sangat besar, sehingga melebihi dari iuran yang diterima atau defisit. Namun, defisit tersebut masih dapat ditutup dari laba usaha kami," ucapnya.

Ia menambahkan bahwa arah pertumbuhan aset sangat bergantung pada dukungan kondisi pasar. Return investasi yang positif berpotensi mendorong kenaikan aset, sedangkan peningkatan yield obligasi atau koreksi pasar saham dapat menekan nilai wajar portofolio yang dimiliki.

Gambaran Industri Dana Pensiun Secara Keseluruhan

Secara agregat, data OJK menunjukkan total aset dana pensiun per Desember 2025 mencapai Rp 1.679,46 triliun atau tumbuh 11,35% dibandingkan tahun sebelumnya. Angka ini memperlihatkan bahwa industri dana pensiun masih berada dalam jalur ekspansi yang cukup solid.

Untuk program pensiun sukarela, total aset tercatat sebesar Rp 411,29 triliun dengan pertumbuhan 7,52% secara tahunan. Sementara itu, program pensiun wajib yang mencakup jaminan hari tua dan jaminan pensiun BPJS Ketenagakerjaan serta tabungan hari tua bagi ASN, TNI, dan Polri mencatat total aset Rp 1.268,17 triliun atau tumbuh 12,66% secara year on year.

Pertumbuhan yang relatif merata di berbagai segmen menunjukkan meningkatnya kesadaran terhadap pentingnya perlindungan finansial jangka panjang. Hal ini sekaligus menegaskan peran strategis dana pensiun sebagai penopang stabilitas sistem keuangan nasional.

Ke depan, keberhasilan mempertahankan tren positif akan sangat ditentukan oleh kemampuan pengelola dana pensiun dalam menavigasi perubahan pasar global, menjaga keseimbangan antara risiko dan imbal hasil, serta memastikan kesinambungan arus iuran. 

Dengan fondasi aset yang terus menguat dan proyeksi pertumbuhan yang masih realistis, industri dana pensiun diharapkan tetap menjadi pilar penting dalam mendukung kesejahteraan masyarakat di masa mendatang.

Terkini