Peningkatan Volume Angkutan Barang Kereta Api Jateng Capai 11%

Kamis, 05 Februari 2026 | 09:48:57 WIB
Peningkatan Volume Angkutan Barang Kereta Api Jateng Capai 11%

JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasional 4 Semarang melaporkan pencapaian positif dalam sektor angkutan barang pada tahun 2025. 

Volume angkutan barang yang tercatat mengalami peningkatan signifikan, mencapai angka 291.572 ton, atau naik 11% dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya tercatat sebesar 269.248 ton. 

Pencapaian ini menunjukkan bahwa kereta api semakin menjadi moda transportasi yang vital untuk mendukung efisiensi logistik di Indonesia, khususnya di wilayah Jawa Tengah.

Menurut Manajer Hubungan Masyarakat KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, pencapaian ini tidak terlepas dari fokus utama mereka pada angkutan peti kemas, yang mengalami lonjakan volume mencapai 224.946 ton. 

Selain itu, berbagai jenis angkutan barang lainnya, termasuk Angkutan Retail (BHP), Angkutan Retail (Parcel)/General Cargo, serta komoditas lainnya, berkontribusi dengan total volume 66.626 ton.

Fokus pada Angkutan Peti Kemas

Salah satu faktor utama yang mendorong peningkatan volume angkutan barang adalah penekanan pada angkutan peti kemas. PT KAI Daop 4 Semarang memfokuskan layanan bongkar muat peti kemas di dua stasiun logistik utama, yaitu Stasiun Tawang dan Stasiun Brumbung. 

Hal ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi distribusi logistik, yang tidak hanya mendukung perdagangan domestik, tetapi juga memperkuat sistem distribusi nasional.

Luqman Arif menegaskan bahwa kereta api kini bukan hanya menjadi sarana transportasi penumpang, tetapi juga telah berkembang menjadi simpul penting dalam rantai distribusi logistik nasional. Keberadaan kereta api dalam ekosistem logistik memungkinkan pengangkutan barang lebih efisien, aman, dan tepat waktu. 

“Kereta api memiliki peran strategis dalam mendukung rantai pasok logistik yang vital bagi pembangunan ekonomi dan ketahanan energi, khususnya di Jawa Tengah,” jelas Luqman.

Layanan Angkutan Barang ke Berbagai Wilayah

Keunggulan kereta api sebagai alat transportasi logistik semakin terasa, seiring dengan kemampuannya untuk menjangkau banyak daerah. Layanan angkutan barang PT KAI Daop 4 Semarang telah mencakup berbagai wilayah di Pulau Jawa. Hal ini tentunya memberikan kemudahan bagi industri dan pelaku ekonomi yang membutuhkan sarana transportasi yang handal dan efisien.

Selain angkutan peti kemas, PT KAI Daop 4 Semarang juga menyediakan layanan untuk berbagai jenis barang lainnya, termasuk komoditas yang berhubungan dengan energi, seperti bahan bakar minyak (BBM). Dalam sektor energi, KAI juga melayani angkutan BBM yang dibongkar di Stasiun Larangan. 

Keberadaan moda transportasi kereta api yang dapat mengakomodasi kebutuhan distribusi BBM turut memberikan kontribusi terhadap ketahanan energi di wilayah Jawa Tengah.

Inovasi dan Langkah Strategis untuk Mendukung Logistik

Sebagai bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas layanan, PT KAI Daop 4 Semarang terus melakukan inovasi dalam sektor logistik. 

Peningkatan frekuensi perjalanan kereta api, optimalisasi jumlah gerbong, serta peningkatan ketepatan waktu pengiriman menjadi beberapa langkah yang diambil untuk memastikan bahwa layanan angkutan barang semakin efisien.

Selain itu, PT KAI Daop 4 Semarang juga mengimplementasikan langkah-langkah strategis untuk merespons perubahan kebutuhan pasar. Salah satunya adalah penyesuaian rute layanan angkutan barang yang dapat mencakup lebih banyak wilayah dan jalur distribusi.

 Dengan langkah-langkah ini, PT KAI Daop 4 Semarang berharap dapat mendukung lebih banyak sektor ekonomi dan industri yang membutuhkan pengiriman barang dalam jumlah besar.

“Kami terus berinovasi untuk menjawab kebutuhan logistik yang semakin berkembang. Peningkatan efisiensi angkutan barang melalui kereta api dapat berkontribusi lebih besar terhadap pembangunan ekonomi Indonesia dan juga untuk mendukung ekonomi hijau yang lebih berkelanjutan,” tambah Luqman.

Angkutan Barang dan Peran Kereta Api dalam Ekonomi Hijau

Pencapaian ini membuktikan bahwa peran kereta api dalam angkutan barang semakin relevan dan strategis dalam mendukung pembangunan ekonomi yang berkelanjutan. 

Dalam konteks ini, kereta api dapat mendukung sistem distribusi logistik yang lebih ramah lingkungan, karena kereta api dianggap lebih efisien dalam hal konsumsi energi dan menghasilkan emisi yang lebih rendah dibandingkan dengan moda transportasi lainnya, seperti truk.

Peningkatan volume angkutan barang yang terpantau pada 2025 juga menunjukkan bahwa permintaan untuk transportasi barang melalui kereta api semakin meningkat, seiring dengan semakin tingginya kesadaran akan pentingnya keberlanjutan dan efisiensi dalam sektor logistik. 

Kereta api, dengan kapasitas angkut yang besar dan kemampuan untuk menghubungkan berbagai kawasan industri serta pelabuhan, menjadi pilihan transportasi yang semakin digemari oleh para pelaku industri di Indonesia.

Tren Positif Transportasi di Jawa Tengah

Selain capaian PT KAI Daop 4 Semarang, sektor transportasi di Jawa Tengah juga menunjukkan perkembangan yang menggembirakan secara keseluruhan. 

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa transportasi udara mengalami peningkatan signifikan, dengan jumlah keberangkatan penumpang naik 17,57%, dan kedatangan penumpang naik 20,99% pada Desember 2025. 

Sektor angkutan laut juga mencatatkan hasil yang positif, dengan jumlah bongkar barang komoditas nonmigas tercatat naik 21,07% (mtm), yang menunjukkan bahwa ekonomi Jawa Tengah semakin aktif dan membutuhkan sarana transportasi logistik yang efisien.

Dengan tren yang positif ini, PT KAI Daop 4 Semarang berharap dapat terus mengembangkan sektor logistik kereta api untuk lebih mendukung perekonomian Jawa Tengah dan Indonesia secara keseluruhan.

Terkini