Danantara Targetkan Merger BUMN Karya Rampung Semester II 2026

Kamis, 05 Februari 2026 | 08:47:51 WIB
Danantara Targetkan Merger BUMN Karya Rampung Semester II 2026

JAKARTA - Proses penataan ulang sektor konstruksi nasional terus berlanjut seiring upaya Danantara Indonesia menata ulang Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Karya. 

Melalui langkah konsolidasi yang terukur, Danantara menargetkan penggabungan BUMN Karya dapat rampung pada semester II/2026, setelah seluruh tahapan penyehatan keuangan dan restrukturisasi bisnis diselesaikan secara menyeluruh.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi besar untuk memperkuat fondasi sektor infrastruktur nasional, sekaligus memastikan BUMN Karya memiliki struktur keuangan yang sehat dan model bisnis yang berkelanjutan. 

Konsolidasi tidak dilakukan secara tergesa-gesa, mengingat kompleksitas persoalan keuangan dan operasional yang selama ini membayangi perusahaan konstruksi pelat merah.

Peta Jalan Konsolidasi Mulai Terbentuk

Chief Operating Officer Danantara Indonesia, Dony Oskaria, menyampaikan bahwa peta jalan konsolidasi BUMN Karya kini telah memasuki fase krusial. 

Setelah tahap pembersihan laporan keuangan melalui impairment aset dilakukan pada tahun lalu, fokus berikutnya adalah restrukturisasi utang dan perbaikan model bisnis masing-masing entitas.

“Tahun lalu kita sudah lakukan pembersihan dulu, kita rapikan buku-bukunya melalui impairment. Setelah rapi buku-bukunya, bisnisnya kita restrukturisasi, termasuk penurunan utang-hutangnya,” ujar Dony.

Menurut Dony, tahapan ini menjadi fondasi penting sebelum proses merger dilakukan. Danantara menilai bahwa penggabungan perusahaan tanpa kondisi keuangan yang sehat justru berpotensi menciptakan masalah baru di kemudian hari. 

Oleh karena itu, konsolidasi baru akan dilakukan setelah seluruh BUMN Karya yang terlibat dinyatakan siap secara finansial maupun operasional.

Pendekatan bertahap ini sekaligus mencerminkan kehati-hatian Danantara dalam mengelola aset negara, khususnya di sektor konstruksi yang memiliki peran strategis dalam pembangunan infrastruktur nasional.

Restrukturisasi Keuangan Jadi Prioritas Utama

Dalam proses penyehatan BUMN Karya, restrukturisasi keuangan menjadi agenda utama. Dony menjelaskan bahwa restrukturisasi tidak hanya mencakup penataan ulang utang, tetapi juga perbaikan struktur bisnis agar lebih adaptif terhadap kondisi pasar.

Danantara memastikan bahwa setiap entitas akan menjalani proses evaluasi menyeluruh, baik dari sisi proyek, arus kas, hingga kemampuan operasional. Tujuannya adalah menciptakan perusahaan hasil merger yang memiliki daya saing kuat dan tidak lagi dibebani persoalan keuangan masa lalu.

Dony menegaskan bahwa merger merupakan fase akhir dari rangkaian penyehatan tersebut. Selama tahapan restrukturisasi masih berjalan, Danantara tidak akan memaksakan proses penggabungan secara legal. Fokus utama saat ini adalah memastikan kinerja masing-masing perusahaan dapat kembali stabil.

“Setelah sehat semua, baru kita lakukan konsolidasi tahapannya. Dan kita harapkan tahun ini harus selesai, jadi kemungkinan besar nanti akan kita lakukan di semester dua,” pungkas Dony Oskaria.

Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, proses penggabungan secara hukum akan dieksekusi pada paruh kedua tahun ini, sekaligus menandai babak baru bagi BUMN Karya.

Integrasi Tujuh BUMN Karya

Sebelumnya, rencana integrasi tujuh BUMN Karya sempat ditargetkan rampung pada Desember 2025. Namun, jadwal tersebut mengalami penyesuaian dan dipastikan mundur hingga 2026. Penundaan dilakukan agar proses penyehatan dan restrukturisasi dapat berjalan lebih optimal.

Tujuh BUMN Karya yang masuk dalam rencana merger tersebut meliputi PT Adhi Karya (Persero) Tbk. (ADHI), PT PP (Persero) Tbk. (PTPP), PT Wijaya Karya (Persero) Tbk. (WIKA), PT Hutama Karya (Persero), PT Waskita Karya (Persero) Tbk. (WSKT), PT Brantas Abipraya (Persero), dan PT Nindya Karya (Persero).

Berdasarkan informasi yang diterima Bisnis, merger nantinya akan dibentuk dalam tiga klaster. Waskita Karya dan WIKA direncanakan dipasangkan dengan Hutama Karya. Sementara itu, ADHI akan digabungkan ke dalam PTPP, dan Brantas Abipraya dipadukan dengan Nindya Karya.

Pembentukan klaster ini diharapkan dapat menciptakan sinergi yang lebih efektif, baik dari sisi keahlian teknis, portofolio proyek, maupun kekuatan keuangan. Dengan struktur baru tersebut, BUMN Karya diharapkan mampu menjalankan proyek infrastruktur secara lebih efisien dan terukur.

Target Efisiensi Dan Daya Saing Jangka Panjang

Melalui konsolidasi ini, Danantara menargetkan terciptanya BUMN Karya yang lebih ramping, efisien, dan memiliki daya saing jangka panjang. Penggabungan perusahaan tidak hanya ditujukan untuk menekan beban keuangan, tetapi juga memperbaiki tata kelola dan meningkatkan kualitas pelaksanaan proyek.

Danantara menilai bahwa sektor konstruksi nasional membutuhkan transformasi menyeluruh agar dapat beradaptasi dengan tantangan ke depan, termasuk keterbatasan pembiayaan dan tuntutan efisiensi. 

Dengan entitas yang lebih sehat dan terintegrasi, BUMN Karya diharapkan mampu menjadi motor pembangunan infrastruktur tanpa membebani keuangan negara.

Selain itu, konsolidasi juga diharapkan dapat memulihkan kepercayaan pemangku kepentingan, termasuk investor dan lembaga keuangan, terhadap kinerja BUMN Karya. Langkah ini menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk menciptakan ekosistem BUMN yang profesional dan berorientasi pada kinerja.

Dengan target penyelesaian merger pada semester II/2026, Danantara optimistis proses penataan ulang BUMN Karya dapat berjalan sesuai rencana dan memberikan dampak positif bagi pembangunan infrastruktur nasional.

Terkini