Gappmi Optimistis Menperin Mampu Harmonisasi Kebijakan Energi

Rabu, 04 Februari 2026 | 11:08:53 WIB
Gappmi Optimistis Menperin Mampu Harmonisasi Kebijakan Energi

JAKARTA - Industri makanan dan minuman nasional tengah menatap peluang baru seiring dengan penunjukan Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita, sebagai Anggota Dewan Energi Nasional (DEN). 

Langkah ini dinilai strategis oleh Gabungan Produsen Makanan Minuman Indonesia (Gappmi) karena membuka jalan bagi harmonisasi kebijakan energi dan industri, yang selama ini menjadi tantangan di tengah transisi energi dan kebutuhan produksi rendah emisi. 

Kehadiran Menperin di forum strategis ini dianggap krusial untuk memastikan industri tetap efisien, berdaya saing, dan berkelanjutan di era energi baru.

Ketua Umum Gappmi, Adhi S. Lukman, menekankan bahwa industri pengolahan, khususnya makanan dan minuman, sangat bergantung pada ketersediaan energi yang stabil. 

Setiap tahapan produksi, mulai dari pemanasan, pendinginan, pengeringan, sterilisasi, hingga pengemasan, membutuhkan pasokan energi yang andal. 

Oleh karena itu, kebijakan energi yang tepat tidak hanya mendukung efisiensi biaya, tetapi juga menjadi penentu keberlanjutan industri dalam jangka panjang.

Peran Menperin dalam Harmonisasi Energi dan Industri

Adhi menilai posisi Menperin di DEN akan memperkuat advokasi sektor industri di tingkat kebijakan energi nasional. 

“Dengan posisi barunya di DEN, Menperin diharapkan mampu memperjuangkan harmonisasi kebijakan energi dan industri agar saling mendukung, terutama dalam menghadapi transisi energi dan tantangan global menuju produksi rendah emisi. 

Kehadirannya juga diharapkan dapat memperkuat advokasi untuk ketersediaan energi yang konsisten, termasuk listrik dan gas, yang sangat menentukan keberlanjutan kegiatan industri,” ujarnya.

Harmonisasi kebijakan ini menjadi semakin penting karena transisi energi, seperti pemanfaatan energi baru dan terbarukan (EBT), masih menghadapi tantangan investasi awal yang tinggi, infrastruktur jaringan yang terbatas, serta regulasi yang belum sepenuhnya mendukung. Menperin diharapkan dapat menyelaraskan kebutuhan energi industri dengan target nasional pengurangan emisi dan pengembangan energi bersih.

Pentingnya Energi Stabil untuk Industri Makanan dan Minuman

Industri makanan dan minuman merupakan salah satu sektor manufaktur terbesar yang memberikan kontribusi signifikan terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). 

Keandalan energi menjadi komponen kunci, tidak hanya untuk proses produksi, tetapi juga untuk menjaga kualitas produk. Rantai pendingin (cold chain) yang berfungsi menjaga keamanan pangan sangat tergantung pada listrik dan gas yang konsisten.

Selain itu, energi juga merupakan komponen biaya yang signifikan. Efisiensi energi secara langsung memengaruhi daya saing industri di pasar domestik maupun global. 

Dalam konteks ini, kebijakan energi yang tepat, termasuk penetapan Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT) untuk sektor makanan dan minuman, dinilai sangat strategis. Adhi menyatakan optimisme bahwa rencana HGBT dapat segera direalisasikan untuk mendukung keberlanjutan industri.

Perspektif Komprehensif dalam Perumusan Kebijakan

Gappmi menilai keterlibatan Menperin dalam DEN akan menghadirkan perspektif yang lebih komprehensif bagi perumusan kebijakan energi nasional. 

Fokusnya bukan hanya pada pasokan, tetapi juga bagaimana industri dapat beradaptasi dengan transisi energi, menjaga efisiensi biaya, dan memanfaatkan energi terbarukan secara optimal. 

“Harapan kami untuk DEN juga bantu upayakan percepatan transisi menuju energi terbarukan (EBT) yang secara biaya investasi awal masih dinilai lebih mahal dibandingkan fosil, meliputi tingginya biaya investasi awal, infrastruktur jaringan yang belum memadai, serta regulasi yang belum sepenuhnya mendukung,” imbuh Adhi.

Pendekatan ini diharapkan membantu industri makanan dan minuman menavigasi tantangan global, termasuk tekanan dari konsumen untuk produk ramah lingkungan dan kebutuhan pemerintah dalam mengurangi emisi nasional. Sinergi antara kebijakan energi dan industri diharapkan menjadi landasan bagi pengembangan industri yang berkelanjutan.

Optimisme Industri dan Dukungan Kebijakan

Kehadiran Menperin di DEN menjadi simbol penting bagi industri makanan dan minuman. Tidak hanya sebagai advokat sektor industri, tetapi juga sebagai penghubung antara kebutuhan energi yang praktis dan target nasional pengembangan energi bersih. 

Dengan dukungan kebijakan yang tepat, industri diharapkan mampu menjaga efisiensi, meminimalkan biaya, dan tetap berdaya saing di pasar global.

Adhi menekankan bahwa harmonisasi kebijakan energi dan industri bukan sekadar formalitas, tetapi langkah nyata untuk memastikan keberlangsungan produksi dan keberlanjutan sektor makanan dan minuman di tengah transisi energi. 

Dengan dukungan Menperin di DEN, Gappmi optimistis industri makanan dan minuman dapat menghadapi tantangan energi dengan lebih terencana, adaptif, dan produktif.

Ke depan, sinergi kebijakan ini akan menentukan keberhasilan industri dalam memanfaatkan energi secara efisien, menjaga pasokan yang andal, serta mendukung upaya pemerintah menuju produksi rendah emisi. 

Kehadiran Menperin di forum strategis energi menjadi tonggak penting bagi keberlanjutan industri pengolahan dan ketahanan ekonomi nasional.

Terkini

Dampak Minum Kopi terhadap Perubahan Tekanan Darah Tubuh

Rabu, 04 Februari 2026 | 13:49:21 WIB

9 Buah Ajaib Penunjang Umur Panjang Versi Ahli Jantung

Rabu, 04 Februari 2026 | 13:49:18 WIB

3 Kebiasaan Sehat Usai Makan Stabilkan Gula Darah

Rabu, 04 Februari 2026 | 13:49:17 WIB