Jadwal Kapal Pelni Saumlaki Dobo Februari Sangat Terbatas

Selasa, 03 Februari 2026 | 12:07:25 WIB
Jadwal Kapal Pelni Saumlaki Dobo Februari Sangat Terbatas

JAKARTA - Perjalanan laut dari Saumlaki menuju Dobo pada Februari menjadi perhatian khusus bagi masyarakat Maluku. Pasalnya, layanan kapal Pelni di rute ini tidak tersedia setiap minggu seperti jalur lainnya. 

Bagi penumpang yang mengandalkan moda transportasi laut, keterbatasan jadwal ini membuat perencanaan perjalanan harus dilakukan lebih matang.

Berbeda dengan bulan-bulan lain yang kerap menyediakan beberapa pilihan keberangkatan, Februari hanya menghadirkan dua jadwal pelayaran. 

Kondisi ini menuntut calon penumpang untuk lebih sigap menentukan tanggal berangkat agar tidak tertinggal kesempatan. Terlebih, rute Saumlaki–Dobo memiliki peran penting sebagai jalur penghubung antarkabupaten di wilayah Maluku Tenggara.

Selain menjadi sarana mobilitas warga lokal, rute ini juga dimanfaatkan pelaku usaha perikanan, pedagang antarpulau, hingga wisatawan yang ingin menjelajahi wilayah pesisir Maluku. Dengan keterbatasan jadwal, ketersediaan tiket menjadi faktor krusial yang tidak bisa diabaikan.

Jadwal Kapal Pelni Saumlaki–Dobo Februari

Berdasarkan jadwal pelayaran terdekat, hanya ada dua kapal Pelni yang melayani rute Saumlaki–Dobo sepanjang Februari. Kedua jadwal ini menjadi satu-satunya pilihan, bahkan tidak terdapat tambahan keberangkatan hingga Maret mendatang.

Adapun jadwal kapal Pelni Saumlaki–Dobo Februari adalah sebagai berikut:

KM Sirimau

Keberangkatan: 12 Februari

Harga tiket: Rp 232.000

KM Leuser

Keberangkatan: 16 Februari

Harga tiket: Rp 232.000

Di luar dua tanggal tersebut, tidak tersedia jadwal pelayaran tambahan. Jika calon penumpang melewatkan salah satu keberangkatan, maka opsi berikutnya adalah menunggu jadwal pada bulan selanjutnya. Oleh karena itu, pemesanan tiket sejak dini sangat disarankan untuk menghindari kehabisan kuota penumpang.

Waktu Tempuh Dan Gambaran Perjalanan Laut

Perjalanan laut dari Saumlaki menuju Dobo memerlukan waktu sekitar satu setengah hari. Durasi tersebut merupakan estimasi normal dan dapat berubah sewaktu-waktu, tergantung kondisi cuaca serta tinggi gelombang laut. Rute ini melewati perairan terbuka yang cukup luas, sehingga faktor alam sangat berpengaruh terhadap kelancaran pelayaran.

Bagi sebagian penumpang, perjalanan ini bukan hanya soal mencapai tujuan. Pelayaran Saumlaki–Dobo kerap menjadi pengalaman tersendiri, mulai dari menikmati bentangan laut Maluku yang luas hingga menyaksikan aktivitas pelabuhan di pulau-pulau kecil sepanjang jalur pelayaran.

Interaksi antarpengguna kapal juga menjadi bagian dari perjalanan. Penumpang berasal dari latar belakang yang beragam, mulai dari warga lokal, pedagang, hingga pelancong. Ritme pelayaran yang relatif panjang membuat suasana di atas kapal terasa lebih akrab dan khas transportasi laut Indonesia timur.

Mengenal Saumlaki Sebagai Titik Keberangkatan

Saumlaki merupakan ibu kota Kabupaten Kepulauan Tanimbar dan menjadi titik awal pelayaran menuju Dobo. Kota pesisir ini dikelilingi perbukitan hijau serta laut biru yang masih terjaga. Kedekatan masyarakat Saumlaki dengan laut terlihat jelas dari aktivitas sehari-hari, terutama di sektor perikanan.

Beberapa destinasi alam menjadi daya tarik Saumlaki, salah satunya Pantai Weluan yang dikenal dengan keindahan karang dan lagunanya. Selain itu, dermaga baru di Saumlaki kerap menjadi tempat favorit warga untuk menikmati suasana senja yang tenang.

Hasil laut menjadi komoditas utama di wilayah ini. Beragam jenis ikan seperti kerapu, kakap merah, hingga lobster mudah ditemukan. Kuliner khas pesisir berbahan ikan segar dan sayuran lokal juga menjadi pengalaman tersendiri bagi pendatang. 

Secara geografis, Saumlaki memiliki posisi strategis sebagai salah satu wilayah terdepan Indonesia yang berdekatan dengan Australia.

Dobo Sebagai Tujuan Dengan Aktivitas Kelautan Tinggi

Dobo, ibu kota Kabupaten Kepulauan Aru, terletak di Pulau Wamar dan menjadi tujuan akhir pelayaran dari Saumlaki. Kota ini dikenal sebagai pusat ekonomi kelautan di Maluku, terutama karena komoditas mutiara Aru dan hasil perikanan dari perairan Arafura.

Karakter Dobo terasa lebih dinamis dibandingkan Saumlaki. Aktivitas pelabuhan berlangsung cukup sibuk, seiring perannya sebagai pusat distribusi hasil laut dan perkebunan. Selain sektor ekonomi, Dobo juga memiliki potensi wisata yang menarik, seperti Pantai Wangel, Pantai Liang, dan Batu Kora yang menawarkan panorama pesisir eksotis.

Wilayah ini juga dikenal dengan potensi perikanan besar, termasuk udang, lobster, dan teripang. Kekayaan alam lainnya adalah flora dan fauna endemik, termasuk burung cenderawasih yang dapat ditemukan di kawasan Kepulauan Aru.

Dengan jadwal pelayaran yang terbatas, calon penumpang disarankan memesan tiket lebih awal, terutama bagi yang bepergian berkelompok atau membawa barang. Memantau kondisi cuaca laut juga penting, karena faktor alam sangat memengaruhi jadwal serta durasi perjalanan.

Terkini