Ekspor Wuling Indonesia Melonjak Signifikan Didukung Penjualan Mobil Listrik

Selasa, 03 Februari 2026 | 11:33:11 WIB
Ekspor Wuling Indonesia Melonjak Signifikan Didukung Penjualan Mobil Listrik

JAKARTA - Wuling Motors Indonesia menutup tahun lalu dengan capaian ekspor yang membanggakan. 

Kendaraan listrik menjadi sorotan utama dalam pertumbuhan ini. PT SGMW Motor Indonesia berhasil mengekspor 2.411 unit, melonjak 119 persen dibandingkan capaian ekspor tahun sebelumnya yang mencapai 1.101 unit.

Lonjakan ini menegaskan posisi Indonesia sebagai basis produksi strategis Wuling untuk pasar internasional. Sejak memulai aktivitas ekspor pada 2019, total pengapalan kendaraan Wuling telah mencapai 8.440 unit hingga akhir tahun lalu. 

Angka tersebut mencerminkan konsistensi pertumbuhan sekaligus meningkatnya kepercayaan pasar global terhadap produk buatan Indonesia.

Menariknya, kendaraan listrik menjadi motor utama yang mendorong pertumbuhan ekspor Wuling. Dominasi model EV menunjukkan kesiapan Indonesia sebagai pusat produksi kendaraan ramah lingkungan. Hal ini juga menunjukkan strategi jangka panjang Wuling dalam memperkuat pasar global.

Kontribusi Mobil Listrik Wuling

Senior Brand Communication Manager Wuling Motors, Brian Gomgom, menyebut lini kendaraan listrik memberikan kontribusi terbesar sepanjang tahun lalu. “Ekspor Wuling bertumbuh positif pada 2025. Produk mobil listrik menjadi kontributor terbesar, termasuk diperkenalkannya Wuling Darion ke pasar global yang diawali dari Hong Kong,” ujarnya.

Model BinguoEV menjadi tulang punggung ekspor dengan porsi mencapai 52 persen. Selain itu, model lain seperti Almaz, Cloud EV, dan Alvez turut memperkuat portofolio ekspor Wuling. Dominasi kendaraan listrik menegaskan kesiapan Wuling merespons tren global menuju mobilitas ramah lingkungan.

Keberhasilan ini tidak lepas dari investasi jangka panjang Wuling di Indonesia. Pabrik Cikarang kini menjadi pusat produksi dan ekspor regional yang strategis. Kontribusi tersebut memberikan dampak nyata bagi industri otomotif nasional dan neraca perdagangan Indonesia.

Negara Tujuan Ekspor

Sepanjang tahun lalu, Wuling mengekspor kendaraannya ke 16 negara di berbagai kawasan. Pasar Asia Pasifik, Timur Tengah, Afrika, dan Amerika menjadi tujuan utama pengapalan. Thailand menjadi pasar terbesar dengan porsi 30 persen, diikuti Sri Lanka 24 persen, Brunei Darussalam 20 persen, Bangladesh 11 persen, dan Hong Kong 9 persen.

Distribusi ke berbagai negara menunjukkan kepercayaan global terhadap kualitas kendaraan Wuling. Penetrasi pasar yang luas juga menegaskan strategi ekspor yang matang. Setiap negara tujuan menerima produk sesuai permintaan pasar lokal dan spesifikasi kendaraan.

Ekspor ke pasar internasional membantu memperluas reputasi Wuling sebagai merek global. Kendaraan listrik yang dikirim ke berbagai negara turut mendukung tren mobilitas ramah lingkungan. Hal ini juga menunjukkan kemampuan Wuling beradaptasi dengan kebutuhan pasar global.

Dukungan Produksi dan Investasi Indonesia

Keberhasilan ekspor tidak terlepas dari peran pabrik Cikarang sebagai pusat produksi. Investasi jangka panjang Wuling memastikan kapasitas produksi memenuhi permintaan pasar regional. Fasilitas ini mendukung kualitas dan kuantitas kendaraan yang dikirim ke luar negeri.

Selain itu, pabrik Cikarang berperan sebagai pusat inovasi dan pengembangan kendaraan listrik. Teknologi terbaru diterapkan untuk meningkatkan efisiensi dan performa mobil. Langkah ini sejalan dengan tren global menuju transportasi berkelanjutan.

Wuling juga memperkuat tim produksi untuk menjaga standar internasional. Peningkatan kapasitas produksi membantu menekan waktu pengiriman kendaraan ekspor. Dengan begitu, konsumen di berbagai negara menerima kendaraan tepat waktu dan berkualitas tinggi.

Dampak Bagi Industri Otomotif Nasional

Keberhasilan ekspor Wuling berdampak positif bagi industri otomotif Indonesia. Peningkatan volume pengapalan kendaraan mendukung pertumbuhan sektor manufaktur dan distribusi. Selain itu, hal ini memberikan kontribusi nyata terhadap neraca perdagangan nasional.

Investasi jangka panjang di Indonesia membuka peluang kerja dan meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal. Pengalaman ini juga mendorong inovasi dalam pengembangan kendaraan listrik. Dampak ekonomi tersebut menunjukkan sinergi antara ekspor, industri, dan pembangunan nasional.

Dominasi kendaraan listrik Wuling sekaligus memperkuat posisi Indonesia di pasar otomotif global. Produk berkualitas yang dihasilkan menunjukkan kapasitas industri nasional memenuhi standar internasional. Keberhasilan ini menjadi contoh strategi produksi dan ekspor yang berkelanjutan dan berfokus pada mobilitas ramah lingkungan.

Terkini