JAKARTA - Dalam keseharian, sabun mandi menjadi salah satu kebutuhan pokok untuk menjaga kebersihan dan kesehatan kulit. Namun, pertanyaan sederhana seperti “mana yang lebih baik, sabun batang atau sabun cair?” sering muncul.
Meski keduanya memiliki fungsi utama yang sama, yakni membersihkan kotoran dan minyak di kulit, perbedaan proses pembuatan, bahan, hingga kandungan pelembap membuat masing-masing jenis sabun memiliki keunggulan dan kelemahan tersendiri.
Mengetahui karakteristik sabun batang dan sabun cair penting agar penggunaan sehari-hari lebih optimal. Pilihan sabun tidak hanya berdampak pada kebersihan kulit, tetapi juga pada kesehatan kulit jangka panjang, kenyamanan, hingga dampak lingkungan.
Sabun batang dan proses pembuatannya
Sabun batang merupakan produk sabun padat yang dibuat melalui proses saponifikasi.
“Sabun batangan melalui proses kaustik yang melibatkan pemanasan minyak dan lilin serta penambahan alkali, lalu campuran tersebut didiamkan selama enam hingga delapan minggu sehingga bahan-bahan kimianya menguap,” ujar ahli kimia kosmetik Gabrielle Nekrasas.
Kelebihan sabun batang antara lain formulanya yang sederhana, lebih sedikit bahan tambahan sehingga risiko iritasi lebih rendah, dan tidak memerlukan banyak pengawet karena bentuknya padat.
Namun, sabun batang memiliki pH yang relatif tinggi, yaitu antara 9–10, sehingga dapat membuat kulit terasa kering, terutama bagi pemilik kulit sensitif.
Bentuk padat sabun batang juga memudahkan penyimpanan yang lebih lama, asalkan disimpan di tempat kering dan tidak terendam air. Dengan demikian, risiko kontaminasi bakteri relatif rendah.
Sabun batang dengan bahan alami dan hipoalergenik bisa menjadi pilihan ideal bagi mereka yang memiliki kulit sensitif atau alergi terhadap bahan tertentu.
Sabun cair dan keunggulannya
Berbeda dengan sabun batang, sabun cair memiliki tekstur lembut dan biasanya mengandung air, pelembap, bahan pengondisi, serta bahan aktif tertentu.
“Sabun mandi cair biasanya mengandung bahan pelembap tambahan seperti emolien, humektan, dan minyak untuk membantu mengembalikan kelembapan kulit,” kata dokter Navin S. Arora, DO, FAAD.
Sabun cair cenderung lebih mudah disesuaikan dengan kebutuhan kulit tertentu, misalnya kulit kering, kulit sensitif, pori-pori tersumbat, atau kulit yang mengelupas.
Kelebihan lainnya adalah kemasan botol tertutup yang lebih higienis, mengurangi risiko kontaminasi bakteri. pH-nya yang mendekati pH alami kulit juga membuat sabun cair nyaman digunakan sehari-hari.
Namun, sabun cair membutuhkan pengawet untuk mencegah pertumbuhan mikroba. Penggunaan kemasan plastik juga lebih sulit dihindari, sehingga dapat menambah limbah lingkungan. Bagi pemilik kulit sangat sensitif, pengawet dalam sabun cair bisa menjadi perhatian tersendiri.
Saat yang tepat menggunakan sabun batang dan cair
Sabun batang disarankan bagi mereka yang memiliki kulit sensitif, mudah iritasi, atau alergi. Formulanya sederhana dan minim bahan kimia membuatnya aman digunakan sehari-hari. Bentuk padat juga meminimalkan risiko kontaminasi dan cocok untuk perjalanan tanpa khawatir tumpah.
Sementara itu, sabun cair lebih tepat digunakan ketika kulit terasa kering, kaku, atau mengelupas karena kandungan pelembapnya dapat menjaga kelembapan kulit.
Sabun cair dengan formula khusus lebih efektif untuk menangani masalah kulit seperti rosacea, psoriasis, jerawat, atau saat ingin melakukan eksfoliasi ringan. Kemasan botol yang tertutup rapat juga membantu menjaga kebersihan saat digunakan di kamar mandi bersama keluarga.
Bahan yang dianjurkan dan dihindari
Baik sabun batang maupun sabun cair, beberapa bahan dapat meningkatkan manfaat bagi kulit. Gliserin berbasis tumbuhan membantu mengunci kelembapan kulit, sementara minyak esensial seperti lemon, mawar, lavender, kelapa, dan almond memberikan aroma dan manfaat tambahan.
Bahan pengelupas lembut seperti lactic acid atau salicylic acid dapat membantu menjaga kulit tetap halus, dan shea butter atau coconut butter sering ditemukan dalam sabun hipoalergenik.
Sebaliknya, sabun yang mengandung triclosan, paraben, atau parfum berlebihan sebaiknya dihindari, terutama bagi pemilik kulit sensitif, karena dapat menimbulkan iritasi atau alergi. Pada akhirnya, sabun batang maupun sabun cair sama-sama efektif membersihkan kulit.
Pilihan terbaik bergantung pada kondisi kulit masing-masing individu: sabun batang lebih cocok untuk kulit sensitif, sedangkan sabun cair tepat bagi kulit kering atau yang membutuhkan formula spesifik.