Optimisme Sari Roti Tingkatkan Penjualan Signifikan pada Kuartal IV 2025

Jumat, 28 November 2025 | 15:54:06 WIB
Optimisme Sari Roti Tingkatkan Penjualan Signifikan pada Kuartal IV 2025

JAKARTA - Emiten produsen roti, PT Nippon Indosari Corpindo Tbk. (ROTI), optimistis kinerja perseroan pada kuartal IV/2025 akan terdongkrak oleh stimulus pemerintah.

Head of Investor and Public Relations ROTI, Hadi Susilo, menjelaskan bahwa adanya Bantuan Sosial (Bansos) dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesra diharapkan mampu menopang daya beli masyarakat sehingga mendorong konsumsi produk roti dan kue.

Hadi memprediksi bahwa momentum libur panjang Natal dan Tahun Baru 2026 akan menimbulkan belanja musiman yang signifikan. ROTI berharap adanya “holiday spending” tersebut akan memperkuat penjualan pada kuartal terakhir 2025. 

Selain itu, pemerintah menambah 17 juta penerima baru dalam program BLT Kesra, dengan total stimulus kuartal IV/2025 mencapai Rp46,2 triliun. Hal ini diperkirakan turut memutar roda ekonomi dan meningkatkan permintaan produk ROTI di masyarakat.

Kinerja ROTI Sepanjang Tiga Kuartal Menunjukkan Tren Bertahap

Meskipun menghadapi pelemahan daya beli pasca-pandemi, ROTI tetap mencatat pertumbuhan setiap kuartal pada 2025. 

Hadi Susilo menjelaskan, kuartal I/2025 ROTI berhasil menorehkan penjualan bersih senilai Rp860 miliar. Pada kuartal II/2025, penjualan bersih meningkat menjadi Rp911 miliar, dan kuartal III/2025 mencapai Rp971 miliar.

Meski begitu, beban pokok penjualan yang meningkat menekan laba bersih perseroan. Sepanjang Januari–September 2025, ROTI mencatat pendapatan sebesar Rp2,74 triliun atau turun 7,80% year-on-year (YoY). 

Laba bersih hanya tercatat Rp136,69 miliar, susut 45,05% YoY. Namun, dari segmen produk, kue dan lain-lain mengalami pertumbuhan masing-masing 6,35% dan 18,69% YoY. Hadi menegaskan bahwa pertumbuhan penjualan secara konsisten tiap kuartal menunjukkan perbaikan momentum yang menjanjikan menuju akhir tahun.

Prospek Penjualan Kuartal IV 2025 Lebih Positif

Hadi menekankan ROTI optimistis pertumbuhan kuartal IV/2025 akan lebih solid. “Kami harapkan ini akan memutar roda ekonomi dan termasuk di sana adalah peningkatan permintaan produk roti dan kue. Dengan harapannya, melalui holiday spending, juga akan terus meningkat di kuartal IV/2025,” ujar Hadi.

Perseroan menargetkan tingkat pertumbuhan yang stabil ke depan dengan mempertahankan Compounded Annual Growth Rate (CAGR) sekitar 14,2%. 

ROTI menilai momentum libur akhir tahun dan program BLT Kesra bakal menjadi katalis penting untuk mencapai target tersebut. Strategi ini juga menjadi langkah perseroan dalam menjaga kesinambungan penjualan dan membangun optimisme investor serta konsumen.

Strategi ROTI Menyongsong Tahun Baru 2026

Selain memanfaatkan stimulus pemerintah dan belanja musiman, ROTI terus fokus pada inovasi produk dan distribusi. Hadi Susilo menuturkan bahwa perusahaan berupaya memastikan ketersediaan produk di pasar tetap terjaga sehingga permintaan masyarakat dapat terpenuhi secara optimal.

“Memang kami pahami pasca-pandemi, kinerja penjualan menghadapi tantangan luar biasa, tetapi momentum kuartal IV ini menjadi kesempatan untuk meningkatkan performa. Kami siap menyongsong tahun baru dengan optimisme yang lebih besar,” jelasnya.

Pendekatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan penjualan pada akhir tahun, tetapi juga memperkuat posisi ROTI di pasar jangka panjang. 

ROTI optimistis dapat memanfaatkan periode Natal dan Tahun Baru, dikombinasikan dengan program BLT Kesra, untuk mendorong pertumbuhan penjualan, menjaga keberlanjutan bisnis, dan memberikan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan.

Terkini

Cek paket Zalora: Panduan Lengkap Melacak Pesananmu

Minggu, 30 November 2025 | 12:17:46 WIB

Update Harga iPhone 13 di iBox Terbaru 2025

Minggu, 30 November 2025 | 12:17:45 WIB

10 Aplikasi Menulis di Android 2025

Minggu, 30 November 2025 | 10:17:06 WIB

Harga HP Tecno Pova 5 dan Spesifikasinya di Indonesia

Minggu, 30 November 2025 | 10:17:00 WIB