WOM Finance

WOM Finance Salurkan Dana Tunai Rp300 Miliar Januari 2026

WOM Finance Salurkan Dana Tunai Rp300 Miliar Januari 2026
WOM Finance Salurkan Dana Tunai Rp300 Miliar Januari 2026

JAKARTA  - PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) mencatat penyaluran pembiayaan dana tunai lebih dari Rp300 miliar pada Januari 2026. Pencapaian ini menandai awal tahun yang positif bagi perusahaan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Hari Raya Idulfitri.

Direktur WOM Finance, Cincin Lisa Hadi, menilai permintaan pembiayaan biasanya meningkat seiring momentum Ramadan. Kondisi ini didorong oleh kebiasaan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan konsumsi rumah tangga maupun persiapan hari raya.

Cincin menambahkan, tren penyaluran pembiayaan menjelang Idulfitri bersifat historis dan meningkat dibanding periode normal. Meski demikian, perusahaan tetap memperhatikan risiko kredit yang meningkat seiring lonjakan permintaan, serta menjaga kualitas portofolio agar tetap sehat dan berkelanjutan.

Permintaan pembiayaan meningkat menjelang Ramadan

Menurut Cincin, lonjakan permintaan pembiayaan sejalan dengan kebiasaan masyarakat yang membutuhkan dana tunai untuk konsumsi dan kegiatan produktif. Momentum Ramadan menjadi periode strategis bagi WOM Finance untuk menyalurkan pembiayaan sesuai kebutuhan masyarakat.

“Hal ini sejalan dengan habit serta kebutuhan masyarakat yang juga meningkat,” ujar Cincin kepada Kontan, Rabu (25/2/26). Pernyataan ini menegaskan fokus WOM Finance dalam merespons permintaan yang musiman namun signifikan.

Seiring meningkatnya kebutuhan, perusahaan juga memperhatikan tren historis penyaluran dana tunai. Data internal WOM Finance menunjukkan tren pembiayaan menjelang Idulfitri cenderung lebih tinggi dibanding bulan lainnya, yang menjadi peluang sekaligus tantangan manajemen risiko.

Pengelolaan risiko kredit secara prudent

Meningkatnya permintaan pembiayaan tidak terlepas dari risiko kredit yang lebih tinggi, terutama pada saat lonjakan volume pengajuan. Cincin menegaskan WOM Finance menerapkan strategi manajemen risiko secara prudent untuk menjaga kualitas portofolio.

“Tantangan menjelang bulan Ramadan antara lain meningkatnya risiko kredit,” ujarnya. Perusahaan menguatkan proses credit scoring, analisis kelayakan debitur, dan pemantauan portofolio secara berkelanjutan untuk memitigasi risiko.

Selain itu, WOM Finance juga mengoptimalkan fungsi mentoring dan collection agar kualitas pembiayaan tetap terjaga. Langkah ini memastikan nasabah yang layak memperoleh akses dana tunai, sementara risiko gagal bayar dapat diminimalkan.

Optimalisasi nasabah eksisting dan penetrasi pasar baru

Perusahaan menekankan pengembangan nasabah eksisting sebagai strategi utama. Nasabah dengan histori pembayaran yang baik menjadi fokus untuk penyaluran pembiayaan lebih lanjut, sehingga efisiensi dan keamanan portofolio dapat terjaga.

Meski demikian, WOM Finance tetap agresif memperluas penetrasi pasar dengan menggarap nasabah baru. Strategi ini dilakukan melalui penguatan aktivitas pasar, perluasan jaringan layanan, dan pemanfaatan kanal digital untuk menjangkau lebih banyak calon debitur.

Langkah ini sejalan dengan target perusahaan untuk meningkatkan volume pembiayaan sekaligus menjaga kualitas, agar pertumbuhan bisnis tetap sehat dan berkelanjutan dalam jangka panjang.

Persiapan menghadapi tantangan industri pembiayaan

Industri pembiayaan menghadapi kompetisi yang ketat, terutama menjelang momentum Ramadan. WOM Finance menilai, selain risiko kredit, persaingan antarperusahaan juga menjadi faktor yang harus diantisipasi dalam strategi pertumbuhan.

Cincin menekankan pentingnya keseimbangan antara ekspansi bisnis dan pengelolaan risiko. Perusahaan berkomitmen menerapkan praktik terbaik dalam menilai kelayakan debitur dan menjaga portofolio agar tetap berkualitas, meski menghadapi lonjakan permintaan.

Dengan strategi tersebut, WOM Finance optimistis mampu menyalurkan pembiayaan dana tunai yang cukup signifikan menjelang Idulfitri, mendukung kebutuhan masyarakat, dan menjaga kesehatan keuangan perusahaan di tengah persaingan industri yang kompetitif.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index