JAKARTA - Pembiayaan usaha berbasis syariah terus menjadi pilihan pelaku UMKM yang ingin mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.
Bank Syariah Indonesia menghadirkan KUR BSI 2026 sebagai solusi permodalan dengan skema yang dinilai ringan. Informasi mengenai tabel KUR BSI 2026 pun menjadi acuan penting sebelum mengajukan pembiayaan.
Melalui KUR BSI 2026, pelaku usaha dapat mengakses pinjaman mulai Rp1 juta hingga Rp100 juta. Skema ini dilengkapi margin kompetitif dan tenor cicilan yang fleksibel. KUR BSI 2026 dirancang untuk mendukung modal kerja maupun pengembangan usaha.
Minat terhadap tabel KUR BSI 2026 meningkat seiring kebutuhan perencanaan keuangan yang matang. Pelaku UMKM membutuhkan gambaran cicilan bulanan sebelum menentukan plafon pembiayaan. Oleh karena itu, simulasi angsuran menjadi informasi yang paling dicari.
Gambaran Umum Skema KUR BSI 2026
Pada 2026, Bank Syariah Indonesia menyediakan pembiayaan KUR dengan plafon yang beragam. Rentang pembiayaan dimulai dari Rp1 juta hingga Rp500 juta untuk jenis tertentu. Tenor cicilan tersedia hingga 48 bulan sesuai kebijakan yang berlaku.
Besaran angsuran KUR BSI 2026 ditentukan oleh jumlah pinjaman dan jangka waktu. Margin pembiayaan disesuaikan dengan prinsip syariah yang diterapkan bank. Skema ini memberikan kepastian cicilan bagi pelaku usaha.
KUR BSI 2026 menyasar pelaku usaha mikro hingga kecil yang membutuhkan akses modal. Pembiayaan ini dinilai membantu menjaga arus kas usaha tetap stabil. Dengan perencanaan tepat, KUR BSI dapat dimanfaatkan secara optimal.
Simulasi Angsuran KUR BSI Super Mikro
KUR BSI Super Mikro ditujukan bagi pelaku usaha pemula dengan kebutuhan modal terbatas. Plafon pembiayaan dimulai dari Rp1 juta hingga Rp10 juta. Skema ini umumnya tidak memerlukan agunan tambahan.
Untuk plafon Rp1 juta, cicilan 12 bulan sebesar Rp86.066. Tenor 24 bulan memiliki cicilan Rp44.320, sedangkan tenor 36 bulan sebesar Rp30.421. Angka tersebut memberi gambaran kewajiban pembayaran bulanan.
Plafon Rp2 juta memiliki cicilan 12 bulan Rp172.132 dan 24 bulan Rp88.641. Tenor 36 bulan untuk plafon ini sebesar Rp60.843. Pola cicilan meningkat seiring nominal pembiayaan.
Plafon Rp3 juta menetapkan cicilan 12 bulan Rp258.199 dan 24 bulan Rp132.961. Tenor 36 bulan memiliki cicilan Rp91.265. Skema ini memberikan fleksibilitas bagi usaha mikro.
Untuk plafon Rp4 juta, cicilan 12 bulan sebesar Rp344.265. Tenor 24 bulan ditetapkan Rp177.282 dan 36 bulan Rp121.687. Kewajiban cicilan disesuaikan dengan kemampuan usaha.
Plafon Rp5 juta memiliki cicilan 12 bulan Rp430.332. Tenor 24 bulan sebesar Rp221.603 dan 36 bulan Rp152.109. Skema ini sering dipilih usaha mikro yang mulai berkembang.
Plafon Rp6 juta menetapkan cicilan 12 bulan Rp516.398. Tenor 24 bulan sebesar Rp265.923 dan 36 bulan Rp182.531. Pilihan tenor memberi ruang pengaturan keuangan usaha.
Plafon Rp7 juta memiliki cicilan 12 bulan Rp602.465. Tenor 24 bulan Rp310.244 dan 36 bulan Rp212.953. Skema ini cocok untuk usaha dengan perputaran stabil.
Plafon Rp8 juta memiliki cicilan 12 bulan Rp688.000. Tenor 24 bulan sebesar Rp354.564 dan 36 bulan Rp243.375. Pembiayaan ini memberi tambahan modal kerja.
Plafon Rp9 juta menetapkan cicilan 12 bulan Rp774.597. Tenor 24 bulan Rp398.885 dan 36 bulan Rp273.797. Kewajiban cicilan tetap terukur.
Plafon Rp10 juta memiliki cicilan 12 bulan Rp860.664. Tenor 24 bulan Rp443.206 dan 36 bulan Rp304.219. Skema ini menjadi batas maksimal Super Mikro.
Simulasi Angsuran KUR BSI Mikro
KUR BSI Mikro diperuntukkan bagi UMKM yang telah berjalan minimal enam bulan. Plafon pembiayaan berkisar Rp10 juta hingga Rp100 juta. Skema ini cocok untuk modal kerja dan investasi ringan.
Plafon Rp20 juta memiliki cicilan 12 bulan Rp1.721.328. Tenor 24 bulan sebesar Rp886.412 dan 36 bulan Rp608.438. Pembiayaan ini mendukung ekspansi usaha.
Plafon Rp30 juta menetapkan cicilan 12 bulan Rp2.581.992. Tenor 24 bulan Rp1.329.618 dan 36 bulan Rp912.658. Skema ini banyak dipilih pelaku UMKM.
Plafon Rp40 juta memiliki cicilan 12 bulan Rp3.442.657. Tenor 24 bulan Rp1.772.824 dan 36 bulan Rp1.216.877. Pembayaran disesuaikan arus kas usaha.
Plafon Rp50 juta menetapkan cicilan 12 bulan Rp4.303.321. Tenor 24 bulan Rp2.216.030 dan 36 bulan Rp1.521.096. Skema ini mendukung peningkatan kapasitas usaha.
Plafon Rp60 juta memiliki cicilan 12 bulan Rp5.163.985. Tenor 24 bulan Rp2.659.236 dan 36 bulan Rp1.825.316. Pembiayaan ini memberi ruang pengembangan bisnis.
Plafon Rp70 juta menetapkan cicilan 12 bulan Rp6.024.650. Tenor 24 bulan Rp3.102.442 dan 36 bulan Rp2.129.535. Skema ini tetap mempertahankan cicilan terukur.
Plafon Rp80 juta memiliki cicilan 12 bulan Rp6.885.314. Tenor 24 bulan Rp3.545.648 dan 36 bulan Rp2.433.755. Pembiayaan ini sering dipilih UMKM mapan.
Plafon Rp90 juta menetapkan cicilan 12 bulan Rp7.745.978. Tenor 24 bulan Rp3.988.854 dan 36 bulan Rp2.737.974. Kewajiban cicilan disesuaikan skala usaha.
Plafon Rp100 juta memiliki cicilan 12 bulan Rp8.606.642. Tenor 24 bulan Rp4.432.061 dan 36 bulan Rp3.042.193. Skema ini menjadi batas maksimal KUR Mikro.
Syarat dan Proses Pengajuan KUR BSI 2026
Pengajuan KUR BSI 2026 mensyaratkan pemohon sebagai Warga Negara Indonesia. Usia minimal 21 tahun atau sudah menikah menjadi ketentuan umum. Usaha harus aktif minimal enam bulan.
Dokumen yang dibutuhkan meliputi identitas diri dan legalitas usaha. Pemohon dapat mengajukan melalui aplikasi Salam Digital atau kantor cabang. Proses dirancang agar mudah diakses pelaku UMKM.
Setelah formulir diisi, data akan diverifikasi pihak bank. Petugas kemudian melakukan survei usaha sebelum pencairan dana. Dengan memahami tabel KUR BSI 2026, pelaku UMKM dapat merencanakan pembiayaan secara lebih matang.