Prabowo

Prabowo Tegaskan Tekad Indonesia Maju Tingkatkan Lapangan Kerja

Prabowo Tegaskan Tekad Indonesia Maju Tingkatkan Lapangan Kerja
Prabowo Tegaskan Tekad Indonesia Maju Tingkatkan Lapangan Kerja

JAKARTA - Komitmen untuk membawa Indonesia menjadi negara maju kembali ditegaskan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto.

Di hadapan ribuan warga Nahdlatul Ulama, Prabowo menyampaikan bahwa pembangunan nasional tidak hanya bertumpu pada pertumbuhan ekonomi semata, tetapi juga pada penciptaan lapangan kerja yang luas dan berkelanjutan. 

Pemerintah, kata Prabowo, memikul tanggung jawab besar untuk memastikan setiap warga negara memiliki kesempatan hidup yang layak melalui pekerjaan yang produktif.

Pesan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri Mujahadah Kubro Satu Abad Nahdlatul Ulama (NU) di Malang, Jawa Timur, Minggu, 8 Februari 2026.

Dalam suasana kebangsaan yang khidmat, Presiden menegaskan tekad pemerintah untuk memimpin perubahan besar demi masa depan Indonesia yang lebih sejahtera dan berdaulat.

Komitmen Meningkatkan Lapangan Kerja Nasional

Dalam sambutannya, Prabowo secara tegas menyampaikan bahwa peningkatan lapangan kerja menjadi salah satu prioritas utama pemerintahannya. 

“Saudara-saudara sekalian, kita juga bertekad meningkatkan lapangan pekerjaan untuk bangsa Indonesia,” ujar Prabowo di hadapan para peserta Mujahadah Kubro.

Menurut Prabowo, ketersediaan lapangan kerja yang luas merupakan fondasi utama bagi terciptanya kesejahteraan rakyat. Pemerintah tidak ingin pertumbuhan ekonomi hanya dinikmati segelintir pihak, melainkan harus dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat. Oleh karena itu, berbagai kebijakan diarahkan agar sektor industri, pertanian, dan jasa mampu menyerap tenaga kerja dalam jumlah besar.

Prabowo menegaskan bahwa pemerintah akan mengambil peran aktif dalam mengarahkan dan memimpin industrialisasi nasional. Langkah ini diyakini mampu mendorong lahirnya industri-industri strategis yang tidak hanya memperkuat perekonomian, tetapi juga membuka peluang kerja bagi generasi muda Indonesia.

Industrialisasi Jadi Kunci Negara Maju

Presiden menilai bahwa industrialisasi merupakan syarat mutlak bagi Indonesia untuk keluar dari jebakan negara berpendapatan menengah. Dalam kurun waktu dua hingga tiga tahun ke depan, Prabowo optimistis Indonesia mampu membangkitkan seluruh potensi industri bangsa.

Menurutnya, negara maju adalah negara yang mampu mengelola sumber daya secara mandiri dan menghasilkan nilai tambah di dalam negeri. “Kita sungguh-sungguh ingin menjadi negara maju di mana seluruh rakyat Indonesia menikmati kemajuan dan kehidupan yang layak,” jelas Prabowo.

Industrialisasi yang dipimpin negara, kata Prabowo, akan diarahkan agar tetap berpihak pada kepentingan rakyat. Pemerintah berupaya memastikan bahwa pembangunan industri berjalan seiring dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia serta pemerataan hasil pembangunan antarwilayah.

Ketahanan Pangan Dan Stabilitas Harga

Selain sektor industri, Prabowo juga menyoroti pencapaian strategis pemerintah di bidang pangan. Presiden mengungkapkan bahwa cadangan beras Indonesia per 31 Desember 2025 tercatat sebagai yang tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia.

“Indonesia sekarang sudah swasembada beras, dan dalam waktu dekat akan menyusul swasembada jagung. Dalam tiga tahun ke depan, pemerintah menargetkan swasembada seluruh komoditas pangan,” kata Prabowo.

Ketahanan pangan dinilai sebagai pilar penting dalam menjaga stabilitas nasional. Dengan ketersediaan pangan yang cukup, pemerintah memiliki ruang lebih besar untuk mengendalikan harga agar tetap terjangkau oleh masyarakat. 

Prabowo menegaskan bahwa stabilitas harga pangan menjadi kunci utama dalam menjaga kesejahteraan rakyat, khususnya kelompok berpenghasilan rendah.

Pemerintah, lanjut Prabowo, akan terus bekerja keras memastikan distribusi pangan berjalan lancar dan tidak dimanfaatkan oleh pihak-pihak yang mencari keuntungan berlebihan di tengah kebutuhan rakyat.

Program Sosial Demi Keadilan Dan Kesejahteraan

Di bidang perlindungan sosial, Presiden mengungkapkan bahwa program pemberian makanan telah menjangkau lebih dari 60 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia dalam waktu kurang dari satu setengah tahun. Program tersebut menyasar anak-anak, ibu-ibu, serta kelompok lanjut usia sebagai bagian dari upaya memperkuat jaring pengaman sosial.

Prabowo menargetkan jumlah penerima manfaat akan meningkat menjadi 82,3 juta orang sebelum akhir 2026. Peningkatan ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk memperluas dan memperkuat program sosial agar dampaknya semakin dirasakan oleh masyarakat.

Ia menegaskan bahwa seluruh agenda pembangunan, baik di bidang ekonomi, pangan, maupun sosial, memiliki tujuan akhir yang sama, yakni mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, dan berdaulat secara ekonomi. Prabowo berharap hasil pembangunan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh rakyat tanpa terkecuali.

Melalui berbagai langkah strategis tersebut, Presiden kembali menegaskan bahwa pemerintahannya bekerja dengan kesungguhan penuh untuk membawa Indonesia melangkah lebih jauh. 

Sinergi antara negara, masyarakat, dan seluruh elemen bangsa diyakini menjadi kunci utama dalam mewujudkan cita-cita Indonesia sebagai negara maju yang sejahtera dan bermartabat.

Rekomendasi

Index

Berita Lainnya

Index